-prolog-

590 67 9
                                        


Untuk kesekian kalinya, gadis itu mendapatkan perlakuan buruk dari teman seangkatannya. Apalagi kalau bukan bully-an. Jung Eunha ㅡgadis ituㅡ sudah 'sangat' terbiasa menerima perlakuan seperti itu. Toh, walaupun dia sudah merengek agar jangan melakukannya pun tetap saja.

Untuk kesekian kalinya juga Eunha mengganti seragamnya di toilet. Entah berapa seragam yang Eunha bawa, yang jelas mungkin lebih dari dua.

Eunha memandang dirinya dari pantulan cermin yang ada di toilet wanita dan mengehela nafas kasar. Sebenarnya Eunha sangat lelah setiap harinya di sekolah tidak semulus anak-anak yang lainnya.

Setiap jam istirahat pertama atau kedua, bahkan pernah jam istirahat pertama dan kedua dia harus menerima bully-an dari anak seangkatan nya yang tidak menyukai nya.

Eunha juga sering di panggil gadis nerd karna memang penampilannya yang jauh dari kata sempurna. Eunha sudah muak berada di sekolah ini, di sekolah Eunha yang sebelumnya, dia tidak pernah dibully walaupun penampilannya sama seperti sekarang. Tapi apalah dayanya? Dia masuk kesini bahkan melalui beasiswa yang ia dapat. Kedua orangtuanya sudah tidak menganggapnya lagi. Mereka lebih memilih meninggalkan Eunha dengan sejuta kekayaan mereka pergi jauh ke luar negeri. Mengingat hal itu, Eunha jadi semakin sedih. Hidupnya sekarang benar-benar menderita. Walau Eunha masih mempunyai banya uang untuk ia gunakan membeli barang mahal atau apalah itu, tapi, yang Eunha inginkan adalah kasih sayang, kasih sayang seorang orangtua pada anaknya.

Setiap hari Eunha berangkat ke sekolah dengan penampilan biasanya, menggunakan kacamata bulat dimatanya, rambut di kepang dua. Caranya berpenampilan sangat berbeda dengan gadis lainnya di luar sana. Bahkan seringkali ada yang menatap Eunha 'jijik' dengan penampilannya. Tapi Eunha tidak mengurusi semua itu. Toh, menurutnya itu tidak penting untuk di urusi.

Eunha keluar dari kamar mandi wanita dan segera kembali menuju kelasnya. Eunha sudah menginjak kelas terakhir, itu artinya sebentar lagi Eunha akan lulus dan masuk ke perguruan tinggi.

Sesampainya di kelas, Eunha berjalan menuju tempat duduknya yang berada di paling pojok. Eunha tidak menghiraukan orang-orang yang ada di dalam kelas ada yang membicarakannya ataupun membicarakan tentang murid baru pindahan dari L.A yang katanya adalah cucu dari Royal High School. Sekolah yang sedang ia pijak saat ini.

Eunha mendudukkan dirinya dan membuka tas biru mudanya mengeluarkan buku novel kesayangannya yang belum selesai ia baca. 15 menit lagi bel masuk jam pelajaran akan berbunyi, maka dari itu, untuk menunggu bel berbunyi Eunha meluangkan waktunya untuk membaca novel.

Kringggg.....

Tepat setelah Eunha membaca novel lebih dari satu dua lembar bel pelajaran terakhir berbunyi. Eunha kembali menyimpan buku novelnya dan menatap lurus kedepan menunggu guru yang akan datang memberi materi pada seluruh siswa di kelas ini.

Tidak berapa lama, Ahn ssaem memasuki kelas 3-2 dengan seorang pria di belakangnya. Dilihat dari penampilannya, sepertinya dia adalah murid sekolah ini juga. Entah murid pindahan dari kelas lain, atau murid baru yang sedari tadi murid-murid bicarakan.

'Tampan'

Satu kata yang Eunha berikan menilai pria yang ada di depan sana. Sepertinya dia adalah murid baru cucu pemilik sekolah ini, melihat wajahnya yang masih asing menurut Eunha. Eunha kembali menunduk'kan kepalanya malu ketika pria yang belum ia ketahui namanya itu memandang balik ke arahnya. Pipinya tiba-tiba memanas dan merah padam.

"Annyeonghaseyo, Jeon Jungkook imnida. Mohon bantuannya"

Pria itu memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan dengan suaranya yang sangat lembut dan senyuman manisnya yang mampu menyihir para gadis yang ada di kelas termasuk Eunha sendiri.

Eunha kemudian tersadar, dia tidak boleh dekat atau menyukai pria itu, karena dia tahu pasti pria itu tidak akan mau dekat dengan dirinya yang jauh dari kata cantik. Eunha kembali menundukkan kepalanya dan merubah raut wajahnya yang awalnya tersenyum jadi sedih mengingat hal itu.

"Baiklah Jungkook-ssi, kau bisa duduk di kursi belakang gadis yang sedang menundukkan kepalanya itu ne"

Jungkook membungkukkan badannya lalu mengucapkan terima kasih pada Ahn ssaem lalu berjalan ke tempat duduk barunya.

Pandangan Jungkook tidak pernah lepas dari gadis yang masih enggan mengangkat kepalanya. Sempat tadi ia melihat sekilas wajah gadis itu, tapi yang ia lihat adalah mata bulat nan indah gadis itu yang tertutupi kacamata bulat yang menurutnya menggemaskan.

Banyak gadis kelas itu yang mencibir, mengumpat, dan menyumpah serapahi Eunha. Tingkat kebencian para gadis kelas 3 itu semakin meningkat kala new prince sekolah mereka duduk di belakang tempat duduk Eunha.

Eunha sendiri gugup, jantungnya berdetak tidak normal dan wajahnya semaki memanas melihat langkah kaki Jungkook yang semaki mendekat.

"Baiklah semuanya, berhubung ada rapat penting sekarang, kalian tidak akan mendapatkan materi dan tunggu sampai bel pulang berbunyi"

Setelah mengucapkan itu, Ahn ssaem keluar dari kelas 3-2 membawa beberapa bukunya yang ada di meja di ikuti teriakan para murid yang senang karena mereka akan bebas dari meteri. Berbeda dengan Eunha, dia malah mengeluarkan buku matematikanya dan belajar dalam suasana riuh membuat pemuda di belakangnya tersenyum senang.

Baru pertama kalinya ia melihat ada seorang gadis yang sangat rajin dalam belajarnya. Karena jaman sekarang, kebanyakan gadis hanya bisa menyusahkan orangtua mereka dan menghamburkan uang yang orang tua mereka.

Jungkook mengagumi seorang gadis nerd seperti Jung Eunha.

Tbc...

My new project!!!

Yeayy!! Ada yang seneng aku bikin cerita baru? Gk ada? Yaudah😥

Ini masih baru prolognya y...

Aku akan update chap 1 jika banyak yang respon ff baruku:)

Jangan lupa vomment nya!!!

Don't be a silent readers!!!

Nerd Girl [Jung Eunha || Hiatus]Stories to obsess over. Discover now