"Kalian....tahu gak..." Bu Killa guru bahasa Indonesiaku memulai curhatnya.
"Gak tahu bu" Dion. Anak nakal di kelas menyahut. Bu Killa tampak kesal.
"Kenapa bu?" Tanya Emma, sahabatku.
"Ibu ditembak sama prince charming ibu"Kata bu Killa sambil tersenyum sumringah.
Uuhhh....aku tahu ini akan terjadi. Tiap minggu bu Killa akan curhat bukannya mengajar. Sekarang malah ngomongin prince charming lagi. Gak tahu apa muridnya yang satu ini belum punya prince charming?
"Huh" Aku mendesah dan menidurkan kepalaku di meja. Emma menyenggol lenganku. Aku mendongak.
"Apa?"
"Kok tumben gak dengerin curhatan bu Killa" Tanya Emma. Aku tak menjawab dan kembali menidurkan kepalaku.
"VIOL!!" Bu Killa menghampiri mejaku. Aku mendongakan kepalaku dan menatap bu Killa dengan malas.
"Kenapa bu?" Tanyaku
"Kamu itu ya...ibu lagi bicara juga" Bu killa berkacak pinggang.
"Lah...ibu udah cerita sama Viol tadi malam. Sampe Viol gak tidur" Kataku.
"Kamu gak nolak kok. Ya tante ngobrol lah. " Kata Bu Killa lalu beliau meninggalkanku. Ya, bu Killa adalah tanteku, tadi malam tante Killa udah cerita gak henti henti. Aku ngantuk jadinya.
"Viol bangun!" Aku merasakan ada yang menyenggolku, Emma. Aku mendongak dan mengucek mata.
Di depan mejaku ada pak Rahmat, guru BK sekolahku.
"Ke...kenapa pak?" Tanyaku takut takut.
"Kamu lari keliling lapangan 10 kali. SEKARANG!" Pak Rahmat menunjuk pintu kelas.
Aku berdiri, saat itu mataku melihat murid baru di depan kelas. Aku berani sumpah anak itu ganteng banget. Dia tinggi, cool, tatapannya ramah, putih, badannya tegap. WOW banget deh.
"VIOL...SEKARANG!!!" Pak Rahmat sudah berteriak lagi. Aku menutup telingaku.
"Pak... nyawa saya masih setengah. Anak baru itu suruh perkenalin diri dulu aja pak. Kasihan berdiri terus tuh" Kataku ngeles. Pak Rahmat mendesah dan menyuruh anak baru itu agar memperkenalkan diri.
"Hai...nama gue Muhammad Kelvino Putra, dipanggil Kelvin, gue pindahan dari SMA Harapan Bangsa, makasih" Kelvin mengakhiri perkenalan singkatnya.
"Kelvin?" Emma mengerutkan dahinya. Kelvin menoleh. Sumpah dia ganteng BANGET.
"Kok nama lo mirip namanya kak Alvin. Kak Alvin nama lengkapnya Muhammad Alvino Putra kan. Lo adeknya?" Tanya Emma. Kelvin mengangguk
"Kak Alvin ketos itu?"
"Yang ganteng itu?"
"Yang anak 12 IPA 2 itu?"
Pertanyaan semacam itu terlontar dari siswi siswi kelasku
"Iya" Kata Emma
"VIOL...TUNGGU APA LAGI...LARI!!! SEKARANG!!" Tangan pak Rahmat sudah menunjuk keluar.
"Ok. Pak...anak barunya duduk di sebelah Dion ya pak!" Aku berlari keluar kelas.
"Huh...huh...huh.." Aku berhenti di tengah lariku dengan napas ngos ngossan. Aku baru berlari 5 putaran. Aku mengedarkan pandanganku untuk mencari pak Rahmat. Setelah yakin pak Rahmat tidak ada aku segera masuk kelas.
"Huhf" Aku menjatuhkan diri ke kursiku.
"Hai" Sapa sebuah suara yang membuatku menoleh. Kelvin. Kelvin duduk di belakangku.
"Hai juga" Aku mengusap keringat yang ada di dahi.
"Kok lo lari cepet amat?" Tanya Kelvin, aku cengengesan
"Diamah paling lari 5 putaran doang" Emma nimbrung denganku dan Kelvin
"Ya iyalah Em...gak tahu apa capek?, gila tuh pak Rahmat. Gue dikasih hukuman mulu" Aku memajukan bibirku dan itu membuat Kelvin dan Emma tertawa.
"Kita pelajaran apa sih sekarang?" Tanya Kelvin. Aku melihat jam tanganku.
"MTK. Tapi gurunya gak masuk, jadi kita free class" Kata Emma. Aku tersenyum senang karena aku belum mengerjakan PR matematika.
