Remaja 17 tahun yang sama sekali tidak mengerti akan "cinta".
namun, pada akhirnya cinta-lah yang akan mengerti keadaan mereka.
Keadaan dimana saat kita harus tetap kuat disaat orang yang kita sayang sedang rapuh, tersiksa, dan menderita karena sebu...
Tepat tanggal, 21-oktober-1999 bayi perempuan mungil yang cantik nan manis terlahir ke dunia.
Rambut lurus hitam pekat persis sekali seperti ibunya, ets.. Tapi bapaknya juga ikut andil dalam pembuatannya jadi tetap ada gen dari bapaknya yang nyangkut seperti hidung mancung, mata indah yang sekali kedip bisa membuat siapa saja takluk. Bukan takluk karena tatapan tajamnya melainkan sorot mata itu seperti memberi warna baru bagi siapa saja yang melihat.
Alula Jelita Mahven ada yang tau artinya? Ya, perempuan yang cantik kenapa begitu? Bukankah setiap perempuan cantik. Benar adanya tapi, Jelita ini beda kalau hanya cantik saja semua orang bisa.
Tapi kalau cantik hatinya, perilakunya, akhlaknya siapa yang punya? Jarang maka dari itu kami berharap semoga kelak dewasa ia menjadi anak yang cantik hatinya bukan yang cantik fisik saja.
Perlu perjuangan untuk melahirkan anak seistimewa seperti Jelita karena pada dasarnya ia terlahir prematur. Fisik memang lengkap. Tidak kurang satu apapun tetapi, menurut dokter yang menangani persalinan ku Jelita mengalami kelainan pada jantung-nya jadi dia mudah lelah. Makanya aku dan mas abrisam sangat memperhatikan asupan dan terus mengawasi aktivitas jelita.
Jujur kami berdua sempat down karena dokter sempat mem-vonis hidup jelita tidak akan lama lagi.
Ternyata dugaan itu salah, Jelita bisa hidup normal layaknya gadis seusianya walaupun, seumur hidup ia harus bergantung pada obat-obatan.
Sampai kami memiliki anak kedua pun Jelita tetap menjadi prioritas kami bukan karena pilih kasih.
Tapi tetap kasih sayang kami untuk salsabela tidak akan berbeda. Ya, kami dikaruniai seorang bidadari lagi betapa bahagianya aku bisa melahirkan mereka berdua.
"Teruntuk Jelita, mama dan papah selalu berdoa agar jelita bisa merasakan apa itu arti kebahagiaan. apapun itu akan kami usahakan sekalipun, dengan materi asal kamu bahagia mama dan papah juga ikut bahagia."
Sekarang Jelita sudah menginjak usia 17 tahun tak terasa dia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Dia juga bersekolah disalah satu SMA negeri.
Dan ini dia cerita tentang kehidupan seorang Jelita.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.