Seorang laki-laki korban bencana mendapat kekuatan misterius. Bencana yang bukan disebabkan oleh alam dan manusia. Saat bencana itu datang terulang kembali, apakah dia akan diam saja dan melihat korban yang sama?
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Half Human
The Divider
Seorang manusia yang dipilih oleh langit. Memiliki tugas untuk menjaga atau memusnahkan manusia. Dia bertualang ke penjuru negri. Tak pernah memiliki tempat tinggal dan tempat untuk kembali. Seorang laki-laki berjubah kumuh. Hidup sebatang kara selama sisa hidup.
Ia sedang melewati suatu kota di pinggir pantai. Kota itu terletak menghadap samudra selatan. Kota ramai bernama Karrawangi. Dia melihat dari atas bukit. Takjub akan keindahan kota yang sedang maju itu. kemudian dia pergi ke sana dengan berjalan kaki. Cukup jauh dia berjalan akhirnya dia sampai di kota itu.
Dia berjalan menelusuri pasar yang ramai ditengah kota. Dia terlihat menikmati suasana yang terjadi di pasar itu. Banyak anak kecil berlari-larian. Tak berapa lama dia melihat seorang pencopet mencuri tas milik seorang wanita. Wanita itu berteriak. Dia punya keinginan untuk mencoba menolong dan mengejar pencuri itu, tetapi dia sadar dia tak boleh mengganggu urusan manusia biasa. Oleh karena itu, dia hanya melihat pencuri itu kabur dan dikejar oleh beberapa pria dibelakangnya.
Tak berapa lama, ada seorang pemuda yang berteriak sambil menendang kepala pencuri itu. Pencuri tersebut terpental dan menabrak dinding. Kemudian dipukuli oleh beberapa orang dan diikat menggunakan tali seadanya. Pemuda itu menyerahkan tas yang diambil pencuri kepada pemilik aslinya.
"ini bu, tas anda..." pemuda itu menyerahkan tas dari pencuri.
"terimakasih nak... semoga kamu mendapat keberuntungan..." balas Ibu yang kecopetan.
"sama – sama bu.... Saya permisi dulu..." pemuda itu lalu berpaling dan pergi.
Saat berjalan pergi, pemuda itu melirik kepadanya, pria berjubah kumuh. Seolah berkata bahwa, "kau orang yang keterlaluan". Pemuda itu kemudian berlari pergi. Orang berjubah itu hanya melihatnya pergi. Lalu dia terus berjalan ke ujung pasar. Ujung pasar itu mengarah ke pantai yang landai dan panjang. Dia berjalan-jalan menelusuri pantai dan duduk di sebuah batang pohon yang terdampar di pinggir pantai. Dia teringat akan masa lalunya sebelum dipilih oleh langit.
12 tahun lalu. Pagi itu, saat bencana sunami terjadi di kampung halamannya, dia satu-satunya yang selamat dari bencana itu. Dia melihat banyak orang meninggal pasca sunami menerjang. Dia melihat ke arah pantai dengan penuh luka di tubuh. Dia melihat sebuah monster yang sangat besar di bibir pantai. Dia melihat dengan tatapan takut dan geram. Dia yakin monster itu lah yang menyebabkan sunami yang membinasakan semua keluarga dan kerabatnya.
Monster itu muncul selama beberapa saat sebelum kemudian kembali ke laut dan menghilang. Dia menangis dalam kesendiriannya. Dalam bencana dan kesedihan yang dialaminya. Saat itu sedang hujan ringan. Dia pergi ke tempat yang tidak terkena dampak sunami diatas bukit di utara kota. Dia melihat kota tempat tinggalnya hancur luluh lantah.