Adzrayan 1

29 3 2
                                        

Sinar mentari pagi menyinari seluruh ruangan yang bertemakan pink soft ini.

Seorang gadis yang sedang menikmati masa tidur nya, kini terusik oleh kehadiran fajar yang dengan sombong nya menyinari kamar ini dengan cahayanya.

Adzra Kanaya Mahardika seorang gadis yang kini terusik tidurnya oleh sinar sang fajar.

Adzra mengerjap-ngerjapkan mata nya menyeimbangi dengan sorotan cahaya yang masuk ke bola matanya.

Hari ini adalah hari pertama ia bersekolah di SMA Cendrawasih. Pekerjaan papa nya yang mengharuskan ia dan keluarga nya ikut pindah ke ibu kota Indonesia ini. Dengan mata yang masih mengantuk ia memasuki kamar mandi.

"Kak.. mama sama papa udah nunggu dibawah." Terdengar suara Khaila -adik Adzra yang usia nya terpaut 2 tahun, dibalik pintu kamar yang masih terkunci. Yang hanya dijawab gumaman kecil oleh Adzra.

Setelah bersiap menggunakan baju seragam sekolah yang lamanya Adzra berniat menemui orang tua nya yang sudah duduk manis di meja makan.

"Pagi mah" sapa Adzra yang baru menuruni anak tangga.

"Pagi juga, sayang" balas Nia -mama Adzra.

Adzra menarik kursi yang berada tepat di sebelah kanan Khaila, lalu mendaratkan bokong nya. Sambil mengoleskan selai cokelat ke roti yang akan menjadi menu sarapan nya kali ini.

"Ehem" Reno -papa Adzra berdehem.

"Mama doang nih yang disapa?" Sindir Reno.

"Kak Adzra mah gitu, suka pilih-pilih"

"Eh papa, pagi pah" balas Adzra dengan cengiran yang tercetak jelas di wajah nya. Berdalih menatap Khaila dengan tatapan tajam.

"Biasa aja dong ngeliatin nya. Gapernah ya ngeliat bidadari cantik"

"Bidadari? Masi cantikan juga tukang pecel sebelah"

Khaila, adik Adzra yang sekarang menduduki kelas delapan di sekolah baru nya SMP Cendikia. Jarak nya cukup jauh dari SMA Adzra, tetapi tidak jauh dari perusahaan papa nya.

"Pah anterin aku ya" pinta Khaila.

"Gak bisa, aku duluan"

Terjadi pertengkaran kecil antara Adzra dan Khaila disebabkan siapa yang dahulu diantar ke sekolah baru nya.

"Karena kantor papa dekat dengan sekolah nya Khaila, jadi papa yang akan mengantar Khaila" Reno memberi penengah.

"Dan karena sekolah Adzra dekat butik mama, mama yang akan mengantar Adzra" lanjut Nia.

Adzra mendengus kesal mendengar penjelasan dari kedua orang tua nya. Toh yang penting ada yang mau mengantar nya.

"Wlee.." ledek Khaila.

***

Hening.

Itulah kata yang pantas menyebutkan suasana didalam mobil Nia -mama Adzra.

Seorang gadis yang tengah duduk di sebelah kiri sang mama nya, tenggelam dalam pikiran nya.

Yang memikirkan bagaimana sekolah baru nya? Apakah ia akan bisa mendapatkan teman? Atau bagaimana teman-teman yang ia tinggal kan di negara nya.

Lamunan itupun seakan buyar pada saat Nia memberhentikan mobil di depan gedung bertingkat, yang Adzra yakini sekolah baru nya.

"Mah?" Panggil Adzra kepada mama nya, sebelum ia melangkahkan kaki nya keluar mobil.

"Hmm"

"Doain aku ya" pinta Adzra, walaupun ia tahu tanpa ia meminta doa sang mama akan terus mengirinya.

"Pasti" jawab Nia mantap.

Setelah itu Adzra langsung mencium punggung tangan Nia, dan diikuti Nia yang mencium puncak kepala Adzra.

"Goodluck" Nia memberi semangat.

Yang di balas senyum manis oleh wajah cantik Adzra.

Perempuan yang kini sudah berdiri tepat di depan sebuah bangunan yang bertuliskan SMA Cendrawasih, menjadi sorotan beberapa siswa disana.

Adzra langsung melangkahkan kaki nya masuk kedalam gedung sekolah baru nya. Mencari keberadaan ruang Tata Usaha, untuk mencari tau keberadaan kelas yang akan ia tempati.

Adzra telah memasuki ruang kelas barunya. Setelah berkenalan singkat di depan, Adzra memutuskan untuk mencari tempat duduk sendiri.

"Neng kursi sebelah abang kosong tuh, gada niatan buat nempatin ape?" Celetuk salah satu siswa. Adzra tersenyum kikuk menanggapi nya.

"Eh, jangan berisik" tegur pak Hadi, guru yang sedang mengisi jam pelajaran nya di kelas Adzra ini.

Pada akhirnya pilihan Adzra jatuh ke meja dekat jendela yang ada di barisan ke tiga. Disana sudah terdapat seorang siswi yang sedang fokus dengan tugas nya.

"Hai, gue boleh duduk sini?" Sapa Adzra seraya tersenyum lebar.

Siswi tersebut mendongak lalu membalas senyuman Adzra. "Boleh kok, duduk aja."

Ternyata gadis cantik berambut dibawah bahu yang tepat nya menjadi teman sebangku Adzra bernama Kia, lebih lengkap nya Azkia Fasya Daniella.

Adzra dan Kia bercerita banyak tentang sekolah ini, walau sudah beberapa kali di tegur oleh pak Hadi mereka terdiam sesaat kemudian melanjutkan cerita yang sempat tertunda.

Adzra mengira dia akan sulit mendapatkan teman di sekolah baru nya, namun keadaan nya terbalik dia sudah mempunyai beberapa teman di sekolah baru nya ini.

------------------------------------------------------

Tbc❤
30 Nov 2017

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 31, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

AdzrayanWhere stories live. Discover now