Kanaya Prilly Veronica.
Pagi ini seorang gadis cantik tengah bersiap siap pergi kuliah. Dengan dandanan yang simpel dan make up yang natural membuatnya sangat terlihat cantik. Tak heran jika banyak kaum lelaki yang mengagumi kecantikannya. Dia seorang gadis sederhana, yang tinggal di sebuah kontrakan kecil bersama sang ibu, ayah nya telah meninggal sejak ia umur 4 tahun karna kecelakaan, ia anak tunggal dan sekarang ia harus membantu ibunya mencari nafkah untuk menghidupi ia dan ibunya dan membiayai kuliahnya.
"Pagi bunda!!" ucap gadis itu dan mencium pipi sang bunda.
"Pagi juga sayang, ayo sarapan nak mau makan sama apa biar bunda ambilin" jawab sang bunda sambil mengambil nasi untuk gadis itu.
"Semuanya deh bun, masakan bunda kan enak2, hehehe" gadis itu menjawab dengan cengiran.
"Dasar kamu" ujar sang ibu.
"Udah selesai nih bun, prilly berangkat ya bunda, Assalamualaikum" gadis itu berpamitan pada sang ibu.
"Waalaikumsalam sayang, hati2 dijalan" jawab sang ibu.
Ya, gadis itu bernama Kanaya Prilly Veronica. Atau kerap disapa Prilly atau Illy, ia gadis periang, baik, cantik dan polos, meskipun ia sedang sedih tidak ada orang yang tau akan kesedihan gadis itu, karna ia mampu menyembunyikannya di balik wajah ceria nya.
"Illy!!!, sorry tadi malem gak jadi nemenin lo kerja kayak biasanya, soalnya nyokap gue sakit terus minta anter ke dokter deh"...
"Iya mil gak papa kok gue ngerti, gak usah sedih deh, kan masih bisa nemenin gue lain kali, gue gak marah kok" ujar prilly pada sahabatnya Karmilla Wijaya. Atau kerap disapa Milla.
"Bener lo gak marah sama gue prill" dan prilly hanya menganggukan kepala sambil tersenyum manis.
"Ke kelas yukk!!" imbuh prilly dan di angguki oleh milla.
¤¤¤¤¤
Aliando Putra Mahendra.
Seorang lelaki tampan tengah berjalan di lobby perusahaannya. Dengan sesekali menjawab sapaan para karyawannya hanya dengan senyum nya, dan itu pun langsung membuat karyawannya menjerit senang khususnya para wanita yang sudah menggilai ketampanan lelaki itu.
"Lii!! Tunggu!!!" teriak seseorang dari belakang memanggil namanya.
"Kenapa??" jawab lelaki itu.
"Em itu gue baru inget lusakan peresmian lo jadi CEO baru, terus waktu acara peresmiannya itu lo bikin acara musik atau apa gitu kek li. Ayolah li"
"Oke!! Thanks Vin , nanti gue pikirin"
"Iya sama2 li" lelaki itu pada temannya.
Lelaki itu bernama Aliando Putra Mahendra. Yang kerap di sapa Ali. Ia seorang anak pengusaha yang sukses dan orang terkaya no2 seluruh Indonesia. Ia baru pulang dari London tiga hari yang lalu, dan akan menggantikan posisi ayahnya sebagai CEO di perusahaannya Mahendra Company.
Dan saat ini ia sedang berada di ruangan pribadi nya.
"Halo Vin, keruangan gue sekarang" tanpa menunggu jawaban ali langsung mematikan saluran teleponnya dan menunggu temannya datang ke ruangannya.
Tok tok tok
"Masuk" ujar ali.
"Lo itu apaan sih li, gue lagi telponan ama ayang gue ganggu lo" kevin menatap ali kesal.
"Bodo amat" jawab ali.
"Lo ngapain nyuruh gue kesini" kevin langsung to the point karna ia sangat malas untuk debat dengan ali, karna ujung2nya dia juga yang kalah.
