Hari ini, tepat seminggu Retha bersekolah di SMA Aster. Sebelumnya, Retha duduk bersama Rina. Tapi, gadis itu memilih pindah bersama temannya yang lain. Alhasil, Retha harus duduk bersama teman barunya—Emily.
Retha masih ingat betul pertemuan pertamanya dengan Emily.
"Emily, lo duduknya pindah sama Retha ya," kata Melisa yang sedang memegang tas berwarna ungu.
Emily mengangguk, "Yang mana orangnya?"
Melisa yang baru saja melangkah, membalikan badannya ke belakang, "Yang lagi duduk sendirian, di situ."
Melisa menunjuk kursi di pojok paling belakang. Terlihat gadis yang sedang menulis dengan serius.
Emily mengangguk, kemudian segera bangkit dari duduknya dan melangkah ke tempat Retha duduk. Retha yang benar-benar sedang fokus, tidak menyadari kehadiran Emily yang sedang memperhatikan Retha menulis
"Tulisan lo bagus." Puji Emily membuat Retha mendongak ke arah Emily, dan menatapnya bingung.
"Lo siapa?" tanya Retha yang bingung. Pasalnya, murid di sini baru bersekolah sekitar seminggu. Dan Retha belum mengetahui nama murid-murid yang ada di kelas sepuluh tiga kecuali, Rina, Melisa, dan Susi. Hanya nama mereka yang ia ketahui.
"Kenalin, gue Emily Ralica Putri." Emily mengulurkan tangannya pada Retha, "Nama lo siapa?" lanjut Emily.
"Coba tulis nama lo disini." Retha malah menyodorkan buku dan tidak membalas uluran tangan Emily.
Emily menulis di buku itu, Emily Ralica Putri.
Itu cukup membuat Retha terkejut. Sama halnya dengan Emily. Saat dia menutup buku itu, tak sengaja dia melihat tulisan,
Nama : Retha Alica Putri.
Kelas : X IPA 3
Buku : Catatan Matematika.
"Lah? Kok nama gue sama lo bisa samaan gini?" tanya Emily menatap Retha yang juga memasang raut wajah sama dengannya.
Setelah itu, mereka lanjut berbincang-bincang. Tak butuh waktu lama untuk mereka akrab.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ripsnorter
Teen Fiction(Attention: OLD STORY DAN BELUM REVISI) "Bagai angin badai yang melintasi semesta, kau jelas lebih hebat dari itu." *** Tujuan kita berbeda, namun memaksa jalan searah. Rumah kita berbeda, namun memaksa tinggal bersama. Hati kita berbeda, namun mema...
