Seorang gadis kini berdiri didepan frame cermin yang amat besar dengan balutan dress selutut ditubuhnya, ia memperhatikan setiap detail penampilannya dipantulan cermin tersebut.
"Aku bukan pembunuh..."
Kalimat itu selalu muncul dikepalanya, seakan menjadi pengingat setiap waktu. Dia hanya tersenyum miris dengan wajahnya yang sangat pucat pasi ditambah lagi matanya yang sembab karena air mata.
Anggaplah tidak waras, dia mulai menjambak rambutnya dan berteriak histeris pada pantulan dirinya didepan cermin...
***
15 april 2020
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Intuisi-ku
Genç Kız EdebiyatıKira-kira singkatnya begini, kau harus bahagia meski tak harus denganku. Namun kau juga harus mengerti aku benci kalimat ini. -Khairanis Agata Basonna
