Eps 1

651 33 8
                                        

(Play video lagu di atas ya👆🏼👆🏼👆🏼)

Eps 1

"Percayalah dia adalah yang terbaik untukmu"


*
*
*




17 September 2014

"Apa?! Eomma dan appa akan menjodohkanku?! Apa maksud semua ini?" Ujarku kaget.

"Eomma dan appa gak mau tau! Kau harus putus dengan Wonwoo! Wonwoo tidak ada apa-apanya, kau harus menikah dengan Mingyu." ujar eommaku meninggi.

Aku berlari masuk ke kamarku dan mengunci pintu kamarku. Aku menangis karena aku harus memutuskan Wonwoo. Pacarku yang sangat aku sayangi dan cintai itu.

.

.

.

20 September 2014

Hari ini aku bertemu dengan Wonwoo Oppa di sebuah café yang menjadi tempat favorit kami.

"Oppa, aku minta maaf ya, aku harus memutuskan hubungan kita ini." ujarku menunduk.

"Aku mengerti Yuna, kau jaga dirimu baik-baik, bahagiakan calon suamimu itu ya." ujar Wonwoo memendam kepalaku dalam pelukannya.

"Aku gak mau sama Mingyu! Aku maunya sama oppa!" Ujarku agak kesal dan melepas pelukannya.

"Kamu kapan menikah?" Berusaha untuk mengalihkan pembicaraan

"Entahlah." Jawabku menatap ke arah lain.

"Jangan kawin lari, dan jangan ancam dirimu sendiri." ujar Wonwoo menenangkanku.

.

.

.

12 Januari 2015

Pada akhirnya aku menikah juga dengan Mingyu. Setelah resepsi, aku dan Mingyu langsung ke rumah Mingyu. Aku merebahkan tubuhku setelah berjam-jam berdiri menyambut tamu pernikahanku.

"Kau tak mandi?" Tanya suamiku. Ya, aku sekarang telah menjadi istri resmi dari Mingyu, Kim Mingyu.

"..." aku hanya mendiamkannya.

"Baiklah, mungkin kau lelah." ujarnya seraya masuk ke kamar mandi.

Aku setengah tidur, aku juga sedikit khawatir dengan Mingyu.

"Kau benar tak mau mandi?" Tanyanya.

"...."

"Sepertinya kau benar-benar lelah." ujarnya seraya mengusap kepalaku lembut.

Akhirnya akupun tertidur.






















***
I Love You Until End
***



















Paginya

Mataku mulai terbuka karena sebuah suara yang memecah tidur nyenyakku.

"Haisss... apa sih itu?!" Ujarku seraya keluar dari kamar.

Di dapur

"Eh!? Selamat pagi Yuna." ujar Mingyu yang sebelumnya membersihkan pecahan-pecahan kaca.

"Hmm? Kau ini apa-apaan?! Pagi-pagi sudah berbuat keributan" ujarku ketus.

"Aku hanya ingin membuatkan sarapan untuk kita berdua." ujar Mingyu dengan ekspresi yang sedih

"Hais... aku tak mau sarapan, aku akan mandi lalu pergi bekerja. Terserah kau mau apa." ujarku sinis dan langsung meninggalkannya.

"Aku akan tetap membuatkanmu bekal." sahut Mingyu saat aku menaikki tangga.

Setelah selesai membuat sarapan, Mingyu melihatku masih bersiap-siap. Ia membuatkan sekotak bekal sandwich dan menaruh kotak tersebut di atas kasur. Disana tertempel sticky note berwarna kuning.


Dimakan ya sayang♡
-Mingyu

"Kekanak-kanakkan sekali...." gumamku memasukkan kotak bekal tersebut dalam tas kerjaku.

Saat aku turun...



***

Tbc

Tinggalkan jejak ya readers :)

Vomment (vote and comment) please :)


Klik👇🏻

I Love You until End [✔]Stories to obsess over. Discover now