Halte Bus

103 4 5
                                        

Bau ini sudah tak asing bagiku, ya bau tanah yang terkena air hujan. Halte bus siang ini tidak terlalu ramai, mungkin karna siang ini waktu jam sekolah dan jam kerja. Entah mengapa aku sangat menyukai hujan, mungkin karna jika hujan turun tak banyak orang yang akan aku temui.

Januari 2015

Aku tidak suka bertemu banyak orang, membuat suatu hubungan dengan orang lain membuat aku tidak menjadi diri sendiri, menjadi orang lain dan tidak merasa bahagia.

Siang ini aku merasa tidak ingin bertemu dengan orang-orang. Aku pergi dari rumah dan bilang kepada ibu akan berangkat sekolah dan pulang terlambat untuk tugas kelompok dan tentu saja aku bilang kepada ibu agar tidak menghubungiku, karna aku harus mengerjakan tugas kelompok. tapi lihatlah apakah ini pertanda aku dikutuk karna berbohong kepada ibu ? ah bagus bajuku basah dan aku merasa sangat kedinginan. bus yang akan aku naiki akan datang pukul 10.45 , sebentar lagi.

*

Jalan ini tidak berubah tetap tenang dan banyak pohon di pinggir jalannya membuat siapaun yang berjalan tidak merasa lelah. Perjalanan yang aku tempuh tidak terlalu jauh dan membuat baju yang tadi terkena hujan masih belum kering. Aku rindu dengan jalan ini, membuat hatiku merasa sesak.

"Halmeoni !" teriakku kepada seseorang yang sedang merajut sebuah kain.

"SeungJi ? ahhh~kenapa kamu datang ke sini ? lihatlah kenapa kamu basah seperti itu ? apa yang terjadi ? bagaimana dengan sekolahmu ? kenapa kamu ke sini ? kenapa ?" nenek terlihat khawatir kepadaku

"kenapa halmoeni menanyakan banyak pertanyaan ? membuat aku pusing, ahh lupakan aku lapar , aku ingin makan." balasku pendek

"Apa terjadi sesuatu ? bagaimana dengan ibumu ? apa dia tau kamu ke sini ?" nenek terlihat tidak mempedulikan perkataanku.

kupeluk tubuh renta ini dan berkata "Aku rindu masakan halmeoni karna itu aku datang ke sini, jangan menanyaiku pertanyaan lagi aku bisa mati kelaparan"

"Apa anak ini sudah gila , aigoo ! tunggu di sini aku akan membawakan makanan dan baju ganti"

Halmeoni tidak berubah dia tetep peduli terhadapku dan memarahiku karna sesuatu yang aku lakukan selalu tiba-tiba. masakannya tidak berubah, meski masakannya tidak semahal direstoran masakan halmeoni yang terbaik.

"Halmeoni, jangan menanyakan aku banyak pertanyaan lagi itu membuatku pusing, aku tidak bertengkar dengan ibu dan aku tidak bertengkar dengan temanku, aku hanya rindu masakan halmeoni, aku baik-baik saja."

"Baiklah jika itu yang benar terjadi, halmeoni tidak akan menanyakan hal-hal lain."

Pertemuan singkat itu membuat aku merasa bahagia, hari sudah mulai larut aku haru kembali pulang. jalan ini masih sama tidak ada yang berubah, diujung jalan terdapat pohon besar dan terdapat ayunan. Dulu aku sangat senang duduk di sana dan menunggu seseorang, aku selalu ingin segera duduk disana agar aku bisa menemuinya. jika mengingat hal itu aku seperti orang yang bodoh.

*

"Aku pulang !"

"SeungJi, pakaian apa yang kamu kenakan ?" ibu melihatku dengan tatapan heran

"Aaaa~ ini punya temanku, aku lupa membawa payung dan basah, saat tiba di rumah temanku dia meminjamkan baju ini. Eomma aku sangat lelah, bisakah aku istirahat ? aku sudah makan jangan khawa..." tak sempat aku menyelesaikan perkataanku ibu memotongnya

"Oh baiklah, bagus kamu sudah makan ibu terlalu sibuk jadi tidak sempat memasak untukmu. jangan lupa besok pagi sebelum kamu pergi ke sekolah bereskan rumah ini , ibu terlalu sibuk jadi tidak membereskannya dan jangan lupa sebelum tidur setidaknya kamu harus belajar."

Apa yang aku pikirkan ibu tidak akan khawatirkan dirimu dia terlalu sibuk. sadarkan dirimu, semakin kulihat mengapa kamar ini terasa sangat sepi dan aku merasa sangat dingin. apa yang sedang kamu lakukan ? kenapa disaat ini aku memikirkanmu? itu membuat aku terlihat semakin bodoh. Han SeungJi sadarkan dirimu dia tidak akan pernah memikirkanmu. Hanya pejamkan matamu dan semua akan baik-baik saja, semua akan berjalan seperti semula. Lihat dirimu kamu masih bisa hidup meski tiga tahun tidak bersamanya lagi.

RAINBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin