Fortitude

7K 665 71
                                        

Disclaimer: Naruto dan seluruh castnya milik Masashi Kishimoto. Tulisan ini dibuat hanya untuk menghibur dan merupakan ungkapan seorang fans saja. Kesamaan apapun dalam cerita ini hanya kebetulan semata.

"Uggh... Yeah, yeah, lagi Suke. Jangan berhenti" seorang pria pirang berteriak bersemangat pada pria yang kini 'menyodoki' lubangnya. Lubang sempit miliknya kini resmi dikotori oleh orang yang tak lain adalah abdi setianya sendiri.

"Sepertinya kau adalah jalang yang terjebak dalam tubuh seorang pangeran" Kata si pria yang melakukannya. Pria itu berambut hitam logam dan sangatlah tampan.

Si pirang mendengus tapi tak lama ia tertawa.

"Terserah, yang penting aku suk-...ah... Yeah, yeah, harder"

"Sungguh jalang!" Dia menghina; bukan untuk membuat pangeran marah, namun menambah hasrat keduanya.

Pria berambut hitam semakin membenamkan kejantanan miliknya dalam tubuh sang majikan; hingga berhasil membuat si pangeran muda menggelinjang keenakan.

Bahkan kini si pangeran berambut pirang mulai menjerit-jerit kesenangan. Minta tambah. Dan tambah. Dan tambah lagi.

Walaupun sudah merojoki lubang hangat milik pangeran, nyatanya kejantanan milik si abdi setia itu tak kunjung lemas. Ia sudah melepaskan jutaan sel sperma berenang melewati pertahanan sang pangeran. Tapi rasa bahagia yang membuncah membuatnya tak ingin berhenti.

Tak jauh berbeda dengan sang abdi. Pangeran juga merasa tak lemas sama sekali untuk meladeni nafsu abdi nya.

"Kau lelah?" Tanya sang abdi, tangannya dengan senang hati menjamahi kejantanan sang pangeran, memberi servis 'hand job' yang tak tanggung-tanggung.

"Tentu tidak.... Ah... Ah... Kau—ah... Mau mengejekku?" Tanya balik sang pangeran.

Sperma milik pangeran kemudian keluar diikuti tubuhnya yang melengkung dan mengejan hebat. Pangeran lalu ambruk diranjang, hingga kejantanan si abdi lepas dari lubang hangatnya. Bukan hanya satu semburan sperma, tapi beberapa kali; membuat si rambut hitam—abdinya—menyeringai puas, karena 'hand job' nya sukses besar.

Pangeran ingin merasakan 'puncaknya' lebih lama tapi tampaknya sang abdi tak membiarkan hal itu. Ia memaksa sang pangeran membuka kakinya lebar, lalu kembali memasuki liang 'hangat' itu dalam sekali hentak.

"Jangan seenaknya melepas kejantananku dari sarangnya, yang mulia pangeran Naruto"

"Ughh... Sialan kau, ah, aku sedang menikmati orgasme ku, cih"

Kini pangeran pasrah, membiarkan tubuhnya ada dibawah dan si abdi memegang kendali diatasnya.

Tubuh pangeran itu tersentak-sentak naik turun menuruti hentakan kejantanan sang abdi yang brutal.

"Aku akan membuatmu tergila-gila padaku. Sungguh gila. Hingga kau tidak bisa memikirkan yang lain" Kata abdi itu dengan seringai.

Bibirnya kini menempel di leher sang pangeran; yang dengan tak tau diri membuat kissmark disana.

"Errm... Ah, yeah.... Yeah... Termasuk deng—ahhn calon suamiku?"

"Hn. Termasuk dia juga"

"Lakukan. Kalau begitu, buat aku lupa padanya...—jangan, ah ah ah... Biarkan aku memikirkan raja tua bangka itu, akuuuh punyamu"

Pangeran hampir saja benar-benar gila karena hampir mencapai 'puncaknya' yang kesekian. Tapi tiba-tiba hentakan di lubang nya berhenti.

"Ap-apa yang kau lakukan? Kenapa kau berhenti?"

Fortitude (Oneshoot)Stories to obsess over. Discover now