5

1.1K 188 20
                                    

Hari ini seperti yang diucapkan taeyeon kemarin ia akan menilai vocal untuk group wanita didampingi haechul, sedangkan yoona ia memilih menerima laporan saja sejak percakapan kemarin ia merasa belum siap.
Keenam gadis itu berdiri manis dihadapannya, sedangkan anak lakilaki duduk dibelakang memperhatikan, ini juga termasuk dalam pelajaran vocal.

"Son Naeun dan Oh Hayoung, masalah kalian ada pada Nada tinggi dan tempo lagu, kalian harus mengikuti musik bukan sebaliknya" ujar taeyeon tanpa melihat yang ia sebut.
"Kim Namjoo dan Yoon Bomi kalian memiliki keselarasan yang sama tapi Bomi kau lebih kuat, lalu Park Chorong dan Jung Eunji pencapaian Nada tinggi kalian tidak diragukan, hanya saja chorong kau harus bisa mengolah vocalmu jika tidak kemampuan vocalmu hanya begitu saja"

tutup taeyeon setelah menilai vocal para murid barunya itu.
Semuanya mengangguk mengerti, karena penilaian seorang Kim Taeyeon masih sama seperti guru guru yang lainnya.

"Baiklah, ketua panggil teman temanmu maju dan bergantian dengan para gadis ini" perintah taeyeon, tanpa banyak kata mereka maju.

"Taeyeon-ah, bukankah murid lakilaki berbeda guru?" Tanya haechul berbisik.

"Siwon sunbae menyuruhku untuk mengajari mereka, karena guru yang diharapkan itu tidak datang" jawab taeyeon tak kalah berbisik. Para murid melihatnya heran apa ada yang aneh dari mereka hingga gurunya itu harus berbisik. Kai berdehem dengan pandangan jahilnya.

"Wow, apa haechul saem sedang mengajak taeyeon saem berkencan?"

Celetukan kai berhasil membuat taeyeon mendelik tajam lalu meleparkan Pena yang ia genggam namun kai berhasil menghindar membuat taeyeon semakin kesal.

"Ambilkan penaku" perintah taeyeon menunjuk kai langsung, yang disuruh tertawa kecil padahal tidak ada yang lucu sama sekali.
"Baiklah, mulai latihannya" ujar taeyeon setelah kai mengembalikan penanya tersebut.

-

"Aku tidak habis pikir kenapa oppa menyuruh kami untuk mengajar murid itu"

Ujar yoona mengepalkan kedua tangannya, ia sangat marah setelah menyadari tujuan dari senior tepatnya sang kekasihnya ini. Siwon bermaksud meraih tangan yoona namun dengan cepat gadis itu menghindar. Siwon menghela nafas panjang jika yoona sudah marah akan sangat sulit membujuknya kecuali dengan alasan yang sangat logis, dan hanya satu yang membuat alasan logis itu yaitu memberitahu tujuan yang sebenarnya.

"Duduklah dulu Yoona, aku akan memberitahumu semuanya" pinta siwon, Kali ini tanpa tolakan yoona langsung duduk disofa ruangan itu menatap siwon dengan menuntut.

"Kau ingat aku berkata, seperti melihat diri kita dalam diri mereka?"

Tanya siwon memulai ceritanya, yoona mengangguk ia mengingat karena satu alasan itu ia bersemangat menjadi guru sementara disini.

"Aku hanya tidak ingin mereka seperti kita nantinya" lanjut siwon melirih, tatapan menuntut yoona tadi menguap entah kemana mendengar kalimat siwon. Sekarang tatapan itu menjadi sendu, kilatan kilatan semasa mereka sekolah dulu melintas.

"Kenapa oppa sangat peduli?" Tanya yoona lembut, kembali seperti yoona yang biasanya. Siwon tersenyum lalu meraih tangan yoona menggenggamnya erat.

"Aku hanya tak mau mereka menyesal seperti kita"

-

Kedua belas murid sudah terbaring bersama diruangan itu, mereka baru saja berlatih dance dengan tempo gerak cepat ditambah bernyanyi dengan ritme cepat juga. Mereka menarik turunkan dada masing masing, peluh juga sudah membasahi badan mereka tapi yang lebih mengejutkan adalah mereka sekarang berbaring bersama. Diam diam haechul mengeluarkan ponselnya dan memotret hal yang langka terjadi secara diam diam. Taeyeon melihat kearah haechul lalu tersenyum bersama.

OUR DREAM - [EXOPINK] [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang