BAB 1

359 20 2
                                        

"Nikahi aku" lamaran yang di ucapkan oleh seorang gadis dengan mata yang tajam.

"Apa kau gila?" Bayu terkekeh pelan.

"Menikahlah denganku. Jadilah ahli warisku"

"Apa kau serius? Kau tahu.. hubungan kita hanya sebagai pasien dan dokter saja kan?"

"Itu lebih baik dari pada aku harus menikah dengan laki-laki pilihan ibu tiriku"

"Yah.. aku... memang tertarik padamu, tapi kalau sampai menikah..."

"Apa yang kau inginkan? Rumah sakit ini? Baik akan aku berikan"

Bayu tertegun. Seterdesak itukah dia?

"Baiklah. Kita akan menikah" jawab Bayu tanpa pikir panjang lagi.

Hanya ada senyum tipis yang tersirat dari wajah Indah gadis yang selama 1 bulan ini menjadi pasiennya.

***

"Kita putus saja" ucap Bayu dengan santainya sambil mengancingkan kemejanya satu persatu.

Wanita yang baru saja bangun, masih dengan wajah lusuhnya, mendengus mendengar keputusan Bayu.

"Tidak mau"

"Aku akan menikah. Jadi jangan ganggu aku lagi"

"Coba saja. Tidak mudah menyingkirkanku" tantang Dira, teman tidur Bayu yang beberapa detik ini menjadi 'mantan kekasihnya'.

Bayu terkekeh pelan menanggapi ancaman Dira yang terkenal obsessif dan ambisius.

"Aku sudah menegaskan hubungan kita sejak awal. Kita hanya bersenang-senang. Tidak lebih" tegas Bayu.

"Kau pikir aku tidak tahu alasanmu menikahi wanita itu?" Dira tersenyum licik.

"Apa karena wanita itu? Tania?" Tanya Dira beringsut dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya, lalu memungut pakaiannya yang tergeletak sembarang di lantai.

Bayu menatap tajam Dira yang tersenyum tenang padanya.

"Ya memang karena dia. Sejak awal tujuanku mendekati Indah, hanya karena Tania"

Lagi-lagi, Dira hanya menyunggingkan senyum tenangnya.

"Kenapa? Kau masih belum bisa melupakannya? Setelah semua kesenangan yang kita lalui? Bahkan jika hanya luka yang bisa dia berikan, kau masih tidak mau merelakannya?" Cecar Dira dengan nada mengejek.

Bayu mengeraskan rahangnya. Jika Dira seorang laki-laki, sudah tentu Bayu akan memukulnya saat ini juga. Tapi pantang baginya untuk memukul wanita.

"Sepertinya, bukan hanya pasien-pasienmu yang membutuhkan terapi kejiwaan, tapi kau juga. Jiwamu lebih sakit daripada mereka" ejek Dira.

"Kenapa kau diam? Jika kau ingin mengakhirinya, akhiri saja. Tapi semuanya akan benar-benar berakhir jika aku yang menginginkannya"

Dira mendekati Bayu mencondongkan wajahnya hingga berjarak beberapa centi saja dengan wajah Bayu. Sangat dekat. Bayu hanya berdiri mematung di tempatnya, dengan tangan yang terkepal kuat.

"Kau tahu bagaimana aku kan? 1 ucapanku tentang hubunganmu dan Tania pada Indah, maka semuanya berakhir" Seringaian licik muncul dari wajah cantik Dira.

Bayu hanya diam dengan wajahnya yang merah padam. Setelah Dira pergi ke kamar mandi, barulah Bayu membanting botol anggur, yang mereka nikmati tadi malam.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 11, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

F A K EStories to obsess over. Discover now