Semata-mata bukan hanya untuk klan
.
Kicau burung, sepoi angin, serta tari semak-semak di sekitar perut hutan menjadi teman Sasuke tatkala tengah mengambil jenak istirahat di bawah pohon berumur senja. Seraya menyuap nasi kepal pemberian penduduk desa yang ia datangi semalam. pun dari setengah perjalanan berkelananya, sesekali Sasuke memang gemar duduk di bawah pohon serta berdiri di atas puncaknya alih-alih meninjau jeli seluruh lokasi yang hendak di tuju.
Omong-omong, dia itu baru saja kembali dari misi sederhana yang berada di bawah perintah Rokudaime Hokage. Tugasnya sendiri tak begitu rumit yaitu hanya perlu membawa seorang buronan desa kecil lantaran kabur tanpa jejak usai membuat kegaduhan hebat dengan pelantara tikus-tikus besar yang meneror Konoha beberapa waktu lalu.
Sasuke yang kerap berada di luar desa pun tentu mempunyai keuntungan dalam hal ini untuk dapat menindak cepat pembuat kekacauan tersebut, meski terbilang masih sembunyi-sembunyi. Yeah setidaknya subuh tadi, ia sukses mengelarkan misi dengan langsung membawa tahanan itu ke desa kelahirannya kemudian menyerahkannya pada beberapa shinobi yang tengah berjaga di depan gerbang untuk mendapat keterangan lanjut dalam kasusnya tersebut.
Sebelum mengangkat tungkainya menjauh dari tempat itu. Sasuke mengizinkan dirinya untuk memindai sebentar desa indahnya dari jarak jauh.
Saat itu kebetulan ia menangkap sosok Naruto dan Sakura tengah berjalan berdua beriringan meski entah hendak kemana tujuannya; namun sejujurnya, inai-inai keinginan untuk kembali kepada mereka, bergabung bersama, lalu menghabiskan waktu menuntaskan misi atau apapun itu juga adalah suatu fakta yang sudah kepalang memenuhi isi benak.
Iya! Sasuke benar-benar tak tahan dan dia juga ingin sekali berlaku demikian. hanya bagaimanapun, rasanya ia belum berhak menerima semua itu sementara dirinya masih merasa penuh dosa, merasa tidak adil jika ia melarikan diri begitu saja.
Singkatnya, bola onyx melirih kala angin turut menari menggoyangkan pandangannya. sejauh ini ia telah melakukan yang terbaik untuk berusaha menahan diri kemudian mengambil keputusan melanjutkan kembali perjalanan panjangnya.
Lantas hinggap di tempat tadilah ia mulai memikirkan semua hal yang menyangkut desa. Segores mimpi semalam menggugah kuriositas.
Ia mendesah, menutup matanya selagi tangan masih tersampir di sokongan kaki menekuk.
"Bagaimana caranya?"
...
Tempat persembunyian Orochimaru menjadi tujuan tempat berpulangnya kali ini. Ah tidak, ia tidak bermaksud tinggal di sana lebih lama. Sasuke hanya ingin mendapat penjelasan atau tafsiran mengenai mimpinya terhadap guru yang pernah menghadiahi kekuatan besar terhadapnya itu.
Tunggu sebentar!
Langkahnya tiba-tiba tercekat, tandanya masih ada jeda sebelum ia masuk sepenuhnya menuju markas tersebut. Ini menyangkut pikiran Sasuke mengenai sebuah mimpi yang sudah lama ia lupakan.
Mimpi? Huh,
Sontak saja menyerang isi otaknya,"Kupikir mimpi itu telah tercapai sepenuhnya. namun, hal itu tidaklah terdengar seperti sebuah mimpi belaka melainkan cuma sekadar ambisi semata. hei, apa aku punya mimpi lain? lalu apa mimpiku sebenarnya?"
"Sasuke-kun?"
Suara itu datang menginterupsi gangguan isi benak. Ia menoleh ke arah yang bersangkutan.
"Untuk apa kau kemari lagi?"
Dia adalah Yamato, Ninja yang secara sukarela menugaskan diri menjaga persembunyian Orochimaru tanpa dasar perintah siapapun. Ia hanya kuatir takut-takut suatu hari nanti mantan murid dari Sandaime itu mengacau lagi di desa tercintanya. Lagipula, Yamato sadar diri akan kelalaian yang diperbuat ketika tak berhasil menjaga Naruto alih-alih dirinya berujung menjadi boneka untuk kejahatan Kabuto beberapa tahun silam.
YOU ARE READING
The Trust : Await And Journey
Fanfiction(Belum revisi total! Mohon maaf jika menemukan TYPO, EYD atau kalimat/narasi yg kurang alias tidak sempurna :'v) Well, JANGAN DIBACA KALO GAK SUKA!! Uchiha Sasuke & Haruno Sakura ©Masashi Kishimoto Fanfict by mintxuxyl Canon . PG - 15+ . Lenght (Ch...