"Gue mau nanya sama lo, emang harus banget gitu, cuma peresmian CEO baru pakek hiburan musik??" Tanya ali.
"Ya gak harus juga sih li. Tapi gak papa lah li sekali aja biar meriah gitu" jawab kevin menatap ali.
"Oke deh, gue setuju, ya udah kalo gitu peresmian CEO baru ada hiburan musik nya dan biar meriah juga kan kata lo??" ujar ali pada kevin.
"Iya, jadi beneran nih li?? Lo setuju ada hiburan musiknya??"
"Iya lah kan kata lo biar meriah, tapi nanti gue tanya papa gue dulu setuju apa enggak, kan gak enak kalo papa gak setuju gimana??" jelas ali.
"Yahh!! Lo bujuk dong li biar sejutu, tapi gue yakin sih kalo om Mahendra pasti bakal setuju"
"Oke lah itu gampang, tapi gue minta tolong sama lo ya, tolong urus semuanya tentang acara musik itu, nanti kasih laporannya sama gue, gue percaya sama lo vin" Ali menepuk pelan bahu kevin.
"Oke tenang aja li, serahin aja semua sama gue, kalo gue yang ngerjain pasti bakal beres semua, lo tinggal duduk manis disini aja" Ucap kevin percaya diri.
"Oh ya satu lagi vin, kalo lo mau ngundang bintang tamu yang bagus terus yang agak mahalan ya"
"Lah, kenapa harus mahal, biasanya nih yaa, orang mau ngundang artis aja nyari yang bisa nego" kevin menatap ali bingung.
"Serah gue lah. Rang kayak mah bebas" jawab ali. Dan kevin hanya memutar bola malas dan memcibir.
"Tuh mulut gak usah di monyong2in tambah jelek lo. Oh ya, buruan deh lo cari siapa aja bintang tamunya, itu band Armada juga boleh apa Geisha, Shella on7, Slank juga gak papa gue suka, apa lo mau ngundang Dua Lipa kagak papa malah mungkin juga belum pulang habis acara SCTV MUSIC AWARD kemaren, nanti tinggal gue transfer" ujar ali panjang lebar.
"Lah siapa yang mau ngundang mereka, hiburan musik yang gue maksud beda kali li" Kevin yang tau ali kebingungan dan seolah berkata Terus apa??.
"Hiburan musik nya dangdut li. Keren kan" imbuh kevin, ali melotot mendengar ucapan kevin barusan.
"Whatt!! Dangdut???" Ucap ali teriak.
"Noo, gue batalin, gue gak suka dangdut" imbuh ali.
"Ck. Lo li ayolah li tega lo ama kita2, cuma sekali aja li, biar perusahaan lo tuh makin terkenal, lagian dangdut tuh enak kali" kevin menatap ali memelas berharap sahabatnya itu luluh.
"Gak, gue gak suk--" ucapan ali terpotong.
"Ayolah li sekali aja deh, biar karyawan lo seneng, ibadah li buat orang seneg tuh. Kapan lagi cobak lo nyenengin mereka, karyawan lo nih ya banyak juga yang minta hiburan musik dangdut li, ayolah li" kevin tetap memelas.
"Bodo amat gue gak peduli. Lagian musik apaan dangdut gitu kampungan gak suka gue" ucap ali sinis.
"Ayolah li plisss. Kali ini aja deh janji deh gue ayo dong" rengek kevin.
"Ayolah li ya ya ya, ali lo ganteng deh, plishh ya li. Ayo dong li plishh, lo mah gak seru, ayolah li" kevin tetap merengek seperti anak kecil dan mau tak mau membuat ali menganggukan kepala nya.
"Yess, yuhuu. Akhirnya seneng gue, makasih aayang kamu emang baik deh" ujar kevin bahagia dan menatap ali sambil mengedipkan sebelah mata dan membuta ali jijik.
"Gila lo, udah sana lo kerja lagi" ujar ali mendorong kevin keluar tanpa mendengar ocehan kevin lagi.
Bersambung. . . . . .
Vote&Coment
