01

20 1 0
                                        

Ternyata, alam selalu bisa membuat manusia merasa bahagia disaat tak ada tawa yang bisa dibagi.

Ada dua fenomena, yaitu; ketika siluet sore yang berwarna jingga kemerah-merahan, dan ketika kamu memilih tersenyum untuk menyempurnakan hari-hari di tahun ayam dalam kalender tiongkok. Senyummu itu bagaikan sungai yang mengalir. Ya, sungai. Mengapa? Karena bersamamu, aku bisa hanyut di dalamnya.

Sebagian manusia menemukan kedamaiannya melalui meditasi ke tempat yang sunyi tanpa hingar bingar dunia, namun bagi diri ini, melihat matamu berbinar saja sudah cukup damai untuk ditatap ketika hati kehilangan haluan nya.

Jikalau nona mengizinkan saya untuk hiperbola sejenak, saya ingin mengandaikan diri saya sebagai prajurit di tengah hutan, dan nona adalah kompas saya.

Tanpa kompas, tamat sudah riwayat pajurit itu. Tanpamu, saya kehilangan banyak langkah, baik untuk 1, 2, atau bahkan banyak angka lagi selain 1 dan 2.

Menurut salah seorang penulis, beliau berpendapat bahwa, "jika menghabiskan waktu bersama nona harus dibayar dengan uang, saya rela miskin didalamnya".

Untuk saat ini penulis tersebut menang, karena saya sepaham dengan pendapat beliau.

Kembali ke fenomena alam. Ketika langit malam mulai kehilangan banyak bintangnya, dan bulan meringkuk malu dibalik ketiak malam. Saya tak pernah kehilangan cahaya dari nona ketika kapan pun saya membutuhkan cahaya. Saya curiga, alam selalu bersekongkol dengan nona ketika saya bersamanya. Salah satunya ketika angin menggerai rambutmu yang saya kagumi itu. Nona selalu menang ketika saya dan nona harus saling bertatap. Akal ini selalu berbicara, "ya Tuhan, makhluk apakah kamu ini? Bidadari kah? Atau dewi kecantikan kah? Atau manusia biasa yang selalu berhasil membuat hati saya betah berlama-lama mencintai nona?"

Dibalik semua diksi ini, saya Keenan ingin nona Nina tau, seberapa dalam saya mencintai ketika anggota tubuh ini kehilangan nahkodanya.

O7.O2 PMWhere stories live. Discover now