Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

30 1 0
                                        

"Awal itu tak selamanya indah."
-ak.hn

♡♡♡♡♡

Pagi yang tak berbeda dari hari sebelumnya. Nadhisa berjalan di koridor sekolah, gesekan sepatu dan lantai yang ia ciptakan sangat terdengar jelas karna suasana koridor yang begitu sepi.

'Mau ngapain ya gue se-pagi ini?' Ujar Nadhisa dalam batin nya sambil memperhatikan jam tangan hitam putih nya yang menunjukan pukul 06:25 pagi.

----------------------------------

Nadhisa Putri Shakeer, seorang siswi kelas X Ipa 2 di SMA Magrenho. Wajah nya yang cantik serta kepintaran yang ia miliki membuat diri nya menjadi salah satu siswi idola disekolahnya. Meskipun ia memiliki sifat cuek, tidak sedikit dari para siswa yang berusaha mendekatinya. Namun sampai saat ini ia belum membuka hati nya untuk siapa pun.

----------------------------------

Drrttt...drrtt...drrtt

Nadhisa mengecek ponselnya yang bergetar di saku baju nya. Ia pun segera membuka pesan masuk yang ada di notif bar nya.

Kk Dean : Eh jomblo, gue dikantin sendirian nih.

Itu lah sepenggal pesan yang dikirim kk Dean, seseorang yang amat di sayang oleh Nadhisa. Dengan sedikit senyum yang terukir di bibir Nadhisa, ia pun berjalan menuju kantin tanpa membalas pesan dari kakaknya.

Sesampainya di kantin, Nadhisa langsung duduk tepat di depan kakak nya. Ia pun menatap wajah kakaknya yang sedang asik memainkan game di ponsel nya, dengan satu tangan yang menopang dagu nya ia tersenyum jail kepada kakaknya.

"Gua tau gua ganteng, tapi lo gak usah lebay gitu ngeliatin gua nya."

Kk Dean yang tetap fokus pada layar ponsel nya, berusaha untuk menahan tawa nya karna melihat tingkah laku adik nya yang ia pikir bahwa itu sangat menggemaskan.

"Ih, apaan sih kak?! Jangan kepedean, ewh!"

Tawa nya tak dapat ia tahan lagi, ntah mengapa Nadhisa begitu suka melihat wajah kakak nya, begitu tampan bagi nya, terlebih lagi perilaku kakaknya yang membuat Nadhisa merasa sangat beruntung memiliki kakak seperti kk dean. Meskipun terkadang menyebalkan kepada nya.

"Sialan lo, btw... lo laper gk?"

"Laper, beliin gue ya?" Pinta Nadhisa kepada kakaknya.

"yauda sana pesen kaya biasanya aja, ntar gue biarin."

Nadhisa memicingkan alisnya, mendaratkan jitakan tepat di jidat kakaknya. Kemudian ia pun beranjak dari kursi nya untuk memesan bubur ayam dan teh hangat yang biasa mereka pesan.

Setelah memesan, Nadhisa kembali duduk dan memainkan ponselnya.

"Eh, besok lo annive setahun kan sama kk Sinta? Terus lo mau ngasih dia apa?"

Nadhisa bertanya kepada kk Dean dengan wajah datarnya tanpa memalingkan wajahnya dari ponsel.

"Kepo lo bocah, lagian yang gak punya pacar emang ngerti sama yang namanya annive?" Cibir kk Dean kepada nya dengan tawa yang menggema dikantin sekolah.

NadhisaDes histoires addictives. Découvrez maintenant