1

184 37 27
                                        

Seorang gadis berambut pendek tergesa-gesa berjalan ke arah kelas 12IPA 2, malah gadis itu terlihat setengah berlari dan entah apa yang membuat gadis itu sebegitu tergesa-gesanya, semua orang yang dilalui melihat aneh kearahnya.

"Gwen! Parah banget! Sumpah lu harus liat..lu..lu,," Cera gadis yang tergesa-gesa tadi menghampiri sahabatnya dikelas, yang bernama Gwen.

"Oke, breath... tenang, jelasin dulu ada apa Cer!" Gwen berusaha menenangkan sahabatnya yang seperti dikejar setan, Cera menggeleng-geleng tidak menyetujui ucapan Gwen yang berusaha menenagkan dia.

"Gak... jangan suruh gue tenang, gak bisa! Ayo ikut gue, Alexa cari masalah lagi!" Cera sudah menarik tangan sahabatnya itu dan membawanya ke lapangan olahraga sekolah mereka, mendengar nama Alexa tak ada pilihan lain selain mengikuti Cera.

Apa lagi yang dilakuin anak bodoh itu! Batin Gwen.

Lapangan olahrga sudah penuh dengan murid-murid yang menyaksikan pertarungan antara Alexa, gadis yang dikenal dengan selalu mencari keributan disekolah yang tak lain adalah sahabat Gwen dan Boy, wakil gengster paling disegani satu sekolah, Alexa terlihat memberikan bogem mentahnya pada sudut bibir Boy, dan cowok itu hanya menerima pasrah apa yang dilakukan Alexa, melawan Alexa sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

"You are a coward Boy!" ucap Alexa penuh emosi, disebelah Boy terlihat Samudra, ketua geng disekolahan mereka yang tak lain juga adalah ketua osis sekaligus penyumbang dana terbesar disekolah Pelita Harapan ini. Samudra terlihat sangat tidak terima karena temannya diperlakukan seperti itu oleh Alexa, namun sahabatnya Boy memberi kode pada Sam untuk tidak ikut campur.

Gwen yang melihat kejadian itu dan tahu persis apa alasan Alexa memukuli lelaki itu langsung berlari ke arah Alexa dan Boy, Gwen melerai mereka berdua, Alexa sempat menggeram kesal ke arah Gwen karena sudah ikut campur.

"Udah Lex! Mau berapa kali lagi lu masuk bp hah?!" sentak Gwen geram, "Bodo amat! Gue harus kasih pelajaran ke cowok brengsek itu Gwen! Minggir" Alexa menyuruh Gwen mundur, dan bukan Gwen jika tidak bisa menjinakkan Alexa, "Alexa! Denger kata-kata gue, atau sumpah gue bakal marah sama lu banget! Stop it! Bukan Cuma lu yang marah sama Boy! Lu pikir gue gak marah? Cera gak marah? Tapi gak gini Gwen! Even he not trying to attack you back!"
"Iya Lex, udah dong, jangan cari masalah" ucap Cera menyetujui ucapan Gwen, Boy terlihat menyeka darah yang muncul disudut bibirnya, Alexa memberi tatapan tajam pada cowok yang sudah menyakiti sahabatnya itu.

"Gue ingetin sama lu bangsat! Jangan deketin sahabat gue lagi! Mulai sekarang, lu sama Khanza, gak ada hubungan apapun!" tegas Alexa, masih dengan emosi yang berapi-api.

Boy hanya diam, disebelahnya Samudra yang biasa dipanggil Sam, cowok yang ditakuti hampir seluruh siswa-siswi disekolah ini karena ketampanan dan kekuasaannya angkat bicara. "Eh Lex, lu pikir siapa bisa seenaknya memutuskan hubungan seseorang?" ucapnya sinis pada Alexa, Alexa membelalakkan matanya bergerak selangkah untuk siap menonjok muka Samudra, namun Gwen terlebih dahulu membuat Alexa diam, Gwen memberi kode pada Cera untuk menahan Alexa, dan kini giliran Gwen yang maju berjalan mendekati Samudra.

Gwen berdiri tepat didepan Samudra, dia harus mendongak agar bisa melihat wajah Samudra yang jauh lebih tinggi darinya.
"Apa?" tantang Samudra.
"Bilang sama temen lo yang brengsek ini, jadi cowok, jangan kayak banci!" ucap Gwen menunjuk pada Boy, dan tatapannya masih mengarah pada Samudra, sebenarnya Gwen tidak berniat berurusan dengan Samudra, namun cowok itu sudah ikut campur dan dia tahu bahwa Samudra seperti apa, dia seorang cowok yang sangat membela sahabatnya mati-matian, sama seperti dirinya.

"Apa lu bilang?" Samudra mengepal tangannya, berani sekali Gwen berbicara seperti itu padanya, gadis munafik itu, ya Samudra menganggap Gwen adalah gadis munafik, karena baginya Gwen sangat naif, berteman dengan ketiga cewek yang dia tahu persis bahwa ketiga cewek itu yaitu Cera, Alexa dan Khanza adalah cewek yang jauh dari kata baik, sedangkan menurut Samudra, diantara mereka berempat Gwen yang paling tidak memiliki masalah dan terkesan paling baik diantara mereka berempat, dan dengan bodohnya Gwen mau-maunya berteman bahkan bersahabat dekat dengan ketiga gadis itu.

Tomorrow, Will Be BetterStories to obsess over. Discover now