Prolog

4.4K 456 38
                                        

Sinar matahari masuk dari celah celah gorden pemilik seorang gadis sedang tidur dengan lelap. Di iringi dengan suara alarm digital berusaha membangunkan seorang gadis itu tersebut.

Kringg kringg kringg

Di lihat ke arah jam itu menunjukkan pukul 06.25, lalu dia bangun dan beranjak ke kamar mandi untuk siap siap ke sekolahnya. Sekitar lima belas menit gadis itu keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian seragam sekolah putih abu abunya.

"Sip. Selesai" ucap gadis itu yang sedang berdiri di depan kaca melihat penampilan sederhananya namun tetap cantik.

Alinda Syaquila, adalah gadis yang berparas cantik, mempunyai satu Kakak perempuan yang berbeda satu tahun dari Alinda. Alinda bersekolah di SMA Mutiara Bangsa, kelas 11 IPA1. Dia juga termasuk anak yang pintar, tapi kedua orang tuanya tidak tau akan kepintaran anaknya itu.

"Pagi Mah, Pah" sapa Alinda dengan ceria ketika ia sudah sampai di meja makan. Namun tidak ada respon oleh kedua orangtua nya. Ya, menurutnya ia sudah biasa buat Alinda, memang keluarganya ini seperti itu. Mamanya sedang sarapan dengan tenang, Papahnya sedang membaca koran dengan secangkir kopi.

Tidak lama kemudian Kakaknya pun turun dengan pakaian yang serupa dengan dirinya. Itu Syakila.

"Pagi Mah, Pah" sapa Kila dengan raut wajah yang gembira. Lalu ia menghampiri kedua orangtuanya kemudian mencium pipi kedua Mama dan Papanya.

"Pagi sayang" ucap Mama dan Papanya. Tidak lupa dengan senyuman hangatnya.

Sesak.

Itu yang ia rasakan.

Alinda memasukan suapan terakhir ke dalam mulutnya, matanya sudah berkaca-kaca, ia sudah tidak tahan. Alinda ingin sekali seperti Syakila, Kakaknya yang selalu di beri perhatian lebih oleh kedua orang tuanya, sedangkan dirinya tidak pernah di beri perhatian sedikitpun.

Setelah sarapannya habis Alinda pamit untuk berangkat ke sekolah. Alinda dan Syakila memang satu sekolah, tapi dia tidak pernah berangkat bersama oleh sang Kakak, karna Syakila itu tidak mau ada orang yang tau kalau Alinda itu adiknya sendiri.

"Mah, Pah, Alinda berangkat dulu ya" sekali lagi tidak ada respon sedikitpun dari kedua orangtua nya. Ia hanya bisa memejamkan mata.

Setibanya di depan halte, angkot yang akan mengantarkan ia ke sekolah sudah datang, ia duduk di salah satu kursi belakang pojok. Setelah sampai ia mengasih uang lima ribuan kepada supirnya.

Alinda berjalan menuju kelas nya yang berada di lantai tiga, kakinya menyusuri koridor koridor kelas sebelas lainnya. Alinda mengeluarkan iPhone nya yang berada di saku rok, ia juga mengambil earphone didalam saku seragamnya. Ketika Alinda sedang memilih lagu yang akan dia putar tiba tiba-

'BRUKK'

Alinda terjatuh karena menabrak sesuatu. Sedangkan yang di tabrak tidak jatuh seperti Alin.

"Kalo jalan itu pake mata dong!" ucap Alinda kesal sambil menepuk rok bagian belakangnya yang kotor terkena lantai.

"Yang ada lo yang jalan itu pake mata, udah salah nuduh lagi, lagian kalo jalan tuh jangan main hp" ucap seorang cowok yang Alinda tabrak tadi.

"Udah tau gue lagi main hp, ngapa lo kaga minggir"

Cowok itu hanya mengangkat bahunya acuh. Langsung saja Alinda pergi dari tempat kejadian dimana ia menabak cowok itu, karena lima menit lagi bel masuk akan berbunyi. Untung saja ketika ia jatuh handphone nya tidak kenapa kenapa.

Sesampai di kelas 11 IPA1 Alinda melihat sahabat nya yang sedang memainkan iPhone nya. Muncul ide di pikiran Alinda untuk mengerjai sahabatnya itu.

'DORRR'

Alinda memegang kedua bahu sahabat nga itu begitu kencang. Bella yang sedang asik dengan dunia ponselnya pun sampai kaget bukan main. Hampir saja ponselnya itu mencium lantai tapi untungnya langsung di tangkap oleh dirinya.

"Anjirr si goblok! Gue kaget bego! Untung gue gak punya penyakit jantung, gue gak mau mati muda Alinda" ucap Bella kaget sambil mengelus dadanya. Alinda yang melihat Bella seperti itu hanya tertawa.

Arabella Nauralia dia adalah sahabat Alin dari kelas 1SMP sampai sekarang, mempunyai wajah yang cantik, cerewet, suka banget yang namanya 'gosip' sabar aja dah Alin punya sahabat kaya Bella, Bella itu otaknya pas pas-an beda banget sama Alin yang jenius. Heheheh

"Lagian lo nya asik main hp mulu sih, masa gue dateng lo gak tau" Alin mengerucutkan bibirnya.

"Iya iya maaf Alinda ku sayang"

Bel sudah berbunyi artinya pelajaran pertama di mulai. Bu Neneng selaku guru matematika, guru yang paling di gemari oleh anak muridnya, walaupun umurnya sudah sekitar 50-an tapi cara mengajar beliau sangat lah asik dan dalam hal menerangkan materinya dapat mudah di mengerti.

Ini cerita aku yang kedua teman teman, semoga suka ya 😊

Happy reading∽

Rabu, 05 Juli 2017

15:00

LET ME GOMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon