Life is the only game which has no pause, no resume and no restart . You have to be careful enough to never fail and not to be hurt --F&F
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Fira.. "
Yang dipanggil namanya pun menoleh dan sedikit membungkuk melihat siapa yang memanggilnya.
Adalah Rakanoah Alfarido, putra pertama dari perdana menteri Rama Alfarido dan Lia Saskirana yang memanggil gadis cantik yang sepertinya sudah bersiap dan akan segera berangkat untuk memulai aktivitas belajarnya.
"Ya tuan muda."
Si gadis cantik dengan nama asli Safira Anastasya Hambali itu pun menjawab penuh rasa hormat pada putra sekaligus kepala keluarga di kediaman keluarga Alfarido.
Kepala keluarga?
Ya, semenjak kematian orang tuanya beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat usianya 15 tahun dan adiknya baru berusia 10 tahun, orang tua mereka dibunuh dengan keji didepan adik bungsunya. Hal itu membuat Raka dibesarkan penuh dengan tanggung jawab yang harus ia pikul sebagai sosok yang kuat dan bertanggung jawab, sebagai sosok pemimpin untuk rakyatnya dan sebagai sosok kedua orang tuanya untuk adiknya.
Raka sendiri dipersiapkan menjadi calon perdana menteri untuk periode lima tahun mendatang, karena semua yang Raka lakukan benar-benar menyerupai sosok ayahnya yang pernah memimpin negara dengan puluhan juta warga penduduk didalamnya.
Hal itu membuatnya tak bisa mengawasi satu-satunya keluarga yang ia miliki dan hal itu pula yang membuatnya mempercayakan Fira sebagai seseorang yang bisa ia andalkan untuk menjaga adik kesayangannya.
"Tolong kamu bangunkan Farel, sepertinya dia pulang larut malam kemarin."
Fira pun sedikit tegang saat Raka memintanya untuk membangunkan adiknya, bukan karena dia takut menghadapi pria dengan sifat sangat bertolak belakang dengan kakaknya itu, namun karena setiap menatap Farel, ada rasa bersalah dan berdosa yang selalu ia rasakan hampir di sepanjang umurnya dan di setiap nafas yang ia hembuskan.
"Kenapa kamu diam saja?" tanya Raka menatap Fira.
"Saya akan segera membangunkan tuan muda Farel. Permisi." ujarnya bergegas menaiki tangga.
"Fira.." suara Raka kembali menginterupsi
"Ya tuan besar."
"Kami memiliki rencana baru tentang pemerataan wilayah terpencil. Bagaimana menurutmu?"
Fira kemudian mengernyit tak mengerti ucapan seseorang yang selalu bersikap sangat baik dan tak pernah memperlakukannya dengan buruk.
Raka kemudian tersenyum dan mendekati Fira "Datanglah ke kantorku, setelah kamu pulang sekolah. Aku ingin mendengar pendapatmu. Ingat kau adalah
advisor kepercayaanku." Ujarnya kemudian menuju ke ruang kerjanya meninggalkan Fira yang baru mengerti ucapan majikannya.
Fira pun hanya menghela nafasnya pelan dan tersenyum pahit mendengar ucapan Raka yang mengatakan kalau dirinya adalah orang kepercayaan pria yang sangat bijak dan dermawan. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana sikap Raka jika dia tahu sebenarnya tentang siapa Fira dan kenyataan mengerikan tentang dirinya.
Fira kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar yang berada di pojok ruangan, terkesan menyendiri dan tak mau diganggu. Karena memang begitulah sifat dari si pemilik kamar.
Tok..Tok…
"Tuan muda Farel. Apa anda sudah bangun?" tanyanya dengan suara agak kencang agar Farel mendengar.
Tak ada jawaban dan Fira kembali mengetuk.
Merasa Farel tak merespon panggilannya, Fira tak punya pilihan lain selain memasuki kamar yang selalu ia hindari beberapa tahun belakangan ini.
VOUS LISEZ
Farel & Fira
Roman pour AdolescentsMereka bodoh, Mereka angkuh, Mereka rapuh, Mereka jatuh, Namun cinta menjelaskan segalanya . Masa lalu membuat mereka bertemu, Masa lalu membuat mereka saling membenci Masa lalu yang memisahkan mereka, dan masa lalu juga yang membuat mereka disatu...
