1. Davino

136 2 0
                                        


Namanya Davino prasetya, tinggi, hitam manis dan pembawaannya cool siapa saja yang melihatnya akan terpesona oleh tampangnya yang keren, ditambah lagi dia sangat murah senyum kepada siapa saja tapi bukan berarti dia gila.

Hari ini adalah hari pertandingan futsal antara SMA Harapan Bangsa melawan SMA Garuda, yang dimana Davino mengikuti pertandingan tersebut memperjuangakan sekolah tercintanya.

Davino sangat menyukai olahraga tersebut, telah banyak kejuaraan yang dia raih dari hobinya itu, semasa kecilnya Davino bercita cita ingin menjadi pemain sepak bola terkenal yang mengharumkan nama bangsa Indonesia, tapi itu hanyalah mimpi sewaktu kecilnya yang entah akan menjadi kenyataan atau tidak itu tergantung usahanya.

Lomba akan dimulai pada jam sepuluh pagi yang diadakan di lapangan futsal SMA Harapan Bangsa, sebagai tuan rumah Davino ingin memenagkan kejuaraan itu.

Tak sedikit yang memberikan dukungan kepada Davino terlebih sang pacar yang selalu memberikan semangat kepadanya.

"Kamu hari ini tandingkan?" Tanya karenina yang notabenya adalah pacar davino
"Iya, kamu jadikan ke acara pertunangannya papah kamu nanti malam?"

Karenina adalah anak dari keluarga broken home yang sebentar lagi papahnya akan menikah lagi dengan seorang perempuan yang katanya adalah teman kerja papahnya.

Davino sangat mengerti perasaan karenina, dia sangat sedih walaupun dia tidak memperlihatkan kesedihannya itu, karenina itu adalah wanita yang tangguh didepan semua orang tetapi dilubuk hati yang paling dalam dia sangat rapuh.

Sedangkan ibu karenina telah menikah lagi satu tahun yang lalu.

Sebagai gantinya Davino ingin menjadi keduanya, Davino sangat menyayangi dan mencintai karenina dan dilubuk hati yang paling dalam Davino berjanji tidak akan pernah meninggalkan Karenina walau dalam keadaan apapun.

"Iya jadi, tapi kalau kamu gak bisa antar aku gak papa kok aku bisa sendiri" ucap karenina
"Aku bakalan antar kamu" senyum tercetak di bibir davino, dia menatap pacarnya lekat lekat dan menautkan jari jemarinya.

Satu jam lagi pertandingan akan dimualai itu artinya davino harus berpisah sementara bersama kekasihnya itu.

"Aku harus pergi dulu, mau nyiapin buat tanding" pamit Davino kepada karenina, karenina hanya mengangguk dan setelah itu davino pergi dari tempat itu, tetapi baru beberapa langkah karenina memanggil namanya
"Davino" Davinopun menoleh kearah sumber suara dan menaikan alisnya seolah dia sedang bertanya kenapa
"Semangat ya.. aku sayang kamu" ucap karenina dibarengi dengan senyuman yang sangat manis.

Davino hanya mengangguk dan melanjutkan pergi meninggalkan karenina, entah kenapa perasaan Davino sangat takut, bukan takut karena dia akan tanding futsal, bukan itu tetapi Davino takut kalau itu adalah senyuman terakhir yang karenina berikan kepadanya.

* * *

Sebisa mungkin Davino tetap fokus ke pertandingan tetapi hasilnya nihil Davino terus menerus memikirkan Karenina, entah mengapa hari ini perasaannya selalu takut, takut akan kehilangan orang yang sangat ia cintai.

Pertandinganpun selesai dan pemenangnya diraih oleh SMA Harapan Bangsa, meskipun pikiran Davino berkeliaran kepada karenina tetapi dia tetap memenangkan pertandingan tersebut dengan mencetak skor tiga-satu.

Davino langsung pergi meninggalkan lapangan futsal walaupun dia belum beristirahat walau hanya duduk, pikirannya terus menuju kepada karenina.

Davino berlari menelusuri lorong kelas sepuluh ipa dan Davino berhenti dikelas sepuluh ipa satu yang notabenya adalah kelas karenina

"Lo liat karenina?" Tanya davino kepada salah satu murid cewek yang berada dikelas itu
"Dia lagi kumpulan osis bentar lagi kayanya keluar deh, eh itu orangnya" reflek cewek itu menunjuk kearah belakang Davino

"Kamu nyari aku?"
"Seharusnya kamu bilang kalo kamu gak bisa nonton aku, aku khawatir sama kamu tau" ucap davino panjang lebar dengan nada yang sedikit meninggi
"Iya maaf, abisnya aku juga lupa kalo hari ini ada kumpulan osis"

Bukannya menjawab permintaan maaf dari karenina Davino malah menarik tangan karenina dan keluar, dan mengajak Karenina kekantin.

