00. Prolog

350 47 1
                                        

Sebuah rasa adalah hak bagi setiap manusia. Entah itu rasa bahagia, sedih, gelisah, ataupun kecewa. Namun, jika ada suatu rasa yang dimana ialah campuran dari keempat pernyataan diatas, bisakah hal itu masih disebut dalam konteks yang sama?

Di kisah ini, terdapat beberapa hati yang saling bergelut memperjuangkan hati yang lain.

Ada yang dengan mudah mendapatkannya sebab rasa yang ia miliki berbalas; ada yang sulit mendapatkan karena rasa yang ia beri hanya dianggap bagai angin lalu; dan ada pula rasa yang sekian lama bertahan akhirnya tak berujung akan rasa yang dipertahankan.

Lantas mampukah mereka semua mendapatkan masing-masing hati yang mereka inginkan?

Tanpa disadari, kini timbul satu ungkapan yang dibubuhi tanda tanya besar.

Bagaimana jika rasa yang sudah saling berbalas namun ternyata rasa tersebut tidak ditakdirkan bersama oleh sang Maha pembolak-balik hati?

Dapatkah mereka bertahan dan saling memperjuangkan? Atau ... bisa jadi, mereka memang betul-betul tak mampu bersatu di dalam garis yang sama.

Lalu sekarang bagaimana?


Bintang BiruStories to obsess over. Discover now