Disinilah Lexa berada sekarang, tepatnya di kelas XI ipa 2 SMA TRITUNGGAL, Lexa mencari seseorang perempuan yang bisa menghubungkannya dengan pria yang ia cintai lebih dari 4 tahun. “Dina..dina..” Lexa tak berhenti memanggil nama temannya itu, dirinya sudah tidak sabar untuk mengetahui reaksi Erza.
Ya nama lelaki itu adalah Erza Alta Jingga, Erza dan Lexa memang merupakan teman saat SMP, namun sekarang mereka menempuh pendidikan SMA di sekolah yang berbeda.
Sebenarnya Lexa mau melanjutkan SMAnya di sekolah Erza, namun tanpa di sangka Lexa mendapat kesempatan bersekolah di SMA TRITUNGGAL itu tanpa tes satu pun yah kecuali tes urine, Lexa cukup beruntung karena sekolah ini adalah satu-satunya sekolah unggulan di kotanya. Ia mendapatkan ini karna Lexa mendapat rangking 3 umum di SMPnya dulu jadi ia bisa masuk sma ini tanpa adanya tes tertulis. Padahal banyak sekali orang di kota ini yang sangat ingin bersekolah di SMA nya.
Tanpa pikir panjang Lexa langsung menerima tawaran itu,lagi pula ia masih bisa berhubungan dengan Erza lewat media sosial seperti line atau bbm.
“Iya tunggu!” teriak Dina dari dalam kelasnya.
“Apaasih lo Lexa teriak-teriak depan kelas gue” sambung Dina sambil menuju pintu kelasnya untuk menemui Lexa.
“Lo udah tanya ke dia?jadi gimana reaksinya? Terus apa yang lo bilang sama dia? Ceritain dong!?" Lexa tidak memperdulikan ucapan Dina, karna rasa penasarannya sudah sangat besar terhadap Erza.
Dina dan Erza berada di tempat les yang sama, dan Lexa mengetahui itu tanpa sengaja saat melihat foto Dina bersama teman-teman lesnya dan saat Lexa sibuk mengamati foto yang Dina unggah ke sosial media instagramnya, tiba-tiba ia melihat seorang lelaki yang sudah ia tidak temui setelah lulus dari SMPnya dan kontak terakhir antara Erza dan Lexa terakhir itu sudah 1 tahun yang lalu, sebenarnya komunikasi mereka berjalan dengan lancar tapi kemudian Erza mempunyai pacar dan entah mengapa mereka tidak pernah saling chatan lagi, tapi mereka masih saling follow di instagram.
Dan karna melihat foto Erza keesokan harinya Lexa langsung menuju ke kelas Dina untuk meminta konfirmasi, ternyata selama ini Dina dan Erza ternyata sekelas di tempat lesnya.
“Oke-oke gue akan ceritain, tapi lo diam yah, satu kali lo motong cerita gue, gue udah nggak mau cerita lagi” ancam Dina kepada Lexa.
“Jadi gue tanya sama si Erza ‘ehh Erza lo punya teman lama nggak nama nya Lexa?’ trus dia hanya jawab ‘hah?’ dan mukanya itu kayak muka bingung gitu“ tiba-tiba hati Lexa menjadi perih mendengar setengah cerita Dina, namun ia berusaha untuk tidak memotong cerita Dina, sehingga ia hanya bisa menahan air matanya agar tidak tumpah.
‘jadi sekarang dia sudah lupa dengan gue’
“Trus gue bilang gini ‘Amari Alexandra Tadjani itu nama lengkap nya’ dan Erza cuman bilang ‘ya’ setelah itu udah deh nggak ada percakapan lagi” sambung Dina menyudahi ceritanya.
“Ohh gitu,, kalo gitu gue kekelas dulu yah” Lexa langsung pergi meninggalkan Dina teman sewaktu kelas X nya dulu yang sekarang mereka sudah berpisah kelas.
Lexa langsung menuju ke uks, karna ia butuh waktu untuk sendiri dan ia tidak mau kalau teman kelasnya melihat dirinya menangis. Lexa paling tidak suka menangis di depan orang, bahkan setetes air matapun tidak.
Jadi disinilah ia sekarang berbaring di salah satu tempat tidur di uks sekolahnya, untungnya hanya 2 orang yang berada di uks saat ini yaitu anak kelas X dan satu anak PMR sekolahnya.
‘Ketika kamu sudah melupakan ku, disitu juga aku harus berjuang melupakanmu, walau itu sulit tapi akan kucoba. Tidak adil jika hanya aku yang mengingat mu bukan? Dan jika berhasil kamu tidak perlu kuatir karna sampai selamanya kamu akan tetap menjadi cinta pertamaku’
Setelah itu air matanya sudah keluar membasahi pipi putihnya itu namun tampa di iringi suara bahkan isakan pun tidak.
Tak lama Lexa sudah berhenti menangis, karna ia harus menemui seseorang. Dengan cepat Lexa menghapus sisa-sisa air matanya yang membasahi pipinya.
Setelah itu lexa langsung pergi menemui seseorang yang dulu ia sangat benci, namun lelaki itu sudah pernah menyatakan cinta pada lexa namun lexa menolak Alver. Yah Alver dan Lexa melanjutkan di sekolah yang sama bedanya Lexa di kelas XI ipa 4 dan Alver di kelas XII ipa 1.
Alver kebetulan sedang berada di depan kelasnya untuk sekedar nongkrong dengan teman kelasnya. Dan saat Alver melihat Lexa ia langsung berjalan dengan cepat ke arah Lexa.
“Alver saya mohon buat saya jatuh hati sama kamu”
**
YOU ARE READING
INTERSECTION
Teen FictionApakah kalian percaya dengan cinta pandangan pertama? Seperti inilah yang dialami oleh Amari Alexandra Tadjani yang lebih akrab dipanggil Lexa. Hari pertamanya menginjakkan kaki di jenjang SMP ia tak sengaja melihat seorang lelaki yang sedang diker...
