18 Mei 2065.
Di tengah musim dingin yang teramat menyiksa, aku mendengar kabar tentang adanya virus baru. Tentang kebenaran kabar ini pun masih dipertanyakan, tetapi koran-koran dan berita di TV mulai membicarakan virus yang berpotensi mampu menjadi bencana di perkotaan ini. Beberapa ilmuwan-yang-sok-tahu mulai menakut-nakuti pendengarnya dengan cerita kalau orang yang terjangkit virus ini akan memakan mereka. Apa kejadian ini benar-benar sebegitu mengkhawatirkannya?
Salju mulai berjatuhan meskipun ini bulan Mei, tetapi mobil-mobil penjual makanan masih berlalu-lalang di depan rumahku. Daftar harga makanan di supermarket masih stabil walaupun acara di TV kini sepenuhnya dipegang oleh pemerintah. Tak ada acara hiburan lagi. Hanya ada berita tentang wabah, tempat-tempat pengungsian, dan cara bertahan hidup menghadapi kiamat.
Aku tinggal di sebuah perkotaan padat penduduk—sebuah kota bernama Boulder di Colorado yang memiliki populasi penduduk sekitar 97.000 jiwa. Untuk ukuran kota yang memiliki 97.000 lebih kepala, Boulder tidaklah seluas yang kupikirkan. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan Denver, tempat ini tidaklah terlalu padat. Selain itu, tempat ini cukup menyenangkan karena keramaian selama 24 jam yang membuatku tidak merasa kesepian.
Rumah-rumah di sini sama seperti dengan rumah di kota-kota besar lainnya. Antara rumah satu dengan lainnya tak ada jarak, saling menempel, dan seragam. Melalui sebuah jendela besar yang terletak di lantai atas, aku dapat melihat orang-orang yang berlalu-lalang menahan kedinginan, salju yang turun menutupi jalanan dan atap rumah.
Akhir dunia—apakah benar-benar terjadi? Apa aku siap?
Sebuah majalah tergeletak di mejaku. Artikel utamanya berjudul "Apakah Kau Mampu Bertahan Melalui Wabah Zombie?" dan di bawahnya terdapat tulisan "Isi survey berikut ini!". Aku memutuskan untuk mengisi survey itu. Lagipula tak ada salahnya juga.
***
Pekerjaan : Tentara
Keahlian : Mahir menggunakan berbagai jenis senapan dan bertahan hidup
***
Di bawahnya terdapat tulisan lagi : "Anda tahu kalau anda punya keahlian! Gunakan keahlian itu untuk bertahan hidup, tetap optimis!". Sebuah survey yang aneh.
Sebenarnya, aku hanya tinggal bersama anjingku yang bernama Luna. Jenisnya adalah Labrador Retriever. Akan tetapi, keponakanku sedang datang berkunjung. Kakakku menitipkannya padaku.
"Hello, Uncle David." Kepalanya menyembul keluar dari celah pintu yang kubiarkan terbuka.
"Hi, little boy!" sambutku. "Ayo masuk, diluar berbahaya."
*Woof-woof!*
Luna menyambut dan menjilati wajah Marcus, keponakanku.
"Paman, ibuku menitipkanku di sini dalam jangka waktu yang lama. Paman tidak keberatan, kan?"
"Tentu tidak. Ibumu kan telah meminta izin padaku sebelumnya. Santai saja, Marc," kataku sambil mengelus kepalanya.
Kemudian dia pergi ke kamarku untuk menaruh tasnya. Namun, dia tak kunjung kembali. Aku yang penasaran pergi ke atas dan melihat kalau dia sedang tertidur. Untuk ukuran seorang anak berusia 7 tahun, tentu datang ke sini begitu melelahkan. Ditambah lagi dengan cuaca dingin yang tidak bersahabat.
"Sleep tight, buddy."
Aku menyalakan penghangat ruangan dan kembali ke bawah.
ESTÁS LEYENDO
Z Squad
Ciencia FicciónTahun 2065, semua dimulai. Kehidupan kami yang tenang diusik oleh zombie. Awalnya, pemerintah berhasil untuk mengendalikan situasi, tetapi tentu saja mustahil jika wabah terus meluas. Kini, kami yang tersisa pun mencoba bertahan. Published : 31 May...
