PROLOG

174 27 8
                                        

"shofa, ps yuuk" ajak manaf, sahabat shofa sejak ia pindah dri tempat kelahirannya hingga kini usiany 6 tahun..

"Ayo! Kli ini shofa pasti menang!"seru shofa dg semangat sambil menarik tangan manaf bergegas masuk kerumah manaf dan bermain ps(Play Station) dg segera..
.
.
.

*usai permainan kala itu menghabiskan waktu seharian

Senja kini sambut senyum ceria dri bibir mungil 2 sahabat ini. Entah sejak kpan kebiasaan setiap sore mereka bergandeng tangan menuju sawah nan indah dan sedap tuk di pandang.

"shofa,aku mau bilang sesuatu sama kamu.."manaf memecahkan keheningan karna shofa asyik dg pengamatannya pda alam yg tuhan ciptakan.

"Tinggal ngomong aja.."jawab shofa sambil melepaskan tanganny dan berhadapan dg manaf.

"Sebenernya.."manaf menggantungkan ucapannya

"Yaah..?"balas shofa dengan sedikit mengangkat alisny krn penasaran.

"Eemnh.. sebenernya aku.. emm.. aku, aku itu.. ss.."

"Sebenerny manaf itu apa? Sss ap?" shofa mulai penasaran,hingga ia terus mengguncang2kan badan manaf yang memang lebih kurus dari shofa.

"Aku.. ss" lagi2 manaf menggantungkan ucapanny.

"Manaf, kali ini jangan bikin shofa penasaran, kmu kn tau shofa itu org ny penasaran banget, walaupun suka nggak enakan sama orang siih.. hehehe.. Tapi kali ini seriuuus, naf,shofa gk mau manaf pergi,shofa mau kita terus sama2 kaya gni , manaf terus ada buat shofa yaah..!" shofa memeluk erat manaf,sahabatny. Manaf kembali memeluk erat shofa.

"shofa,manaf cma mau bilang manaf itu..sahabat nya shofa kan?.." akhirnya manaf mengucapkan apa yg ingin ia ucapkan, meski seperti terlihat khawatir dan menyembunyikan sesuatu.

" iya dong, emang kenapa??"
" klo manaf pergi shofa jangan sedih ya..!"
" dih, gk mau laah.. Manaf gk boleh pergi pokonya!!" hardik shofa
" lah, ko gitu..."
" iyalaah, kan kita sahabatan, lagian manaf mau pergi kemana sih??"
" mau pergi ke rumaaah weee" sambil menjulurkan lidahnya dan kedua tangan masing2 membentuk tanduk manaf berlari dan d kejar shofa.
"dah ah..cape tau!" kata shofa dg nafas tersenggal2, Manaf menghampiri shofa dan mereka dduk bersamaan.
"Shof"ucap manaf ketika keduanya sudah sama2 dduk
"hah??"
"kmu tau jepang gk?"
"tau, kerupuk kan?"
"ih.. Serius??"
"aku dua rius hayoo"
" ituloh negara yang jauuuuh banget dari sini"
"oh itu, emang knp??"
"gk siih.. Nnya doang hehe, pulang yuk!!"
"ayo"
Mereka pulang bersama dg tangan bergandengan seolah tidak akan pernah lagi seperti ini.
.
.
.
*esok hari..
#

shofa prov

Cahaya matahari menerobos bening kaca jendela kamar yg telah di buka lebar tirainy oleh ibu jiah, ibu ku

"De..ayo turun kita sarapan, sekarang kita akan ke Jakarta."teriak ibu dari ruang makan milik kami..

tanpa menyahut ku sambil berjalan membuka pintu dan turun tanpa membuka mata.
"De, bangun ayo mandi sarapan, trus kita berangkat!" Perintah ibuku sambil mencoba menyadarkanku.

"Kita mau kemana bu, dede ada janji sama manaf.."jawab ku sambil berjalan ke kamar mandi.

"Kamu ngigo? Manaf dan keluarga kan, pergi ke jepang de..!"ucap ibu sedikit teriak karna aku sdh d dlm kamar mandi.

"Pergi?ke jepang? kapan bu? ko manaf gk ngomong ke dede?"ucapku sambil keluar kamar mandi.
Aku menangis dalam pelukan ibu dan ibu mencoba menenangkanku, Aku masih saja menangis layaknya kehilangan boneka mainanku.
Setelah aku tenang, ibu pergi mengambil seauatu dari kamarnya, ada sebuah baju bertuliskan my best friend dg panah menunjuk arah kiri berukuran L dewasa, berwarna hitam dg garis putih d lengan.
"Baju siapa bu?"
"itu untuk dede!"
"itu besar sekali ibuu"
"yasudah simpan ibu dulu ya, KLo sdh pas dde minta aj sama ibu"
"ya bu.."
Aku berjalan menuju kamar mandi melanjutkan mandiku, sembil membuka pintu kamar mandi.
"manaf jahat"


maaf typo dimana2 wkwk
Ceritanya emang gk jelas:v
Mohon vote dan coment ya..
Dan kritik sarannya kakaaak

Peran UtamaStories to obsess over. Discover now