Awal dari segalanya

1.2K 25 0
                                    

Cerita ini sebenernya real life story.. Tapi ada sedikit bumbu2  menarik yang dintambahkan selain rempah-rempah, garam dan penyedap rasa..

Hiiihhh....

Mudah-mudahan kalian menikmati ceritaku...

Dan segera berlomba menekan bintang dan menulis komen...

Aku tunggu...

---------------------
Kutatap kembali testpack di tanganku, beberapa menit lalu testpack itu ku celupkan ke dalam air seni-ku sesuai batas yang di tentukan sang pembuat Testpack yang entah siapa itu,

Dua garis jelas muncul di sana, antara sedih dan bahagia ku rasakan sekarang, sedih.. Karna aku sedikit trauma soal kehamilan dan segala pengaruhnya, bahagia.. Karena inilah yang suamiku inginkan setelah menunggu selama 1,5 tahun sejak kehamilan pertamaku, ini juga sebenarnya keinginanku, hanya saja.. Kehamilan terdahulu membuatku ragu, kini aku pasrah.. Yahh.. Inilah aku sekarang, dalam perutku tumbuh janin berusia empat minggu, begitu hitungannya

Untuk kalian tahu, kata semua orang di sekitarku, termasuk bidan yang menangani kehamilanku terdahulu, hitungan satu bulan itu, saat datang bulan terakhirmu, menuju bulan berikutnya, Janin itu sudah mengendap sejak hari kedua setelah aku selesai datang bulan, begitu

Yahh.. Hari-hari ku lalui tanpa perasaan berbeda, sama saja, hanya.. Dikala aku mencium ibu mertuaku memasak sesuatu, perutku mendadak mual dan rasanya tidak tahan untuk muntah, sampai ibu mertuaku bilang

"Kau memang tidak suka masakanku bukan.. Tidak perlu mengada-ngada.." ucapnya,

aku sedikit tersinggung, karena itu bukan inginku, sebelum hamil aku sangat suka makanan ibu mertuaku, apapun yang dimasaknya aku selalu suka, tapi kenapa..

Yahh.. Namanya mertua.. Memang kadang tidak akur dengan menantu nya, itulah yang dialami menantu-menantunya yang lain selain aku,

Menantu pertama, terpaksa dibawa suaminya karna ribut dengan kakak iparku.. Dan kalian harus tau juga.. Bahwa kakak iparku kebanyakan perempuan, jadi keluarga suamiku terlalu di dominasi perempuan, membosankan bukan..

Lanjut menantu kedua, kalau menantu yang ini... Ehmm.. Kalau kata kakak iparku yang kebanyakan perempuan itu, dia itu menantu yang malas dan tidak bisa di nasehati siapapun, dia selalu jadi buah bibir dalam keluargaku , bukan karna kebaikannya, karna sifatnya yang menurut mereka menyebalkan, termasuk mertuaku pun selalu membicarakannya, hingga dia pun terpaksa di bawa pindah kakak iparku,

Perlu kalian tau, kakak iparku laki-laki hanya dua biji, dan keduanya membawa istrinya dari rumah, hingga hanya aku lah menantu yang bertahan dalam rumah ini,

Kata orang, aku termasuk menantu yang kuat, mampu bertahan di rumah ini di tahun ketiga pernikahanku, oke.. Selesau soal keluarga suamiku.. Dan mertuaku

Kembali ke kehamilanku, siang itu, aku beritahu suamiku, dia bahagia hingga melompat-lompat, menggendongku berputar-putar sekitaran rumah, dan itu untuk terakhir kalinya dia mengangkatku, karna kalian akan tau berat badan kalian akan bertambah drastis selama kehamilan

Dia mengajakku periksa ke bidan, aku menolaknya, karna kurasa, ini baru bulan pertama, tidak begitu penting menurutku, ku putuskan akan memeriksakan keadaan kehamilanku setelah nanti 3 atau 4 bulan

Baby And MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang