Gue Allel, manusia luar angkasa yang berasal dari Planet LokaLoya. Planet gue itu indah, subur, dan asri. Hidup di planet tersebut memang nyaman. Semua kebutuhan tercukupi dari makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Ayah gue seorang raja di planet itu. Gue sebagai anak tertua dari dua bersaudara mempunyai tugas menggantikan ayah gue suatu saat nanti. Adik gue masih kecil, belum ngerti apa-apa. Sebagai putra kerajaan, gue disegani oleh rakyat dan diidam-idamkan para wanita. Secara gue memang tampan dan berwibawa. Mana ada coba cewek yang gak kesemsem sama gue. Tapi, itu semua enggak lantas bikin gue sombong. Gue tetap harus menjaga kehormatan sebagai putra keluarga kerajaan.
Tiap hari kerjaan gue bisa dibilang sibuk. Mulai dari bangun pagi gue udah harus ke lapangan untuk latihan berkuda. Enggak cuma berkuda doang, gue juga latihan memanah. Bisa dibilang kemampuan memanah gue diatas rata-rata. Siangnya gue nemenin Ayah gue pergi ke planet tetangga. Yaah, biasa cuma ngurusin kerja sama antar planet. Ayah gue memang dikenal sebagai raja yang bijaksana. Sehingga planet lain segan dengan kerajaan kami. Memang agak bosen sih cuma lihat para Raja dan Penasehat adu argumen. Ya mau enggak mau gue harus ikut. Sorenya gue pergi menemui rakyat-rakyat gue. Mereka kelihatan senang banget saat Pangeran negeri mereka datang. Gue sih cuma senyum-senyum aja. Malamnya adalah waktu gue buat berkumpul makan malam bersama keluarga. Sambil makan, kami membahas kejadian yang dialami seharian. Bisa dibilang mirip curhat gitu.
Pada suatu malam yang gue lupa kapan tepatnya, Ayah gue tiba-tiba memanggil.
"Al... kemarilah,Nak," ucap ayah gue yang suaranya terdengar berat mirip om-om yang lagi puber.
"Iya Ayah, kenapa?" jawab gue seraya menghampiri.
"Minggu depan Ayah akan mengirimmu ke Bumi. Jadi siapkan bekalmu dari sekarang," lanjut Ayah gue sambil berdiri dengan gagahnya.
Haaaah.....!!??? Enggak ada angin enggak ada hujan tiba-tiba gue mau dikirim aja. Emangnya gue barang paketan main kirim-kirim. Melongo gue denger ucapan om-om puber. Maksud gue Ayah gue.
"Kamu bolot ya?" sahut Ayah gue
"What the hhee ...." pikir gue. Ini bapak ngatain anaknya sendiri bolot, belum pernah disumpahin kali ya.
Kemudian beliau meninggalkan gue dan menuju ke kamarnya. Gue bingung. Gue mau dikirim ke planet lain. Bumi? dengar aja belum pernah. Memangnya apa yang salah sama gue. Ngapain coba ke Bumi. Mending juga disini. Beribu pertanyaan muncul di kepala gue saat beranjak ke kamar. Membuat gue gak bisa tidur semaleman. Kepala gue rasanya mau pecah. Rambut gue kusut, badan gue gatel-gatel. Ternyata gue baru sadar kalo belum mandi. Itu sih bukan masalah. Apa yang ada dibalik ini semua? Apa yang harus gue lakukan?
Keesokan harinya gue menemui Ayah gue. Berhubung Ayah gue lagi bersama Thogar. Thogar itu kuda. Kuda kesayangan gue.
"Aku tidak ingin pergi!" ucap gue.
"Kamu harus!" tegasnya
"Tapi ....."
"Itu perintah," lanjut Ayah gue.
"Ini sangat tidak masuk akal. Ngapain aku ke Bumi? Mendengarnya saja aku enggak pernah," sahut gue seakan menolak. Ya memang menolak sih.
"Kamu harus belajar," jawab Ayah gue.
"What...? Belajar??? Ini lelucon. Hahahaha....." gue tertawa ngakak berlinang air mata. "Belajar di planet antah berantah. Masih mending juga disini. Ngapain coba jauh-jauh belajar." lanjut gue.
"Kapan kau akan sadar? Posisimu sebagai putra tertua akan menggantikanku suatu saat kelak," jawabnya tegas.
Aku hanya diam mematung mendengarnya.
"Kerjamu hanya malas-malasan. Jika aku mati, apa kau sanggup memimpin rakyatmu?" lanjutnya
Aku sadar ternyata ini yang dipikirnya. Sejak kecil gue memang mengidolakan Ayah gue. Ia sosok yang baik dan bijak. Tapi gue bakal meninggalkan kerajaan ini. Apakah gue harus sedih? Atau gue harus senang? Tapi gue yakin semua yang beliau lakukan akan membawa kebaikan buat gue. Namun, kenapa secepat ini datangnya? OH, WHY???
Dan akhirnya hari itu pun tiba. Kalian tahu bekal apa yang gue bawa? Gue ENGGAK membawa apa-apa. HAHAHA.... Masa bodo. Sebelum itu, gue berpamitan dengan Thogar kuda kesayangan gue. Gue mengenalnya sejak ia masih di dalam kandungan ibunya. BTW, ibunya bernama Raina. Ia sudah mati. Karena faktor usia dan sakit-sakitan. Bapaknya? Bapaknya pergi entah kemana tak kunjung pulang. Mungkin sudah kawin lagi dengan kuda lain. Atau dengan zebra, bisa jadi dengan keledai. Kisah cinta kuda yang aneh.
Dan akhirnya, gue pun berpisah dengan ayah, ibu, adik, serta penghuni kerajaan. Memang awalnya gue sedih. Tapi mau bagaimana lagi. Daripada gue dikutuk jadi kerikil.
So, finally gue dikirim ke planet yang bernama Bumi untuk belajar disana.
YOU ARE READING
Allel - Manusia Luar Angkasa
Teen FictionAllel, manusia luar angkasa yang berasal dari Planet LokaLoya. Planet yang begitu asri nan jauh disana. Kehadirannya di Planet Bumi semata-mata diutus oleh ayahnya guna menimba ilmu. Kisahnya di Bumi diwarnai bermacam kejadian. Mulai dari awal kedat...
