Sesi 1

86 0 0
                                        


Alfa menembakkan three-point terakhirnya sebelum keluar dari lapangan. Dia lantas duduk di salah satu deretan bangku tribun, menegak air dari botol minumnya, dan memantau dari jauh teman satu timnya yang masih berlatih di lapangan dengan tim universitas tetangga. Dia menoleh ke sisinya. Ada seorang gadis duduk di tribun itu, tidak jauh darinya. Gadis itu juga sedang memperhatikan orang-orang yang sedang bermain basket di lapangan. Namun, beberapa kali kepalanya tertunduk, dan tangannya yang memegang pensil bergerak-gerak pasti di atas sebuah buku sketsa yang dipangkunya.

"Hai," Alfa menyapa lebih dulu.

Gadis itu menoleh, lalu tersenyum. "Hai."

"Nungguin cowoknya?"

Gadis itu lantas menunjukkan sketsa yang sedang dibuatnya pada Alfa. "Enggak. Saya sedang menggambar."

Alfa tampak terpukau dengan sketsa bikinan gadis itu. Itu adalah gambar dari seorang temannya di lapangan yang sedang melakukan slam-dunk. Sketsa itu hampir sempurna.

"Do you mind..?" Alfa mengulurkan tangannya ingin meminjam buku sketsa gadis itu.

"Not at all," gadis itu menyerahkan buku sketsanya.

"Whoa, this is awesome," puji Alfa sembari membalik-balik halaman demi halaman buku sketsa itu. Banyak sekali ekspresi-ekspresi di lapangan basket yang ditangkap secara detil oleh tangan dan pensil milik gadis itu.

"Thank you," ujar gadis itu ceria.

"Anak seni rupa ya? Atau, arsitektur? Desain grafis?" cecar Alfa.

Gadis itu terkekeh. "Bukan. Saya mahasiswa Psikologi, tapi saya juga suka menggambar."

"Bisa baca pikiran saya dong?" canda Alfa.

Gadis itu tergelak. "Ada metode-metode yang harus diterapkan dulu untuk menganalisa kepribadian seseorang. Harus ada tes, observasi, wawancara, skala... nggak bisa tiba-tiba nebak. Minimal harus ngobrol dulu."

"Kalau ngobrolnya di Checo sambil ngopi, lebih enak kali ya daripada di lapangan begini?" Alfa nyengir.

Gadis itu kembali tergelak. "Boleh."

Alfa lalu mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya. "Alfa."

"Omega," gadis itu menjabat tangan Alfa.

Alfa OmegaWhere stories live. Discover now