Pagi ini aku berangkat ke sekolah. Hari ini adalah tahun ajaran semester baru. Aku bersekolah di SMA Permata Jaya. Aku berada di tahun terakhir.
Jarak sekolah dan rumah ku bisa di tempuh dengan jalan kaki. Setelah setengah jam berjalan aku sampai di sekolah dan menuju kelas ku.
Setiap siswa dan siswi berbisik-bisik mengenaiku. Bahkan ada yang berkata " Anak sial lewat minggir nanti sial ketularan!" ucapnya penuh penekana pada akhir kalimat. Semua siswa menjaga jarak mendengar itu bahkan ada yang tertawa.
Aku tiba di kelas 3 IPS-2 suasannya tak jauh berbeda saat di koridor tadi. Aku duduk di meja pojok belakang dekat jendela dan menundukkan kepalaku.
"Kapan ini semua berakhir. Papa, Mama, Kak Leo aku sudah gak kuat lagi. Kenapa kalian tak mengajak ku juga?!" ucapnya lirih sambil menangis.
2 tahun lalu...
"Kak, kapan Papa sama Mama sampai ?" rengeknya pada kak Leo(18).
"Sabar Vani (16), sebentar lagi Mama sama Papa sampai, Sabar donk" memusut kepala adiknya.
Saat itu hujan sangat deras. Terdengar suara ketukan pintu. Leo pun menuju pintu diikuti Vani. Saat dia membuka pintu. Terlihat 2 orang polisi , berkata
"Permisi. Apa benar ini kediaman Pak Darmawan dan Bu Sutiawati?" ucap salah satu polisi yang bertubuh tinggi besar.
Aku memegang lengan baju Kak Leo cemas. Kak Leo tersenyum padaku untuk menghilangkan kecemasanku.
"Iya , saya anaknya. Ada apa ya pak polisi datang kerumah kami?" Ucap Loe bingung. "Begini dek,... Kedua orang tua kalian mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat". ucap polisi .
Vani yang semula berdiri di samping Kak Leo terduduk lemas di lantai dan butiran- butiran air mengalir di pipi putihnya. Ia menangis tak percaya dengan berita itu. Leo memeluk adiknya untuk menenangkan namun, dia pun juga meneteskan air mata. Mendengar kenyataan itu.
"Vani, Vani, hei Vani. Sudah tenang ya, tenang" ucap Leo memeluk Vani dan mencium puncak kepala adiknya.
To be continue...
YOU ARE READING
Matahari Hidupku
RomanceSaat ini aku dalam masa yang sangat suram. Semua kejadian sebelumnya membuat semuannya terlihat gelap di mataku. Semua orang menyebutku pembawa sial. Ya, itu karna aku penyebab semua keluargaku meninggal. Namun, semua kegelapan itu sirna karna kehad...
