Prolog

96 7 6
                                        

Laki-laki itu berjalan menelusuri lorong untuk pergi kekelasnya pagi ini. Dengan tangan yang dimasukkan ke saku celana dan raut wajah yang datar, kalian pasti tahu seberapa dinginnya ia. Namun langkah santainya terhenti ketika ia mendapati sosok yang membuatnya menunggu selama 11 tahun lamanya berada beberapa meter didepannya.Gadis itu sedang mengobrol dengan salah seorang murid perempuan di depan kelas 12-A.

Dengan langkah pasti, ia mendekati gadis itu. Hatinya teriris tatkala melihat gadis itu tertawa lepas. Bayangan masa lalu melintas dibenaknya. Pipi yang bersemu. Anak rambut yang melambai tertiup angin. Dan lesung pipit di pipi kiri gadis itu.

"Ju Seung Ji, bisa bicara denganku sebentar?"

.
.
.
Autumn's With You
.
.
.

Tak pernah sekali pun ia membayangkan sosok yang dirindukannya berdiri dihadapannya. Seperti saat ini, mereka hanya terdiam. Laki-laki itu terus menatap gadis di hadapannya yang menunduk malu.

'Masih sama. Ia tak berubah sedikitpun.'

Bibirnya masih enggan terbuka. Hanya suara semilir angin dan kicauan burung yang terdengar. Bel istirahat masih panjang, tak apa bila mereka menikmati sunyi ini sedikit lagi.

"Kau tak mengingatku?" Suara laki-laki itu memecah kesunyian.

Gadis itu mendongak dan alisnya bertautan. Ia masih terdiam sambil mengamati wajah tegang laki-laki itu yang perlahan mengendur. "Apa maksudmu? Tentu saja aku mengingatmu. Kau Oh Sehun."

"Bukan itu, maksudku..."

Laki-laki itu menghela nafas sejenak. Ia harus menetralkan debaran jantungnya yang mungkin akan terdengar gadis itu bila ia maju satu langkah lagi. Pikirannya semakin ruwet. Ia khawatir bila gadis itu benar-benar melupakannya. "Kau... benar-benar tidak mengingatku?"

Mungkin ia harus berdoa agar gadis itu mengingatnya walau hanya namanya saja. Atau berdoa agar mereka tak pernah dipertemukan. Ia berharap dirinya menjadi seekor kupu-kupu yang bisa dengan bebas terbang, tak perlu merasa khawatir kalau akan ada yang membuatnya sakit hati. Namun, angan hanyalah angan. Ia harus kembali pada realita.

"Maafkan aku, Sehun. Tapi aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan."

***

Autumn's With You [HIATUS]Stories to obsess over. Discover now