Pertanyaan Dasar

93 5 2
                                        

Wina tidak terlahir dari keluarga miskin, pula tidak terlahir dari keluarga kaya. Dia biasa-biasa saja. Hidup menuntut ilmu di sekolah yang biasa-biasa prestasinya. Dua belas tahun berseragam sekolah, empat tahun menjalani kuliah di kampus yang tidak begitu dikenal orang. Biasa saja.

Wina bukan peraih prestasi olimpiade, bukan pula peraih beasiswa. Spesies mahasiswa kupu-kupu. Kuliah-pulang, kuliah-pulang. Jika telah datang kelulusannya, dia akan mengikuti arus sebagai pencari kerja.

Manusia homogen berkembang-biak di lingkungannya. Hidup hanya selayak: berpendidikan, bekerja, menikah, punya anak, tua, mati.
Hidup hanya sebatas: rutinitas makan-minum, mandi, bersembahyang, melakukan perintah atasan, dan tidur.

"Apakah aku hidup?" Wina mempertanyakan di atas kertas.

________________

"Untuk apa aku hidup, Bu?" tanya Wina di suatu waktu. Waktu di mana musim menggugurkan daun. Seperti biasa, sejak kecil hingga tiga belas tahun, sebelum tidur ibunya selalu mengantarkan ke kasur.

"Kita hidup untuk bekerja, mencari uang yang banyak, Nak."

"Mengapa harus uang?"

"Karena uang bisa memberikan apapun yang kita inginkan. Kita bisa jalan-jalan keluar negeri, kita bisa makan enak, kita bisa beli pakaian baru yang bagus."

"Jika mencari uang terus, apakah tidak kelelahan? Kapan kita akan berhenti mencari uang, Bu?"

"Jika kita kelelahan, maka kita harus tidur. Nah, sekarang Wina sudah kelelahan. Waktunya tidur."

Ibu mematikan lampu kamar, kemudian keluar ruangan. Pintu ditutupnya perlahan.

Wina memejamkan mata, membukanya lagi. Memejamkan mata, membukanya lagi. Memejamkan mata, lalu dia berpindah tempat.

Detik terus berpindah, menit berganti, hari berubah, tahun bersilih. Satu dekade berlalu.

_______________

'Untuk apa aku hidup? Apa tujuanku diciptakan? Untuk mendapatkan uang? Uang untuk siapa? Untuk diriku sendiri? Uang diciptakan manusia, lalu siapa yang menciptakan manusia? Apa tujuan manusia diciptakan? Mengapa hidupku begini-begini saja?'

Pertanyaan berkecamuk di kepalanya. Setiap detik, setiap menit, setiap jam. Hari-hari dihantui dengan pertanyaan mendasar: Untuk apa aku diciptakan?

Kepalanya ingin meledak. Dia pun beranjak, meninggalkan semua pekerjaannya. Sumber uangnya beranak-pinak.

Wina menguras semua harta kekayaannya, lalu melakukan perjalanan. Pergi ke mana? Entah! Dia ingin tahu tujuan hidupnya, dia berkelana ke mana saja, untuk memastikan apakah setiap orang di dunia ini hanya hidup untuk uang.

Story of WinaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang