PROLOG

18 2 0
                                        

"Arga! sudah berapa kali ayah bilang ke kamu untuk tidak berbuat onar lagi! Sudah berapa kali juga ayah bilang ke kamu untuk tidak membuat guru-guru gondok dengan sifat kamu yang sudah lewat batas itu!" Ayah memijit pelipisnya sambil menatap Arga yang tak bergeming sedikit pun.

Arga Alexsandro Giorgino. Mempunyai sorot mata yang tajam, alis tebal, bibir tipis, hidung mancung. Tapi sayangnya ia mempunyai sifat yang dingin.

"Ayah sudah cukup lelah menghadapi sifat kamu yang tak pernah berubah sedikit pun. Ayah akan memindahkan kamu di sekolah milik kakek agar ayah bisa memantau kamu lebih dekat." Kemudian ia berdiri dan meninggalkan Arga yang masih tidak bersuara sedikitpun.

Hari ini ayahnya mendapatkan surat dari pihak sekolah Arga, bahwa ia di keluarkan dari sekolah karena point nya yang sudah melewati batas. Ini bukan kali pertama Arga di keluarkan. Ia sudah berkali-kali di keluarkan dari sekolah.

****

Jarum jam menunjukan pukul 06.35. Tapi Arga masih saja tidur tanpa memperdulikan Ayahnya yang terus meneriakkan namanya dari sepuluh menit yang lalu.

"Arga! Sudah ayah bilang berkali-kali hilangkan sifat pemalasmu itu! Ayo bangun dan bersiaplah ke sekolah. Hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah. Ayah tidak ingin di hari pertama kamu masuk sekolah kamu sudah menunjukkan sifat kurang ajar mu itu!" Kemudian ia menutup pintu kamar Arga dengan tidak santai hingga membuat Arga tergelonjak kaget.

Arga kemudian bangun dan duduk di tepi tempat tidur untuk mengumpulkan nyawa. Setelah ia rasa nyawanya sudah terkumpul semua ia bangkit dan menyambar handuk yang terletak di depan tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi.

15 menit kemudian ia keluar kamar dan segera menuruni tangga dengan cepat.

"Arga, ayo sarapan dulu, Bunda udah buatkan menu kesukaan kamu." Bunda mengajak Arga untuk sarapan pagi bersama, tapi Arga hanya melirik sekilas ke arah ibunya dan segera keluar rumah untuk mengambil sepeda motor yang terletak di garasi rumahnya.

****

Ia memperhatikan papan yang terletak di depan sebuah bangunan.

SMA Negeri 70 Jakarta. Sekolah ini milik kakeknya yang di urus oleh ayahnya yang menjadi kepala sekolah. itu artinya Arga akan selalu berhadapan dengan ayahnya jika ia membuat onar di sekolah ini.

Ketika Arga memperhatikan sekitarnya, secara tidak sengaja matanya menangkap seorang perempuan yang berdiri tidak jauh darinya. 

Menarik. Batin Arga

****

Hua dengan keberanian gue akhirnya mempublish cerita ini:v

i'm so sorry kalo ga jelas, karna w juga masih amatiran kan y:') btw ini prolognya gue ganti hehe.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 05, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cinta Dan RahasiaStories to obsess over. Discover now