Chapter 1

78 14 0
                                        

Notifikasi handphone Keyla terus berbunyi. Membuat gadis berusia 15 tahun itu menjadi sangat muak. Keyla melihat satu persatu notifikasi tersebut, namun ia tahu yang diharapkannya tak akan memulai seperti mereka yang selalu mengganggu Keyla.

Karin, kakak Keyla yang lebih tua 3 tahun darinya hanya menggeleng gelengkan kepala mendengar notifikasi handphone adiknya yang terus berbunyi sejak 15 menit yang lalu.

"Key, bales gih"

"Paan sih Rin. Gak. Lagian juga kerjaannya gangguin orang tiap hari. Ga ada kerjaan lain apa? Malah buat ilfeel tau ga sih"

Ya, Keyla memanggil kakaknya 'Karin' karena pada waktu kecil Dian--mama mereka--memanggil Karin dengan sebutan Rin. Dan itu yang membuat Keyla memanggil Karin dengan sebutan namanya, bukan dengan sebutan kakak.

"Oohh gue tau. Pasti cowo yang lo suka ga ngechat kan? Makanya ga mau dibales chat yang numpuk ini. Ya ga?" Karin menggoda Keyla.

"Tau ah. Mau tidur gue. Sana balik kekamar lo!" Keyla mendorong Karin keluar dari kamarnya. Lalu merebahkan diri diatas tempat tidur dengan bed cover ungu kesayangannya.

Keyla mengambil handphonenya lalu melihat nama siapa saja yang mengirimkannya pesan daritadi.

1. Raffa. Raffa itu teman sekelas Keyla yang menurut Keyla selalu menerrornya sejak setahun yang lalu.

2. Vino. Vino adalah sahabat Keyla dari SMP. Mengingat hal itu, Keyla langsung membalas pesan dari Vino.

3. Zean. Zean tak lebih dari seorang stalker menurut Keyla.

4. Alviano. Kakak kelas Keyla. Membuat gadis itu menjadi ragu untuk tidak membalas pesannya. Dan akhirnya, Keyla membalas seadanya--hanya menjawab pertanyaan dari Vian.

5. Aditya. Cowo ternyebelin menurut Keyla. Karena semua kata kata yang keluar dari mulut Adit sangat sangat sangat lembut (baca: kasar). Tak peduli apakah kalimat yang ia lontarkan itu ditujukan kepada siapa. Namun Adit adalah salah satu sahabat Keyla. Pria itu telah banyak membantunya.

Keyla terus men-scroll-handphonenya hingga jarinya berhenti pada pesan dari Kris. Cowok yang Keyla suka sejak beberapa bulan yang lalu. Melihat ada nama pria itu, Keyla dengan cepat membuka chat darinya.

Kris Alvaro : Keyla

Kris Alvaro : Buku b indo lo di gue

Kris Alvaro : Besok gue balikin

Keyla D : Okai, jgn lupa bawa

Keyla D : Btw kok buku gue bisa ada di lo?

Kris Alvaro : Kmrin miss fifi nitip ke tasha. Cuma tasha nya ngasih ke gue krna dia ga gitu kenal sama lo.

Keyla D : Oohhh makasih ya.

Kris Alvaro : Yapp!

Sesingkat itu percakapan antara Kris dan Keyla. Namun mampu membuat Keyla tersenyum seharian dan berbunga bunga.

***

"Kris! Tungguin gueee!!" Terdengar suara pria berteriak dari sebelah kanan. Ya, itu Joan. Teman dekat Kris.

Kris hanya menoleh lalu melanjutkan langkahnya.

Ternyata Kris hanya berjarak kurang dari satu meter dengan gadis yang selama ini diam diam menyukainya, Keyla.

Menyadari hal itu Keyla tersenyum dalam hatinya. Ia pun sudah melupakan buku Bahasa Indonesia nya yang berada didalam tas biru didepannya--tas Kris.

UsStories to obsess over. Discover now