Angin

44 4 1
                                        

Selembut kapas yang terbang terbawa angin
Jatuh membelai halus pipimu
Semilir angin yang mengeringkan air matamu
Kemudian tercipta senyum dambaanku
Semudah daun yang jatuh 
Tak enggan menuruti kemana angin pergi
Selama menunggu beruban
Hingga tangan tak mampu lagi mengisi brankas
Menyelimutimu perlahan
Stt..
Tak boleh bersuara nanti kau terganggu
Kutinggalkan belaian mesra di rambutmu
Kemudian tersenyum dan berjanji pada hati
Bahwa cinta yang kupunya
Tak akan kubiarkan terhenti





PETRICHORTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang