NKBS 1

9.5K 502 114
                                        

"Loh kok nggak sama sih jumlahnya?"

"Lah kok dibuat buku besar sih?"

"Ini jumlah neraca saldonya kok nggak seimbang."

"Eh Lil pinjem buku Lo dong!"

"Emang ada PR ya?"

"Eh bukunya Nelvia mau Lo bawa kemana? Sini balikin. Gue duluan yang minjem."

Suara riuh seperti pasar malam itu terdengar sampai di luar kelas. Mereka semua di dalam kelas sudah sibuk dengan buku PR mereka. Seperti biasa, kelas X Akuntansi 2 itu selalu ramai kalau pagi. Didukung juga suasana kelas yang notabennya cewek semua, mirip perkumpulan ibu PKK, tak ada saupun cowok yang menghuni kelas itu. Ya kelas X akuntansi 2 ini adalah kelas dengan murid cewek semua diantara keempat kelas akuntansi lainnya. Jadi kalian tahu sendiri bagaimana cewek cewek itu, banyak omong, sudah pasti, suka gosip, tentu, apalagi kalau ngomongin cogan, ah udah pasti nggak kenal waktu.

"Eh Aya pinjem buku folio lo dong." Pinta Anjas setelah sampai di depan bangkunya yang berada di depan bangku Aya. Aya menatap bosan pada Anjas.

"Lo nggak ngerjain PR lagi?" tanya Aya yang pasti sudah tahu jawaban dari Anjas.

Anjas cengengesan, "Lo kan tau gue sibuk banget di OSIS, nggak sempet ngerjain PR Akuntansi." Aya mendengus kesal mendengar jawaban itu lagi. Ia menatap sengit pada sahabatnya itu.

"Cari pacar aja sempet, masa ngerjain PR aja nggak sempet." Sindir Aya sambil mengambil bukunya di tas bermotif bunga bunga. Anjas lagi lagi nyengir tak jelas.

"Pacar itu penting, buat semangat belajar." Ucap Anjas sambil mengambil buku dari tangan Aya.

"Gue nggak tuh, tanpa pacar gue tetep semangat sekolah." Ucap Aya.

"Itu mah elo bukan gue." Ucap Anjas sambil menggaris di buku folionya membuat jurnal umum.

Aya tak membalas ucapan Anjas, ia mengalihkan pandangannya ke teman temannya yang lagi mengerjakan PR. Nah inilah Aya, cewek pendiem, tapi nggak pendiem amat kok, ia hanya malas kalau ngomongin tentang cowok apalagi setiap ketiga sahabatnya selalu ngomongin cowok, aahh dia seperti orang jones. Di hidupnya, ia sama kali belum pernah pacaran, deket sama cowok aja jarang. Dia tak ingin pacaran, karena pacaran menurutnya membuang buang waktu berharganya, lebih baik taarufan terus nikah. Kan lebih berfaedah dari pada pacaran terus akhirnya putus kalau nggak jodoh.

"WOY, NGLAMUN AJA LO!!" seru seorang cewek menggebrak meja Aya, membuat dia mengelus dada seketika juga. Aya menatap sinis cewek itu, dan cewek yang membawa tas tempat sepatu basket itu tersenyum tanpa dosa. Ia berjalan ke belakang dan menempatkan tas sepatu basket itu di sana. Lalu ia ke depan dan duduk di sebelah Aya.

"Kaget ya Lo?" tanya Diva lalu mengambil buku folionya. Dia adalah Diva, sahabat Aya sekaligus dua sahabat lainnya.

"Menurut Lo?" tanya balik Aya dengan suara yang agak tinggi. Gimana sih rasanya kalian kalau lo lagi nglamun terus ada orang yang ngagetin elo apalagi tadi Diva menggebrak mejanya dengan keras, pasti kesal kan.

"Lo nggak tahu aja gue kayak gimana. Mana buku lo? Jumlahnya seimbang nggak?" Diva menghiraukan ucapan Aya tadi, ia lebih fokus pada PR nya yang jumlah neraca saldonya nggak seimbang. Semalam ia sampai minum Bodrex karena pusing mikirin jumlah saldonya yang tak seimbang, dia juga semalam terus mencari kesalahan pada transaksi tapi tak menemukannya. Aya hanya bisa menghembuskan napasnya menghadapi kelakuan sahabatnya ini. kalau ngomong sama Diva sudah pasti menghabiskan emosinya.

"Tuh dibawa Anjas." Tunjuk Aya malas dengan dagunya.

"Yailah tuh anak nggak ngerjain PR lagi." Ucap Diva berdiri dari duduknya dan mengambil tempat duduk di sebelah Anjas.

Not Kompak But SomplakDes histoires addictives. Découvrez maintenant