Prolog

14 2 0
                                        

Seorang gadis berparas cantik sedang duduk sambil menangis dikursi taman. Hanya air hujanlah yang menemaninya dan ikut larut dalam kesedihannya.

"Apa salahku padamu?! Kenapa kau tidak datang kak, apa salahku?!" Teriak gadis itu di tengah derasnya hujan.

Setelah mengucapkan isi hatinya, gadis itu memutuskan untuk pulang kerumahnya.

Kedua orang tuanya khawatir melihat anaknya yang pulang kerumah dalam keadaan basah kuyup dan mata yang bengkak.

"Oh God, apa yang terjadi padamu Aley? Kenapa kau basah dan terlihat seperti habis menangis?" ucap seorang wanita sambil memegang kedua pipi putrinya.

"Tidak bu, aku tadi baru saja pulang dari Les, dan ketika diperjalanan tiba-tiba turun hujan yang sangat deras. Jadi aku memutuskan untuk meneruskan perjalananku." Ucapnya berbohong.

"Yasudah kalau begitu, pergi ganti pakaianmu. Kalau tidak kau akan kedinginan." Ucap Ayahnya.

"Baiklah Bu, Yah. Aku ke atas dulu." Katanya sambil berjalan gontai ke Kamarnya.

Dengan langkah yang bisa dibilang sedikit cepat, Aley sudah tiba di kamarnya. Ia pergi ke kamar mandi dan mengganti bajunya dengan baju Piyama karena hari sudah malam.

Kini ia sudah menangis, menangis sekuat-kuatnya dengan bantal yang dijadikan sasaran untuk di pukul. Dia kesal, kenapa orang yang dicintainya tidak datang ke taman.

Ia pun mengambil Handpone miliknya, dan menekan sebuah nomor.

'Hallo?'

"Hallo Cean, apakah ka..kau se..sedang sibuk?" Ucap gadis itu sambil menangis.

'Aku sedang tidak sibuk, apa yang terjadi padamu Aley? Aku akan segera kesana.'

"Tap--"

'Tunggu aku, 15 Menit lagi aku akan tiba. Bye..'

Tuut..tuut. Tuut.

Aley tersenyum simpul, ia senang karena sahabat nya Cean sangat perhatian padanya.

Tiba-tiba ada yang mengetuk Pintu kamarnya.

"Aley, buka pintunya. Ini aku Cean."

"Baiklah tunggu sebentar!"Aley segera menuju pintu dan membukanya. Melihat Cean dihadapannya, Aley langsung saja memeluknya dan mengeluarkan semua kesedihannya di dada bidang Cean.

"Hiiks, Cean. Dia sangat kejam, dia tidak datang ke taman. Dia berbohong padaku, Cean." Cean mengetahui orang yang dipanggil 'dia' oleh Aley.

"Percayalah, Orang yang kamu cintai suatu saat pasti akan mengetahui perasaanmu." Ucap Cean kepada Aley.

'Tetapi tidak denganmu Aley, Kau bahkan tidak menyadari bahwa aku mencintaimu.' lanjutnya dalam hati.

__________________

Haloo, gimana? Mau dilanjutin atau nggak?
Insya allah part 1 dipublish kalo pembacanya udah sekitar 20 an yak.
Sekian,

Salam cinta

Allisa Alavi❤

Adore Where stories live. Discover now