New day's

314 108 169
                                        

Max
Bad Monday..
Yapp, sebagian besar populasi siswa pasti akan menyetujui. Dimulai dari masuk sekolah lebih cepat, lalu upacara bendera, hingga berlanjut belajar di kelas yang membosankan. Tanpa terkecuali seseorang cowok berseragam putih abu-abu yang tidak dimasukan. Dia sedang bersadar di bawah pohon akasia yang rindang, kedua tangannya dimasukan kedalam saku celana. Matanya menatap kearah tengah lapangan, melihat kerumunan murid-murid yang mulai berbaris rapi sesuai kelas. Juga para petugas-petugas upacara yang mengenakan seragam lengkap.

Sudah menjadi kebiasaannya, terlambat. Atau lebih tepatnya sengaja melambatkan diri.
Dia tidak suka ikut upacara, tidak suka juga berlama-lama disekolah. Alasanya sederhana. Karna dia tidak suka keramaian. Tidak terlalu nyaman bertemu dan berbagi dengan orang-orang di sekitar.. Entah itu terjadi sejak kapan, dia juga lupa..

Laki-laki tersebut menghebuskan nafas perlahan. Dari tempat bersandar favoritnya ini ada di sisi kiri gerbang sekolah, tepat berada di belakang post satpam. Yang menjadikannya luput dari pengawasan para guru piket. Kalaupun ada seseorang yang memergokinya saat ini, pasti pak Hassan. Satpam sekolah yang umurnya kuranglebih 50tahunan. Dan itu bukan masalah baginya, karna dia sudah mengenal akrab pak Hassan.

Menurutnya, 30menit kedepan adalah surga. Karna dia bisa bersantai sambil menikmati lagu-lagu yang diputar melalui ipodnya tanpa ada yang mengganggu.
Lima menit berlalu, membuat matanya sedikit mengantuk. Namun tiba-tiba suara berdebum mengagetkannya...

"aaaawww"
Mata laki-laki tersebut terbelalak, saat mendapati seorang murid perempuan dengan rambut sebahu terjatuh di depannya. Dia buru-buru melepas earphone yang menyumbat telinganya.

"sstttt!!" Tanpa banyak berpikir, dia langsung menarik pergelangan tangan murid perempuan tersebut, membuatnya berdiri seketika dan merapatkan tubuhnya lebih kearah belakang. "Lo bisa diem gak?" ujarnya dengan tangan reflek menutup mulut murid perempuan tersebut, sekedar berjaga-jaga agar dia tidak berteriak

"jangan sampe ada guru yang tau gue dsni" dia melanjutkan kta-katanya, sambil melepaskan genggaman tangannya perlahan.

"umm, sorry... Gue gak sengaja" suara murid tersebut terdengar mencicit, mungkin karna sama terkejutnya saat melihat ada seorang siswa yang sama sepertinya, tidak mengikuti upacara.

"lo murid baru?" cowok tersebut meneliti penampilan murid perempuan yang kini hanya berjarak dua jengkal dihadapannya "diem disini. Jangan berisik. Jangan buat reputasi lo buruk karna ketahuan bolos"

" tapi..."

Kei
Hari pertama masuk sekolah..
Keiko berjalan menyusuri koridor diikuti tatapan aneh para siswa. Mungkin karna seragamnya yang terlihat mencolok, kemeja putih berlengan pendek yang dilapisi blazer warna navi serta rok motif kotak-kotak senada sejengkal diatas lutut. Tentu terlihat kontras dengan seragam putih abu-abu yang di kenakan para murid lainnya.

Jam di pergelangan tangan kanannya menunjukan pukul 08.30wib. Baru saja keiko selesai mengurusi masalah administrasi sekaligus menghadap salah satu guru di ruang tata usaha untuk keperluan di sekolah barunya.
Tapi hasilnya, saat keluar dari ruangan yang di dapat keiko hanya setumpuk buku paket. Dan sial seragamnya baru bisa diambil besok, karna alasan tidak ada ukuran yang pas di tubuhnya yang terlalu mini.

Bagus. Belum juga sehari keiko di sini, sudah datang beberapa kesialan berturut-turut. 

Yang pertama telat masuk dan menjadikannya harus bolos upacara bendera, lalu saat mengendap-ngendap masuk dia terjatuh di depan murid laki-laki yang tak di kenalnya, dan kini dia harus berbesar hati memakai seragam lamanya sampai mata pelajaran usai. Bukan masalah besar memang, tetapi di bagian roknya terdapat noda tanah berwarna kecoklatan, keiko tidak menyukainya..

Behind the StarWhere stories live. Discover now