ⓧ Bahagia
◯ Marah
◯ Sedih
◯ Bosan
Date : 15 Februari 2014
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dulu saat usiaku beranjak 6 tahun,
Sore itu, aku sedang kesal karena papa tidak membelikanku mainan ular tangga yang sedang booming-boomingnya dimainkan teman sebayaku saat itu, dengan alasan; lupa.
Aku gak ngambek, hanya saja aku sedih-sekaligus-kesal karena papa sudah janji akan membelikannya sejak empat hari lalu.
"Iya, besok papa beliin ya. Papa lupa, bener deh papa lupa, dys."
Setiap pulang kerja, papa selalu mengatakan itu.
Aku kesal, hanya diam.
Mama datang duduk disampingku sambil mengelus rambut hitam-lurus milikku lalu berbisik lembut,"Mama mau ajak kamu keluar. Kamu mau gak?"
"Kemana ma?"
"Kamu maunya kemana?" kata mama tersenyum.
Sebagian anak seusiaku waktu itu yang masih labil mungkin akan menjawab;
Ke Toko mainan yang banyak mainannya!
atau anak yang lainnya akan menjawab;
Ke taman yang banyak ice creamnya, ma!
Tapi aku malah menjawab,"Terserah mama, yang penting aku gak kesel lagi sama papa."
Mama tertawa mendengar jawabanku, "Anak mama, lucu"
Saat itu mama mengajakku pergi dengan mobil hanya berdua saja, tanpa papa. Mama mengajakku ke suatu tempat makan bernuansa alam.
Aku berjalan menaiki tangga menuju lantai dua. Kulihati sekeliling, tak cukup banyak orang yang datang ke tempat ini. Aku berjalan dibelakang mama yang sedang mencari meja makan yang ia inginkan.
Disini nuansa alamnya lebih terasa karena suasana outdoor yang langsung menuju langit sore, dan keheningan alam saat itu.
Awalnya aku berfikir;
Untuk menghilangkan jenuhku, mama hanya mengajakku ke sebuah tempat makan? Aku sedang kesal bukan lapar, batinku.
Setelah memesan makanan dan minuman, seorang waitress pamit pergi untuk melanjutkan tugasnya.
"Mama cuma ngajakin makan biar aku gak sebal lagi?" kataku setelah memecahkan keheningan.
"Bukan cuma itu, tunggu sebentar lagi ya."
Setelah menunggu sekitar 15 menit, mama mengelus rambut dan mencubit pipiku pelan.
"Anak mama cantik, coba lihat.", Mama menunjuk ke arah langit
"Itu namanya apa?" lanjutnya
"Matahari, ma"
"Iya, itu mataharinya tenggelam, nak."
"Terus kenapa, ma?" tanyaku heran
"Kamu anggap aja matahari itu adalah kamu. Dan awan itu adalah masalah kamu."
"Seperti matahari, mungkin sekarang dia hilang di tutup awan, tapi besok pagi dia muncul kembali dan gak mau kalah sama awan. Begitu juga kamu, mungkin hari ini kamu hilang harapan karena masalahmu. Tapi besoknya, kamu jangan mau kalah sama masalah kamu, sayang. Kamu harus muncul dan bersinar kembali seperti matahari itu."
Aku hanya mengangguk dan melanjutkan makanku.
Walaupun aku bingung tidak mengerti apa maksud ucapan mama.
Tapi saat itu, aku tidak mencemaskan tentang ular tangga lagi,
dan bahkan aku berhasil melupakannya saat tiba di rumah.
Sejak itu juga, malam hari sebelum tidur,
aku menyukai matahari.
Aku melihat ada secerca harapan yang murni ketika melihat matahari sejak itu.
Ter-khusus untuk sore hari,
Sore yang penuh kedamaian,
Seakan-akan tercipta untuk menenangkan bumi dan makhluk-Nya,
termasuk diriku.
Apa yang menjadi masalah dan keluhanku hilang begitu saja setelah melihat matahari.
rasanya damai saja!
hahaha.
Namaku Adeeva Dysis Fredella, panggil saja adys.
Tahun ini, umurku 15 tahun. Tahun ini juga, aku akan menjadi siswa baru SMA kelas X.
Teman-teman baru dan suasana baru, selamat datang!
Kata orang, masa SMA adalah masa yang paling indah dan yang paling akan dirindukan. Jadi, kisah-kisahku akan ku tulis di buku ini untuk membuktikkan bahwa masa SMA itu indah seperti yang orang bilang.
With love,
Adys.
☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼☼
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
★★
"Eh btw--tunggu dulu. Emang itu buku siapa?"
"Gue tadi ketemu cewek di bus. Ceweknya unik sekaligus Aneh. Dan gue nemuin diary ini di bangkunya. Gue niat balikin, eh dia udah pergi aja. Emang Tuhan nakdirin gue ketemu sama dia--lagi nanti." balas Arkan
***
A/n : Hallo semua!
Ini cerita pertamaku, jadi sorry mungkin prolognya masih belum jelas atau pendek.
And then, buat kalian yang pada bingung di awal prolog ada bahagia, sedih, marah, bosan; itu adalah bentuk ekspresi di buku diary.
Jadi, setiap cerita yang ada kayak gitu, itu berarti lembaran diary ya.
Dan jangan lupa vote+comment yaa!
Love,
Strarawberry
ESTÁS LEYENDO
Diary Matahari
Novela JuvenilUntuk membuktikan kata-kata setiap orang yang ber-persepsi bahwa masa SMA adalah masa yang paling indah Adys, seorang gadis pecinta matahari yang baru akan duduk di bangku SMA, berencana akan menuliskan kisah-kisahnya di buku harian miliknya. Tetapi...
