1
untuk pertama kalinya,setelah sekian lama- [Zidan]
xxx
Pemuda yg satu ini lekas terjaga dari tidurnya kala deringan jam beker memekik merasuk telinganya.
sejurus kemudian tangan kekarnya menyambar jam sialan tersebut,guna menekan salah satu tombol dibenda itu,yg berfungsi melumpuhkan deringannya.
tak ingin terlalu larut dengan rasa malasnya,pemuda ini beranjak bangkit dari kenyamanannya lalu memasuki kamar mandi.
*
Tap!tap!tap!
Derapan langkah yg dipercepat kala pemuda ini menuruni tangga,terdengar begitu memekik memenuhi separuh ruangan.
Hingga mengalihkan perhatian kedua insan paruh baya,yg menyandang peran sebagai orangtuanya. "Zidan,kau kenapa nak?"tanya wanita paruh baya yg menyandang peran sang ibu
-Hany,namanya-
Alih-alih menyauti pertanyaan ibunya pemuda yg bernama Zidan itu,malah lebih memilih menyambar sepotong roti yg diolesi selai kacang diatasnya.kedua orangtuanya lantas mengerenyit heran.
"Aku tidak punya waktu lagi.ibu,ayah-"ujar Zidan serta menjeda pemaparannya kala ia mengusung coklat hangatnya."-aku pergi dulu!"Zidan berlalu seraya melambaikan tangan kepada kedua orangtuanya yg masih setia mengerenyit.
Hingga akhirnya Heri berkata "hati-hati, Zidan."sedikit berteriak.
*
"Masih ada 10 menit lagi".pemuda ini bergumam tatkala melirik arloji yg melekat indah di pergelangan tangan kirinya.lalu kembali merajut langkah santainya mengarungi koridor.
Hingga tanpa ia sadari,dari arah yg berlawanan tengah ada sosok yg berlari tergesa gesa.hingga,,
'dugh'
"Awwsshh"
Ternyata ada sosok gadis yg menghantam dada bidangnya cukup kuat.hingga dengan refleks gadis itu mencengkram erat bahu sosok pemuda yg ia tabrak,lantaran tak sanggup menopang tubuhnya yg laksana hilang keseimbangan.seakan mengalami hal serupa,Zidan dengan gerakan kilatnya merengkuh kuat pinggang ramping milik gadis malang yg hampir saja tersungkur karnanya dan tentu saja ulah gadis itu sendiri.
Dengan jarak yg berkisar dekat,dibawah kesadaran masing-masing tatapan mereka bertautan.darah Zidan berdesir,jantungnya berdegup dahsyat,sarafnya seakan berhenti bekerja.tubuh mereka terpaku selama beberapa menit.
Hingga,dengan segera gadis ini mengakhirinya.menepis tangan nakal yg tengah menjerat pinggang rampingnya."Apa yg kau lakukan,heuh!" gadis ini mencoba meluapkan amarahnya dengan melontarkan satu pertanyaan.tapi terdengar dari nada bicaranya yg memekik,gadis ini lebih layaknya membentak.
Peluh-peluh dingin tengah menjalar disekujur tubuh pemuda ini.dengan setitik keberaniannya.Zidan menyaut."a-aku ti-tidak melakukan apa-apa,aku hanya sedang menolongmu,yg hampir terjatuh akibat dengan agresifnya kau menghantam dadaku benar bukan?" memaparkannya sesuai dengan kenyataan yg ada.
Tapi ternyata pemaparannya malah semakin membuat amarah gadis ini menjadi.tangannya bahkan mengepal tersulut amarah.kepalan tangannya sudah berayun ayun ingin mendarat kasar dipermukaan wajah Zidan.hingga akhirnya...
"NAIRA!"
__________________
Tbc.
A/n:
hello peps.im here.
ini cerita pertama gua lohhhh.YAYEEE!! akhirnya gua post!! who's exited??((krik krik))
Setelah melewati badai cobaan yg berat dalam menulis cerita ini #edannn
Akhirnya part 1 yg sangaaat absurd,penuh typo,dan segala kekurangannya yg lain ini bisa terselesaikan.
Supaya cerita ini punya progres
Mohon bantuannya untuk
vomment ya pibadeh!♥
xxx
VOUS LISEZ
REMORSE
Roman pour AdolescentsCerita ini berisi tentang buruknya masa lalu, waktu, dan penyesalan. Tentang yg ingin berdamai dengan masalalu buruknya, Tentang yg menyianyiakan waktu Hingga,berakhir dengan datangnya penyesalan. Dan disinilah, Zidan Rafelino Hernawan,pria (bodoh)...
