Gadis itu melangkahkan kaki panjangnya dengan nafas yang tak beraturan sambil menenteng sepatu yang belum terpakai di tangan kanan dan kirinya.
"Pak Budi, langsung ke sekolah ya pak, hah hah" Katanya pada Pak Budiㅡsupir pribadi keluarganyaㅡ yang masih dengan nafas yang tersengal.
Iya Non Keyla, sampeyan sudah telat toh?" Ucap Pak Budi dengan logat jawanya yang sangat kental.
"Iya nih, Pak."
Dengan langkah tergesa Keyla segera masuk ke mobil dan segera memakai sepatu yang ia tenteng sedari tadi, serta tak lupa ia menguncir kuda rambutnya yang masih basah tentunya. Tapi apa pedulinya? Yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana cara agar ia cepat sampai tujuan.
Bingung? Takut? Tentu saja itu yang Keyla rasakan saat ini. Mau ditaruh dimana harga diri seorang Keysha Laurin, anak baru yang sudah mulai telat saat baru memasuki hari kedua? Oh tidak, sifatnya itu memang tak dapat berubah, keras kepala dan kurang disiplin. Namun di satu sisi ia cantik, mudah bergaul juga blak-blakan dan tentu saja pintar. Jika kalian sangka seorang Keyla memiliki IQ yang rendah, Nope. Kalian belum sampai pada kesimpulan terakhir.
Ada tiga alarm di rumahnya namun ketiganya sama sekali tak membantunya untuk terbangun. Entahlah, mungkin ia sangat pro untuk soal tidur, itulah yang di katakan semua orang yang dikenalnya.
Untuk alasan mengapa ia pindah sekolah, itu karena Ayahnya di pindahkan untuk bertugas kembali di Ibukota setelah dulu ia pindah ke Bandung saat SMP.
"Duh, macet Non," Ucap Pak Budi sambil celingak-celinguk kekanan dan kekiri.
Keyla hanya mendesah dengan kepala yang di angguk lemah, kali ini ia gugup luar biasa. Bagaimana tidak? Guru hari ini yang mengajar belum masuk ke kelasnya kemarin dan untuk jadwal pelajaran yang kedua kalinya ia malah akan membuat kesan buruk di pertemuan pertamanya? Ah, mungkin guru ini benar-benar akan memanggangnya di bawah sinar matahari atau mungkin membuat jari lentiknya menjadi kaku dengan menyuruh Keyla merangkum sebanyak 3 bab. Memikirkan itu saja sudah membuat Keyla pusing.
Drrt.. Drrt..
Lifah Kurus Is Calling ...
"Halo, Lif?"
"KEY! LU GILA? UDAH JAM BERAPA NIH!" Ucap Lifah gila-gilaan dengan suara toa nya. Fyi, Keyla dan Lifah cukup dekat mengingat Lifah adalah teman Keyla sewaktu sekolah dasar dulu yang terpisah karena Keyla pindah ke Bandung, dan saat ini ia kembali dipertemukan dengan Lifah.
"I..i-iyaa Lif, gue kesiangan."
"Lo harus buruan dateng, jam segini pasti gerbang depan udah tutup kayaknya lo terpaksa lewat belakang deh Key"
"Eh? Emang bo..boleh?"
"Pokoknya lo kudu ati-ati nih ye, soalnyaㅡeh gue matiin gurunya udah dateng nih, bye!"
Pip
"Eh, Lif! Halo! Lifah!!"
Argh.. Desah Keyla sambil meremas ujung rok nya dengan kuat. Sungguh ia tak dapat berfikir dengan jelas, entah hukuman apa yang akan ia dapatkan hari ini.
"Oh iya, Pak Budi, langsung lewat gerbang belakang aja ya, Pak" Ujar Keyla tergesa-gesa.
"Oh, oke Non,"
___
ㅡKeysha Laurinㅡ
Gue berlarian masuk menuju gerbang dengan nafas ngos-ngosan dan rambut yang entah berbentuk apa.
YOU ARE READING
Because That Is You
Teen Fiction"Karena itu adalah lo, entah mengapa gue merasa aman." Keyla tak menyangka, pindahnya ke Ibukota sangat berpengaruh besar. Terlibat dengan pentolan sekolah membuat ia merasa seperti tidak ada penyesalan saat dulu ia mengambil langkah itu. Karena Ary...
