Gadis itu cuek, pendiam, tatapan mata-nya seakan-akan dia melihat penjahat. di balik itu semua ada kelembutan yang tersembunyi! kelembutan yang tak pernah ku lihat dari gadis manapun.
aku diam-diam menyukai-nya. Dia sangat mesterius! penuh dengan t...
Bayangan hitam itu membawa pisau dapur, hampir mengarahkan ke wajah-ku.
Sekali lagi bayangan hitam itu tidak jelas, aku ingin sekali melihat bayangan hitam itu. Tapi apa daya! Di ruangan itu sedang gelap gulita. Apa lagi sedang hujan dan sambaran kilat yang sesekali memperlihatkan warna baju yang ia kenakan. Wajah-nya tidak jelas.
Perlahan ku coba bertanya
" Si-Si-Siapa" " Ka-Kamu?" Tanya ku terbatah-batah karena ketakutan.
Sungguh ini tidak lucu! Ini mengerikan.
" Pergilah!. " Perintah dari bayangan hitam itu, sekarang suara-nya lebih meninggi (Lagi).
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ku rasakan tangan-Nya sangat dingin. Keringatnya bercucuran, bagaiakan mandi keringat.
" Pasti dia mimpi buruk lagi! " Kata danieal
Danieal adalah suami-ku, sejak awal menikah hingga kini
" ia tak pernah meninggalkan ku "
walau aku berbuat salah. Dia hanya menasehati ku dan mencoba membenarkan aku dengan cara-Nya. Dan selalu berhasil !.
" Aku tidak mengerti kenapa gadis ini selalu bermimpi buruk. Aku tak tega melihatnya. Jika ia terus-menerus berkeringat seperti ini, cucuk kita akan sakit. Aku tidak mau dia sakit! "
" Tenanglah sayang! Belsi anak yang kuat. Kita hanya bisa memberi moment yang baik! Membuat kebahagiaan di setiap waktu-Nya, agar dia tidak bermimpi buruk lagi. " Danieal tersenyum pada-ku, seakan-akan tidak terjadi suatu hal pada belsi
Tapi aku tahu jauh dalam lubuk hati-nya, ia juga menangis.
Danieal, kau suami yang baik dan setia! Aku beruntung mempunyai-mu. Dan lihatlah kita mempunyai cucuk yang sangat cantik,manis, dan baik.
Hanya air mata yang bisa ku tetesakan dan tentu saja mencoba membangunkan belsi.
" Tunggu ! " Aku menoleh kepada danieal. Danieal perlahan-lahan membungkukan badan-nya, dia memencet hidung belis dengan ibu dan telunjuk jari tangan kanan-nya.
Aku tahu dia melakukan itu agar belis tidak bisa mernafas dan kekurangan oksigen, maka selanjut-nya belis otomatis akan cepat bangun.
Cara itu berhasil! Bagus.
***
Ku lihat belis, terengah-engah karena dia kekurangan oksigen. Masih dengan peluh keringat-nya, wajah takut itu masih menghiasi wajah cucuk-ku ini.
Ingin ku lontarkan pertanyaan "apakah kau baik-baik saja. Belis ?". Tapi sebelum itu ku lakuakan.
Belis cucuk-ku mendekap diri-ku. Menangis hal yang utama yang ia lakukan setelah mimpi buruk terjadi. Sangat erat dekapan belsi, seakan ia tak ingin kehilangan sesuatu.
" semua baik-baik saja belsi! " ku mengusap-membelai setiap helaian rambut panjang hitam-Nya. Mencoba menenagkan-Nya dengan sentuhan jari-ku di rambut panjang-nya.
" Tenanglah! Semua akan membaik. " (Lagi)
" Kenapa aku selalu bermimpi buruk nek? Ini membuat-ku risih. " keluh-Nya
" Dari kecil memang sudah begini, jika tidak ada kakak di samping ku nek. Aku rindu dengan kak kevin! Aku merindukannya nek. Suruh ia cepat pulang." ucap Belsi (Lagi) tersenduh-senduh.
" Belsi ! kevin sedang ada proyek di singapura. Lima bulan lagi ia akan kembali! Dan kami juga tidak bisa memaksa-nya pulang. " Ucap Danieal.
Belsi memandang ku, seakan-akan ia menyuruh ku untuk membujuk danieal agar membawa pulang kevin.
" Iya Belsi! Yang di ucapkan kakek mu itu benar . Bersabarlah " aku melontarkan senyuman semanis mungkin, untuk membuat-nya tegar.
Tangisan Belsi! Aku merasa sudah hampir satu jam bahkan ini sudah lebih beberapa menit.
aku dan danieal tidak tauh mimpi apa yang selalu di alami oleh belsi, ia selalu cerita ke kevin kakak-nya. Belsi gadis sangat tertutup. Sangat.
Dan saat ia di tanyai oleh aku atau danieal, belsi tidak bisa menceritakan-nya. Iya harus ku akui, Belsi jauh lebih dekat dengan kakak-nya. Dan kevin sangat menyayangi belsi adik-nya.
Baik-lah tak masalah! Kevin bisa aku tanyai dan tentu saja ia kan berkata jujur. Cara itulah agar aku menggenal belsi, lewat kevin.