"Lo kenal kakak gue?" Tanya Kelvin
"Ya kenalah. Siapa coba yang gak kenal sama kak Alvin yang ganteng itu. Yang kece. Yang pinter !" Kata Emma sambil tersenyum senyum.
"Iiihhhh....dia tuh jutek. Sok cool tau gak sih?" Aku mendengus sebal
"Eeehhh...ngomong ngomong kok lo sampe tahu namanya kak Alvin sih, lengkap lagi. Trus lo bilang dia ganteng lagi. Lo suka sama dia ya?" Tanyaku. Emma gelagapan.
"Gue gak suka sama dia cuma ngefans" Kata Emma.
"Masa?. Kalau lo suka sama dia berarti mata lo katarak. Dia kan jutek" Kataku
"Lo mah gitu. Pantes ngejomblo terus" Kata kata Emma terasa menusuk hatiku.
"Wwwwaaahhh...emang dikira lo gak jomblo?" Tanyaku.
"Jomblo sih" Kata Emma.
"Sesama jomblo tidak boleh saling mengejek" Kata Kelvin, dia meninggalkan bangkunya dan berjalan menuju Tio yang memanggilnya.
"Denger tuh" Emma menunjuk hidungku, aku menepisnya.
'Tok tok'
Terdengar ketukan di pintu kelas.
"Masuk" Aku selaku ketua kelas menjawab. Pintu terbuka menampakan kak Alvin dan kak John temannya di pintu kelas.
Kelas hening seketika. Emma menyenggol lenganku. Aku menoleh. Dia hanya cengengesan.
"Ada apa kak?" Tanyaku. Kak Alvin mendekati kursiku.
"Lo ketua kelasnya?" Tanyanya, aku mengangguk.
"Bilangin ke temen temen lo supaya jangan berisik" Kak Alvin menatapku tajam. Aku jadi merasa tersangka bahwa aku yang berisik.
"Kak...kalau lo mau marah. Jangan ke gue. Ke yang berisik lah" Aku balas menatap tajam matanya.
"Lo kan ketua kelasnya. Lo yang bertanggung jawab kalau gak ada guru" Kata kak Alvin
"Hellow....lo pikir gue gak tanggung jawab. Gue tuh habis lari keliling lapangan 10 kali 5 menit yang lalu, lo kira gue gak capek?" Nada bicaraku mulai sewot, kak Alvin berdecak tak suka.
"Diamkan teman temanmu!" Kak Alvin pergi dengan kak John. Tangannya digunakan untuk mengusap rambutnya dan hal itu membuat siswi siswi kelasku menjerit heboh. Tapi tidak denganku.
"WOY...JANGAN BERISIK. GAK DENGER APA KATA KAK ALVIN!!!!" Aku berteriak di depan kelas. Kelas langsung hening
'Tok tok'
Aku mendengar ketukan pintu lagi. Aku pun membuka pintu dan mendapati kak Alvin dan kak John. Aku berdecak sebal. Mau apa sih mereka? Batinku
"Apa lagi?" Tanyaku
"Lo dipanggil bu Killa" Kak Alvin langsung pergi setelah itu.
Tante Killa? Ada perlu apa?
Pertanyaan itu ada di otakku saat aku menuju ruangannya.
'Tok tok'
Aku mengetuk pintu ruangan tante Killa.
"Masuk" Aku mendengar jawaban tante Killa. Aku pun masuk ke dalam dan duduk di kursi.
"Kenapa tante manggil aku?" Tanyaku.
"Hush...'ibu' bukan 'tante' kita masih di area sekolah" kata tante Killa. Memang aku dan tante Killa telah membuat perjanjian bahwa aku harus memanggil tante Killa dengan sebutan 'ibu' saat di sekolah.
"Yayaya...ibu kenapa manggil saya?" Tanyaku
"Jadi ntar ibu gak bisa pulang bareng kamu. Karena prince charming ibu bakalan jemput. Kamu akan pulang dengan...."
Dan SUMPAH perkatan tante Killa selanjutnya bikin gue lemes
Hai ketemu lagi
Seru gak cerita keduaku.
Selain ini aku juga punya cerita lain...yaitu
Liburan Yang Mencekam
Di baca juga ya
Vote and comment ya
#typo bersebaran
#Sorry kalo gaje
~Harzahrasri0106~
YOU ARE READING
My Prince Charming
Teen FictionAku tahu ini salah. Deketin kamu hanya supaya deket dia. Tapi aku gak punya pilihan lain. Dia sulit untuk kudekati. Tapi mengapa saat dia hampir memilikiku aku sulit untuk melepasmu? Kenapa saat dulu aku malah mencintai dia? Kenapa aku gak jujur s...