Mereka berdua duduk dibangku pojok yang kebetulan kantin saat itu sedang dalam keadaan sepi karena murid tengah menonton pertandingan bola basket.

"Aku khawatir sama kamu karen, aku gak mau kehilangan kamu" ucap Davino jujur
"Maaf, aku mau kamu janji sama aku, aku mau kamu bisa baik baik aja tanpa aku"
"Kamu ngomong apa si? Tingakah kamu hari ini aneh bannget gitu"
"Tolong kamu harus janji sama aku oke!" Dan lagi lagi Karenina menampakan senyum yang membuat hati Davino resah

Davino menggeleng kuat dia tidak ingin berjanji padanya, bagai mana bisa davino hidup tanpa karenina, bagi davino karenina adalah segalanya meskipun hubungan keduanya baru menginjak satu tahun.

Davino pergi meninggalkan katenina sendiri begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun, tetapi beberapa menit setelah itu ada pesan masuk dari davino

Davino: Nanti malam aku jemput kamu jam tujuh

Karenina hanya membaca pesan tersebut dan pergi meninggalkan kantin.

* * *

Tepat pukul jam tujuh Davino sampai di rumahnya Karenina, belum juga Davino turun dari motor ninja merahnya itu, karenina keluar dari rumahnya dan mengenakan baju dress selutut warna putih, karenina sangat begitu cantik batin Davino bagai mana bisa dia hidup tanpanya, ah rasanya kesal bila mengingat keinginan pacarnya itu yang sama sekali tidak masuk akal.

"Kamu cantik" puji Davino
Karenina hanya tersenyum mendengar pujian itu
"Kamu gak bawa mobil?" Tanya karenina dengan hati hati
"Macet, nanti kamu bisa telat gak papakan?"
Karenina menggeleng dan menaiki motor itu.

Tidak butuh waktu lama untuk tiba digedung yang di tuju hanya butuh waktu sepuluh menit karena jarak antara rumah karenina dengan gedung itu tidak terlalu jauh.

Banyak yang menghadiri pesta tersebut, karenina sendiri sedari tadi menghampiri papahnya dan meninggalkan Davino sendirian.

"Vin" Davino menoleh dan ternyata karenina yang memanggilnya, karenina duduk disebelah Davino dan menyaksikan acara tukar cincin dengan khidmat.

"Vin, aku sayang kamu" ucap karenina
"Aku juga sangat sangat sayang kamu dan aku gak bisa hidup tanpa kamu"
"Tapi kamu harus bisa hidup tanpa aku" ucap karenina, lagi lagi dia membahas soal itu
"Aku gak bisa" Davinopun pergi keluar dan disusul oleh karenina
"Kamu mau kemana?" Tanya karenina
"Aku mau pulang"
"Aku ikut" kareninapun menaiki motor Davino tanpa persetujuan dari Davino.

Karena kesal dengan perkataan karenina, Davino melajukan motornya diatas rata rata, aspal begitu licin karena tadi telah diguyur hujan

"Davino awas" Dari arah yang berlawanan ada sebuah truk yang menyalip dengan kecepatan tinggi, sebisa mungkin davino menghindari truk tersebut dan membelokkan stirnya tetapi hasilnya nihil motor yang ditumpangi oleh Davino terpeleset dan hilang keseimbangan akhirnya mereka jatuh Davino terbentur ke aspal sedangkan karenina terpental begitu jauh saat Davino membelokkan setirnya.

Penglihatan Davino buram dan kemudian penglihatannya menghilang sekarang hanya ada suara yang bisa Davino dengar tetapi suara itupun menjauh dan akhirnya menghilang juga.

* * *

Saat membuka mata ruangan tersebut di dominasi oleh warna putih dan bau obat tercium di indra pembau.

"Davino" suara itulah yang pertama aku dengar setelah kejadian itu
"Dokter" dia memanggil dokter keruangan Davino dan datanglah dokter itu, lalu Davino diperiksa keadaannya oleh dokter tersebut.

"Dia sekarang telah membaik, tetapi dia butuh istirahat" ucap dokter itu kepada ibunya Davino dan meninggalkan ruangan itu
"Mah karen mana?" Tanya Davino kepada mamahnya, bukannya menjawab dia malah menangis, perasaan Davino sangat takut, takut akan hal yang tidak di inginkan terjadi.

"Dia sudah meninggal" ucap mamahnya davino
"Enggak mah, bilang kalo mamah bohong" ucap Davino tidak percaya
"Kamu koma selama dua minggu, dia sudah dimakamkan minggu lalu tadinya mau menunggu kamu siuman dulu, tapi mayatnya harus segera di kuburkan jadi dia dimakamkan" mamahnya menceritakannya sambil terisak Davino yang mendengar itu tidak percaya bahwa hal yang dia perbuat bisa menyebabkan nyawa orang yang dia cintai meninggalkan dunia ini.

* * *

Secreet MomentStories to obsess over. Discover now