Satu

44 3 0
                                        

Author's POV

Flashback on

Di musim dingin yang dipenuhi salju. Terlihat seorang wanita yang kelihatan masih berumur 20-an itu sedang berjalan menyusuri jalan yang penuh akan salju. Ia masih berjalan dan berusaha menjejakkan kakinya untuk menuju ke suatu tempat. Ia terlihat menggendong seorang bayi mungil di dekapannya, bayi itu tertidur pulas dalam dekapan ibunya itu.

Kini mereka sudah sampai di bawah pohon yang daunnya sudah meranggas itu, yang hanya tersisa ranting dan dahan yang dipenuhi oleh salju.

Sang ibu meletakkan anaknya di bawah pohon tersebut. Ia elus wajah mulusnya, ia pandang mata sang bayi yang terpejam. Ada rasa sakit yang tergores di hati wanita itu ketika ia memandang seluruh bagian wajah bayi itu.

Tak disangka-sangka air mata meluncur dengan mulus di pipi wanita cantik itu. Tak lama air mata mulai memupuk untuk dikeluarkan lagi, dan lagi hingga wanita cantik tersebut menangis tersedu-sedu.

"Maafkan aku hiks maafkan aku,"

Setelah mengatakan kata maaf berulang kali, akhirnya wanita itu berdiri, membalikkan badannya dan terdiam sejenak. Dipandangnya lagi sang anak yang masih tertidur pulas dalam selimutnya itu. Lalu, ia langsung memalingkan wajahnya dan berlari tak tentu arah sambil menangis. Tangisan yang ia berikan bisa membuat siapa saja yang melihatnya ikut merasakan kepedihan hati yang sedang dirasakan wanita itu.

Flashback off

~~~

Hotel

Di sebuah kamar terdapat sepasang insan yang sepertinya memiliki ikatan sebagai sepasang kekasih. Mereka sedang berbaring di atas kasur dalam keadaan terjaga.

"Apakah ada yang aneh bila aku berkata dapatkah aku hidup seperti ini? Tidak bisakah seseorang hidup tanpa tujuan?" Ucap Taehyung pada wanita yang ada di sebelahnya itu.

"Bagaimana seseorang bisa hidup seperti itu?" Ucap Sora menjawab pertanyaan yang Teahyung berikan.

"Benarkah?"

"Seperti apa keluargamu?"

Tanya Sora pada Taehyung.

Mendengar pertanyaan yang baru saja Sora layangkan pada Taehyung, tiba-tiba saja pikirannya memutar ulang memori dimana ada seorang wanita yang sedang meletakan seorang bayi di bawah pohon. Tak ingin terlalu terlarut dalam pikirannya, Taehyung langsung menepis semua pikiran itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ke luar ga."

Satu kata yang keluar dari mulutnya, kata yang ia ucapkan dengan nada seperti orang yang tidak mengetahui apa arti dari kata 'keluarga'.

~~~

Di sebuah rumah yang megah, terlihat seorang wanita sedang berolahraga di atas treadmill sambil ditemani televisi yang sedang memberitakan keadaan perusahaan K, perusahaan milik Tuan besar Kim Heechul ayah dari Kim Yeonju.

Mendengar berita itu, memori Yeonju tentang ayahnya tiba-tiba saja terlintas. Ayahnya yang sedang tertidur di atas kasurnya dengan banyaknya alat yang menempel pada tubuh ayahnya, ayahnya bukan tertidur biasa, ayahnya itu sedang dalam keadaan koma. Dengan keadaan seperti itu, Yeonju lah pewaris satu-satunya perusahaan K saat ini. Dan kekuasaan sementara diambil alih sementara oleh Min Yoongi, tunangan Kim Yeonju.

"Aku tidak bisa berakting sebagai CEO lagi, selama CEO masih hidup pernikahan antara aku dan Kim Yeonju-"

Ucapan Min Yoongi terpotong kala melihat Yeonju yang mengacuhkannya dan berjalan masuk ke dalam kamarnya itu.

That Winter, The Wind Blows | Kim Taehyung X Kim YeonjuStories to obsess over. Discover now