01.

42 7 12
                                        

.
.
.
Gadis itu berjalan keluar dari kampusnya.
Berjalan cepat menuju pintu keluar universitasnya.
Seperti biasa tujuannya saat itu adalah rumah sakit.

Hari ini dia sedikit terlambat pergi kesana, karena ada kuis dikelas dan dosen yang terlambat datang.

Sebelum sampai dirumah sakit.
Gadis itu selalu menyempatkan diri untuk mampir kesebuah toko bunga dan membeli seikat bunga mawar putih.

Dia tersenyum menatap bunga yang kini sudah ada ditangannya .
Dia sengaja membeli mawar putih karena bunga itu adalah bunga favorit orang yang sangat special untuknya.
Orang itu bilang mawar puth artinya 'ketulusan cinta dan kesucian'

Dan orang itu selalu membawakannya seikat mawar putih saat mereka saling bertemu.
Bukankah orang itu sangat romantis ??

Waktu begitu cepat berlalu.
Tidak terasa sudah 3 tahun lamanya,  gadis itu menjalin hubungan dengan orang yang baginya sangat special dalam hidupnya itu.
Dan selama itu hubungan mereka masih baik-baik saja sampai sekarang.

*
*
*


Gadis itu berjalan melewati lorong rumah sakit menuju salah satu kamar pasien.
Setelah tiba didepan salah satu kamar, gadis itu membuka pintunya secara perlahan.

Dia tersenyum tipis menatap seseorang yang terbaring diatas ranjang.
Lelaki itu masih terbaring disana.
Dengan mata terpejam, dia tidur dengan sangat lelapnya

Gadis berjalan menuju meja samping tempat tidur dan mengganti bunga  yang sudah layu dengan bunga  yang baru.

Lelaki itu masih terlihat sama.
Kulitnya terlihat sedikit pucat.
Dan tak ada guratan senyum manis dibibirnya.

Gadis itu tersenyum miris, dia sangat merindukan orang yang ada dihadapannya.
Merindukan senyumnya.
Merindukan semua hal yang biasa lelaki itu tunjukkan padanya.

Gadis itu merindukan kekasih nya.

"Selamat sore Taehyung ku sayang ??" Sapanya lembut pada sosok yang terbaring lemah di hadapannya.

Dia selalu menyapanya seperti itu, setiap hari selama dua tahun terakhir.

Tapi, lelaki itu tetap tak bergeming ditempatnya.
Dia masih terbaring ditempat tidurnya.
Dia masih sibuk dengan alam mimpinya.
Entah sampai kapan dia akan seperti itu.
Gadis itu hanya bisa berharap dia tidak terlalu lama disana dan akan segera kembali.

"Aku merindukanmu, sayang"

Untuk kesekian kalinya gadis itu mengatakan hal yang sama.
Sudah ribuan, bahkan sudah jutaan kali dia mengatakan hal itu kepadanya.

Gadis itu berharap dia tidak akan bosan mendengarnya.
Karena dia akan terus mengucapkan kata 'RINDU' itu sampai lelaki yang ada dihadapannya itu  bangun.

Gadis itu mengambil tangannya dan menggenggamnya.
Tangannya terasa dingin.
Tidak sehangat dulu.

Dia mengelus punggung tangan lelaki itu lembut.
Tangan itu yang selalu menggenggam erat tangan nya.
Tangan itu yg selalu merangkul dan membuat nya nyaman.
Dan tangan itu pula yang setia menyeka air matanya saat ia menangis.

Gadis itu benar-benar merindukan pemilik tangan itu.

Setelah beberapa menit berlalu.
Gadis itu beranjak untuk mengambil baskom yang sebelumnya ia isi dengan air hangat.
Dia membasahi handuk kecil yang ada ditangannya dan mulai membersihkan beberapa bagian tubuh lelaki itu dengan perlahan.
Dia tidak mau menyakiti tubuh kekasihnya.

Dia memulai dari bagian wajahnya.
Wajah tampannya yang kini terlihat pucat.
Namun tetap terlihat tampan baginya.

Lalu dia melanjutkan kebagian tangannya, ada bekas luka dilengan kanannya.
Goresan luka yang ia dapatkan saat mantan kekasih gadis itu memaksa nya untuk kembali menjadi kekasihnya.

I Need YouStories to obsess over. Discover now