" Mil, coba dah, kamu kesini aku pengen ngomong sesuatu ke kamu."Pesan tersebut diterima oleh mila dari kekasihnya Evan."BODOO AMAAT!"Balas Mila dengan becandaan."Mila! aku serius!ini bukan bercanda lagi, udah cepet kamu dateng ke rumah aku."Senyum Mila pudar dan tampaknya Evan tidak mau bercanda dengannya.
"tok ... tok ... Evaaan ini aku Mila!"teriak Mila. Pintu perlahan terbuka. Mila yang tadinya memegang ambang pintu segera terkejut karena di balik pintu ada Evan dengan wajah merah membara."ngomongnya di luar aja!" bentak Evan.
Jantung Mila berdebar semakin kencang. Ia mencoba menahan napasnya agar tidak terlihat tegang. Sampai akhirnya Evan memulai pembicaraan,"aku tau pasti banyak pandangan orang - orang tentang aku yang jadi orang yang suka berantem, dan aku bisa aja buat kamu..."Mila sudah paham apa yang ingin dikatakan Evan , namun ia mencoba agar tetap optimis dan berkata ," jadi?..."."jadi aku mau kamu itu menjauh."kata Evan sambil mendesah,"aku selalu dijauhin sama keluarga kamu karna takut gua ngapa-ngapain kamu."
Dugaan Mila benar,ia segera menumpahkan air matanya yang tadinya ditahan olehnya dengan kecewa. Mila segera beranjak pulang dengan masih menangis dan tidak menanggalkan kata-kata kepada Evan.
"Pak, kita berhenti disini dulu saya mau makan disini."kata Mila mencoba memberhentikan tangisnya kepada sang sopir,"kalo bapak mau makan disini turun aja." Mila segera melangkahkan kaki menuju sebuah rumah makan padang dengan keberatan.
"Pfffiuh... capek banget dari pagi jalan - jalan mulu. Coba aja sekarang hari senen pasti gua bisa nongkrong ama temen lagi." Kata - kata itu terdengar dengan jelas oleh Mila dan kata - kata yang sama pada saat dia sedang bersama... Brendan.
Dulu sewaktu kelas XII , Mila kembali sekelas dengan Brendan orang yang dia sukai pada saat kelas X . Sikapnya yang selalu dingin dan cool membuat seluruh wanita di SMA-nya pada saat itu tergila - gila pada Brendan. Namun semenjak Mila berada pada rumah makan padang yang sama dan melihat Brendan sedang makan berdua dengan anak kelas XIII dan mengatakan hal yang sama membuatnya sakit hati dan berusaha melupakan Brendan.
Akan tetapi kata - kata tersebut mengingatkan padanya kalau dia pernah menjadi teman sekelas selama 8 tahun dan justru mengingatnya sebagai seorang... sahabat.
"Brendan!ini gua Mila." Brendan segera berbalik dan melihat orang yang menjadi sahabatnya selama 8 tahun lamanya."Mila!jadi elo Mil, udah lama lu gak nyapa gua?"kata Brendan dengan senyum lebarnya," eh,gua duduk disini ya!tumben lu gak sama Lula cewek cerewet yang nempel banget sama lo."
"Gua lagi pengen sendirian aja."Mila menjawab."Lah elo kan ama gua ngapa lo bilang lagi pengen sendirian aja?brarti gua gak dianggep nih?masa iya lu ngira gua itu set..."Mila lebarkan matanya sampai matanya sendiri seperti ingin copot."eh iya Mil, maksuk gua ' set...ia banget ama lo."
Tiba - tiba seseorang datang dengan terus memperhatikan Mila dan Brendan dengan sinis. Mila yang melihatnya mencoba menerawang siapa orang itu. Orang itu berjalan hingga jaraknya dekat dengan Mila. Ternyata orang itu adalah Dhea anak kelas 9 yang waktu itu bersama Brendan.
Orang itu berkata,"Oh ,jadi lo yang sama Brendan sekarang!kenalin ini gua gebetannya Brendan, Dhea!"Brendan dan Mila sama terkejutnya mendengar pernyataan Dhea.
Dengan menjauh dari meja , Mila berkata,"Brendan gua pergi dulu, gua gak mau jadi perusak hubungan orang."
VOUS LISEZ
AbOuT ThinK
Roman pour AdolescentsBerawal dari sebuah pertemuan secara tak sengaja yang mengantarkan Mila pada sebuah de javu pada sahabatnya sekaligus orang yang dia sukai. Akan ada orang ketiga yang membuat hubungan mereka semakin rumit dan justru mengantarkan mereka pada masa lal...
