Yuuki comeback dengan Green Eyes versi remake.
Happy reading.
Pagi ini aku berpikir, 'Seharusnya, aku tidak perlu berada disini'. Tapi, sepertinya pikiran itu harus kusingkirkan sekarang.
"Hutan Abadi, hanya hambatan bagi kita, kaum Green Eyes." Kata seorang laki-laki berwajah serius yang aku kenal sebagai Wakil Ketua Dewan Greenpeace. Green Executive, organisasi terbesar Greenpeace yang menjalankan segala aktivitas pemerintahan. Untuk seorang Wakil Ketua, dia seharusnya tau bahwa kata-kata itu tidak seharusnya diucapkan dihadapan para dewan. Karena dapat dipastikan, setelah mendengar kalimat tersebut, semua orang dalam rapat ini akan menentang dirinya. Bagaimana tidak? Hutan Abadi adalah segalanya bagi rakyat Greenpeace. Bahkan, negara lain pun membutuhkan Hutan Abadi sebagai penyeimbang kekuatan sihir mereka.
Jika hal tersebut dikatakan oleh anak-anak yang masih berpikir untuk bermain menjadi pahlawan dan penjahat, aku tidak akan ambil pusing. Tapi, pernyataan tersebut dilontarkan di depan kami semua, para dewan. Oleh seseorang yang mengemban jabatan cukup tinggi di negara ini. Aku benar-benar tidak terima dengan apa yang dia katakan. Bisa-bisanya dia mengatakan bahwa sumber kehidupan yang kita punya selama ini adalah suatu hambatan!
"Apa maksud Anda?!" sahutku. Aku menatapnya dengan perasaan tak percaya. Aku menginginkan jawaban segera darinya, berharap bahwa dia akan tertawa setelahnya dan mengatakan itu hanya candaan. Cukup lama aku menanti jawaban darinya. Bahkan aku tak melepaskan tatapan tajamku padanya sedetikpun. Tapi, laki-laki itu malah berbalik menatapku dengan tatapan yang sangat tajam pula. Setelah melepaskan tatapannya padaku, dia kemudian melihat semua dewan satu persatu. Tanpa terkecuali. Ia seakan memberi tau bahwa dirinya tidak main-main dengan apa yang ia ucapkan sebelumnya. Tak ada yang perlu dipertanyakan atas kalimat yang dia katakan.
Katakan padaku bahwa semua ini hanya mimpi! Akh. Sebenarnya ada apa ini? Ku kira hari ini akan seperti rapat-rapat sebelumnya. Saat rapat, biasanya tiap dewan hanya akan memberi laporan atas divisi yang dipegangnya dan membahas isu-isu di negara ini. Kenapa hal seperti ini dibahas dalam rapat? Yang kuingat agenda rapat kali ini adalah pembangunan wilayah, tapi kenapa malah membahas tentang Hutan Abadi? Ini sama sekali tidak ada hubungannya, kan?
Saat ini, aku sangat kebingungan. Aku, Greenada Viridian, hari ini terpaksa mengikuti rapat besar dewan, lagi. Awalnya aku melakukan ini untuk menggantikan Ayah, mantan Raja kerajaan Greenpeace, yang sekarang menjabat menjadi Ketua Green Executive. Aku mau melakukan hal ini karena setelah mengikuti rapat pertama kali, dua minggu yang lalu, aku sadar ada sesuatu yang aneh disini. Aku kira hal itu sekedar isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat, yang seharusnya tidak perlu terlalu dipikirkan. Karena aku penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, akhirnya aku mengiyakan permintaan ayah untuk menggantikannya mengikuti rapat. Tapi, apakah benar yang dibicarakan mereka hanya sebuah isu? Kalau hal yang diucapkan Wakil Ketua hanya sebuah isu, untuk apa dia sendiri yang mengatakannya? Apa yang sebenarnya Wakil Ketua inginkan? Kalau memang hal ini adalah masalah yang besar, Ayah ku tidak mungkin tidak tau apapun tentang ini. Apalagi dengan tanpa beban sedikitpun, ia mengirimku untuk mewakilinya rapat. Sedangkan dia sendiri malah pergi entah kemana.
"Sesuai rencana kita dulu. Bahwa, apapun yang membuat kita sengsara harus kita hancurkan. Sekalipun itu harta terbesar yang kita punya." Setelah keheningan yang cukup lama terjadi, Wakil Ketua Dewan akhirnya membuka suara lagi. Ia menjawab pertanyaan yang kulontarkan sebelumnya dengan wajah datar dan melihat lurus, tepat ke arahku. Aku tak tau harus mengatakan apa di depan orang ini sekarang, dia seperti menekanku dan memaksaku untuk diam lewat kata-kata serta tatapan matanya. Trevor Greendeef, dia Wakil Ketua Dewan yang sekarang memimpin Green Executive, orang yang bahkan tidak pernah ku sangka akan mengatakan hal yang seperti itu, sekarang benar-benar melakukan hal yang sangat bodoh. Dulu, Trevor sangat setia pada keluarga kami, Keluarga Viridian. Tapi sekarang, hanya dengan melihat wajahnya, ia selalu saja membuatku berhasil menunjukkan aura sihir hijau keluarga Viridian milikku. Ya, sekarang garis wajah tegas dan kejam terlukis jelas di wajahnya. Membuat semua pengurus dewan bergidik selama ia berbicara. Mereka ketakutan dengan perubahan drastis yang terjadi pada Trevor. Sebelumnya, dia bahkan tidak pernah sekalipun menunjukkan ekspresi marahnya pada orang lain. Entah dari mana dia mendapatkan ekspresi mengerikan seperti itu. Selama ini aku tidak pernah mengharapkan dia memiliki raut wajah yang membuatku muak. Tapi, dia terlanjur memilikinya.
YOU ARE READING
Green Eyes
FantasyRas bermata hijau, banyak yang mengatakan mereka adalah keturunan guardian penjaga hutan abadi. Tapi, bagaimana jika orang dengan mata hijau malah bersikeras menghancurkan hutan abadi? "Aku lemah. Jadi biarkan aku berusaha sampai aku hancur dan ban...
