Tidak ada seorangpun yang tahu, kalau waktu tidak akan berarti apa-apa dengan cintaku
-Anya Aviana Morgan
Dan kamu datang sekilas untuk mengukir senyum tapi kamu juga menggores luka yang bahkan tidak ku ketahui kapan berakhir
-Rayyan Alexander
Persa...
"Ray, kalau nanti anya pergi gimana?" Tanya seorang gadis kecil kepada temannya
"Pasti Ray bakal kangen lah, nanti bidadari Ray siapa dong kalau anya pergi?" Jawabnya
"Gitu yah Ray, kalo gitu anya mau kasih gelang ini buat Ray, kalau misalnya anya pergi, Ray jangan lupa anya yah"
"Emang anya mau ke mana?" Tanya ray sambil menerima gelang tersebut
"Anya mau pergi sebentar buat temenin oma anya di USA"
Saat itu juga dunia Ray menjadi hitam dan tanpa disadarinya setetes air mengalir dari matanya
"Ray, kok nangis sih?" Tanya anya
"Anya yakin mau pergi? USA itu jauh anya"kata ray lalu menghapus air matanya
"Kata mama Anya harus ikut, yaudah Ray kita pulang yuk"
"Yaudah, yuk"kata Ray lalu menggayuh sepedanya
7 tahun kemudian...
Anya bersiap-siap untuk kembali pulang ke negara asalnya, entah kenapa hari ini dia begitu bersemangat. Mungkin karna dia sangat ingin bertemu dengan teman kecilnya yang juga cinta pertamanya. Yah, Anya memang sudah menyukai Ray sejak lama, tapi dulu dia masih belum tau cinta.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Mami, ayo cepetan" terika Anya yang mungkin terdengar hingga ke rumah tetangga
"Anya jangan teriak-teriak dong, malu tau didengar tetangga"kata Marzia, ibu Anya
"Habisnya mami kelamaan sih, papi juga lama amat sih" protes Anya
"Yaudah sekararang kita jalan" jawab David, papa Anya
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
*****
18 jam lebih perjalanan membuat Anya sangat lelah ditambah lagi besok dia sudah harus masuk sekolah baru, rencananya dia akan bersekolah di SMA Nusa Harapan, salah satu sekolah terfavorit.
"Anya, turun dulu makan habis itu siap-siap buat besok!" Kata Marzia
Dengan cepat Anya turun ke bawah, karna kalau soal makanan dia tidak boleh terlambat. Anya memang aneh, saat perempuan lain berusaha keras buat diet, dia malah berusaha keras buat menaikkan berat badannya.