Prolog

98 10 7
                                        

"Haii, sedang apa kau disini?" tanya ramah seorang gadis kecil yang tiba-tiba saja duduk bersebelahan denganku. Aku hanya memandang sekilas, tanpa niat mejawabnya. Seorang gadis kecil berumur sekitar enam tahun dengan pita biru yang disematkan di rambutnya. Ahh, terlihat cantik dan manis.

Tiba-tiba ia merogoh saku roknya karena memang terasa gatal. Lalu dikeluarkannya sebuah lollipop yang ku kenal betul labelnya, Cupa cup.

"Lollipop dapat mengembalikan suasana hatimu" katanya sembari memasukkan lollipop ke dalam saku jaketku. Dasar gadis kecil yang cerewet. Aku tidak menggubrisnya, menoleh kejauhan taman.

"Percuma saja aku berbicara." desahnya dan pergi berlalu entah kemana. Memang apa peduliku!

Aku memutuskan kembali ke rumah. Segera, setelah langit mendung dan suara petir berbunyi pertanda akan hujan. Mataku menatap lurus pada sebuah buku gambar. Sepertinya milik gadis kecil itu tadi. Aku akan menyimpannya. Mendengar celotehannya saja sudah membuatku rindu. Heii, ada apa denganku ini? Apa aku mencintai gadis kecil itu?

Ahh biarlah, memang apa peduliku.

TBC.

Authors Note :

Halo semuanya. Kami author baru di sini jadi harap maklum ya kalau bahasanya masih kurang menarik atau membingungkan. Pasti kalian bingung kenapa ada kata 'kami'. Jadi gini, cerita ini itu dibuat oleh 2 author. Dan nama Devira adalah gabungan dari nama kami berdua.

Btw, untuk ceritanya kadang ada bahasa baku dan kadang bahasa gaul. Untuk percakapan emang dibuat gaul (mencegah kebosenan) tapi lihat sama situasi. Kalau sama yang sebaya dan dekat digunakan bahasa gaul tapi selain itu bahasanya baku. Dan bahasa gaul hanya ada dalam percakapan. Selain itu, bahasanya diusahakan biar ga terlalu baku.

Oke, mungkin itu aja dari kita berdua untuk sekarang ;) Buat kalian para reader, bantu vote, comment, like, share, dan segala macem yaa. Ehehe.

BYE! JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT! ;)

Hidden MemoryStories to obsess over. Discover now