Part 1

112K 4.1K 54
                                        


"Njiir, siapa tuh? Cogan banget!"

"Ganteng gilaaa!"

"Eh, tapi lagi ngapain ya dia di situ?"

"Nungguin gue barangkali."

"Mas-mas hot anjir..."

"Rezeki nomplok ini mah namanya, liat yang bening-bening pulang kampus, duh, aduh."

"Silauuu..."

"Mobilnya keren jing, iri gue."

"Kulitnya bersinar, bening-bening menggugah mata gitu."

"Dia tuh calon masdep gue, tauk!"

"Pasti mau jemput gue itu."

Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang terdengar dari para mahasiswa dan mahasiswi lain yang baru saja keluar dari kampus. Tiap kata yang mereka lontarkan, tiap decakan kagum yang Somi dengar, bikin telinga Miya terasa gatal. Perasaan kesal bercampur takut semakin mendominasi dirinya.

Lagian ngapain juga sih Om Sehan diem di situ? Ini jam pulang kampus, saat para mahasiswa sedang ramai-ramainya bubaran. Namun, pria yang sangat tampan namun menyebalkan itu justru berdiri di depan gerbang, bersandar pada mobilnya. Seolah-olah dia sengaja ingin menebarkan pesona kepada semua orang yang melihatnya, terutama kaum wanita, termasuk Miya.

Dia memang sengaja pamer!

Terpesona... Aku terpesona...

Apa Miya terpesona? Ya jelas. Wanita mana yang tidak akan terjatuh dalam pesona mematikan pria itu? Jujur saja, melihatnya berdiri gagah di sana, dengan aura yang begitu kuat, membuat jantung Miya berdetak lebih cepat.

Terlebih lagi, penampilannya disempurnakan dengan kacamata yang bertengger anggun di hidung mancungnya. Belum lagi setelan kantor yang hanya berupa kemeja putih dengan lengan digulung hingga siku, sangat modis! Bagaimana mungkin Miya tidak terpesona? Tapi jangan bilang-bilang ya kalau Miya terpesona sama dia. Ini hanyalah rahasia antara Miya dan Tuhan, bukan untuk diketahui siapa pun. Ini adalah harga diri Miya yang dipertaruhkan!

Namun, Miya tidak boleh sampai terlihat olehnya,
Tidak, jangan sampai terjadi!

Miya tanpa pikir panjang langsung sembunyi di balik pohon beringin besar samping kampus yang katanya angker, untuk menghindari pria itu. Berharap dia segera pergi.

"Duh, kapan sih dia pergi? Masa gue harus di sini sampai kiamat?" Somi sudah mulai merasa sangat bosan.

Namun, jika ia keluar, ia pasti akan ketahuan. Jika sampai dia melihatnya, rencana persembunyiannya akan hancur berantakan.

Jalur belakang tidak bisa digunakan, karena gerbangnya dikunci akibat sedang renovasi. Lagi pula, Miya enggan melewati jalur itu. Gerbang belakang terkenal angker, banyak makhluk halus yang bersemayam di sana. Ia merasa lebih baik ketahuan daripada harus berhadapan dengan hantu.

"Mi, ngapain lo di situ?"

Saat tengah mengawasi, seseorang melewati tempat persembunyian Miya, dia langsung menoleh dan menemukan Jeno, sedang melihatnya dengan tatapan aneh.

My HusbandStories to obsess over. Discover now