Seperti biasa, setelah bersiap-siap untuk berangkat, Nathalia Putri Anantha atau yang biasa di panggil Tatha oleh keluarganya ini turun untuk sarapan bersama keluarganya.
"Pagi semuaaa.." teriak Nathalia sambil menuruni tangga. Setelah itu ia langsung duduk di kursinya.
"Biasa aja kali Tha, masih pagi juga, udah teriak-teriak aja, budek tau kuping gue!" Sahut Nino yang sekarang berada di samping Nathalia.
"Yee biasa aja kali ka" jawab Nathalia sambil mengambil nasi.
Setelah selesai sarapan Nathalia langsung memakai sepatunya dan berangkat bersama kakaknya yang sedang menjadi mahasiswa disalah satu Universitas di Jakarta. Sedangkan Nabila, adik Nathalia diantar Rio Anantha, Ayahnya.
"Berangkat dulu ya bun" ucap Nathalia sambil mencium tangan Riska yang tak lain adalah Ibunya, yang diikuti oleh Nabila. Nabila, dia baru saja masuk SMP, dan hari ini adalah hari pertama setelah MOS.
"Iya hati-hati ya.." jawab Riska kepada anak-anaknya itu.
---
Nathalia berjalan di koridor dan menuju kelas barunya, yaitu kelas XII IPA 2.
Saat memasuki kelasnya, Nathalia melihat teman-temannya yang sedang bergerombol di bangku Rena. Nathalia hanya geleng- geleng melihat teman-temanya ini, 'masih pagi juga, udah ngeggosip aja' batin Nathalia. Dia memilih bangku kedua dari depan dan dekat dengan jendela dan duduk bersama Rena. Rena, dia adalah sahabat Nathalia sejak SMP juga tempat Nathalia curhat.
"Eh hai Nath.." sapa Rena saat menyadari sahabatnya duduk di sebelahnya. Karena dia sedang sibuk bergosip ria dengan teman-teman lainnya.
Nathalia memutar bola matanya "Plis deh jangan mulai" ucap Nathalia malas. "Hehe iya iya maaf, kan cuma bercanda" jawab Rena sambil memperlihatkan sederetan giginya.
"Btw ya Tha, bakalan ada anak baru di sekolah kita, dan katanya, dia itu ganteng, tinggi, putih, pokonya keren, tapi sayangnya dia gak masuk di kelas kita" lanjut Rena sambil memasang wajah sok sedihnya. Sedangkan Nathalia tak menghiraukannya, dia malah asik bermain game di hpnya.
Tidak lama kemudian datang Pak Dodo yang menjadi wali kelas XII IPA 2.
---
Bel sudah berbunyi 5 menit yang lalu, sekarang Nathalia dan Rena sedang duduk di bangku pojok kantin.
"Hai halo Thalia" teriak Cacha dari pintu masuk kantin.
"Duh malu-maluin ya ni anak" ucap Nathalia sambil menutup mukanya. Sedangkan Sulis yang berada di samping Cacha langsung menoyor kepala Cacha pelan.
"Bisa ga sih kalo teriak ga usah kenceng-kenceng" Sulis yang mulai geram. "Ya ga bisa laah namanya juga teriak berarti harus kenceng, aneh lo.." bela Cacha tidak mau kalah.
Setelah sampai pada tujuan, mereka langsung duduk berhadapan dengan Nathalia dan Rena.
"Cha, lo mah say hi nya ke Thalia doang, guenya enggak, jahat lo mah" ucap Rena sambil memasang muka ngambeknya.
"Yee iya deeh maap, nih gue say hai", "HAI RENAKU SAYAAANGG" teriak Cacha, yang membuat hampir seluruh penduduk kantin melihat kearah mereka.
Alhasil Cacha mendapat jitakan dari Rena yang kesal, dan Cacha meringis kesakitan karena ulah sahabatnya itu. "Sakit tau" rengek Cacha. "Bodo" jawab Rena jutek.
Nathalia hanya geleng-geleng dan sesekali terkekeh melihat tingkah laku para sahabatnya ini. "Udah-udah lo pada mah berantem mulu, gatau orang laper apa" .
"Iyani si Cacha ngajak berantem duluan" kini Rena menghilangkan nada jutek nya.
"Yee ko gue sih?" Cacha yang tak terima disalahkan.
"Tuhkan mulai lagi, udah ah, kalian mau pesen apa? Gue lagi baik nih" tawar Nathalia.
"maksud lo, lo mau traktir kita?" Kini Sulis mulai tertarik. "Ya enggak lah, gue tuh cuman mau mesenin doang, bayar mah sendiri-sendiri laah.. pengennya gratisan mulu lo mah" jawab Nathalia.
"Ya udah gue bakso sama es teh aja" Ucap Rena. "Ya, kita samain aja" sambung Sulis.
"Oke".
Saat Nathalia sedang berjalan menuju mang Bejo, tukang bakso langganannya,
'Brukkk'
Nathalia terjatuh sambil menahan tubuhnya dengan telapak tangan dan lututnya.
"Awwh" Nathalia meringis kesakitan, ternyata lututnya sedikit memerah.
Sedangkan seseorang yang menabrak Nathalia malah diam. Tak berniat untuk membantunya. Dan akhirnya Nathalia bangun dengan susah payah.
Cowok berbadan tinggi dan berkulit putih itu tiba-tiba merubah raut wajah dinginnya menjadi sedikit kaget.
"Natha?" Ucap cowok dengan tidak percaya.
Sedangkan Nathalia mengerutkan dahinya, kebingungan. 'Siapa dia? Kenapa dia manggil gue Natha? Apa dia..? Gak, gak mungkin' .
.....
Thanks for reading.
My first story.
Maaf kalo ada yang typo:)
Masih belajar :)
Dont forget to vote and comment😊
#salam💙
DU LIEST GERADE
AGAIN?
Jugendliteratur"Disaat gue udah berhasil lupain lo. Kenapa lo kembali?" -Nathalia Putri Anantha. "Karna lo, adalah alasan gue kembali" - Farel Ankawijaya. --- Sebuah cerita tentang wanita yang bertemu lagi dengan masa lalunya yang ia rindu dan ia benci. Tapi seiri...
