Part 1

21 6 11
                                        

"Sial kenapa pakai mogok segala lagi!" ujar Rangga sambil menepuk  jidatnya.

"Eky,bangun! Mobilnya mogok!"  ujarnya lagi sambil membangunkan temannya yang sedang tertidur.

Seorang pria tampan berjalan keluar bandara sambil menelpon seseorang, dilain sisi ada wanita cantik yang sibuk dengan pekerjaannya di Bandara.

"Kamu sih, mobil rongsokan masih aja dipakai!" kata Eky.

"Kamu tidak usah cerewet cepat sana dorong mobil!" kata Rangga sambil menarik Eky untuk mendorong mobil.

"iya!" ujar Eky dengan terpaksa dia mendorong mobil itu sendirian.

Wanita yang waktu itu berada di Bandara kini dia berjalan menuju tempat parkir tiba-tiba

"JAMBRET! TOLONG jAMBRET!" teriak wanita itu sambil berlari mengejar jambret yang merampas tasnya.

Laki-laki yang tadinya sibuk dengan ponselnya kini tatapanya beralih ke tempat parkir, dia berlari untuk mengejar jambret itu, setelah menemukan jambretnya dia langsung menghajar jambret itu sampai babak belur dan merampas tas itu untuk mengembalikan kepada pemiliknya.

***
     
Dilain tempat Rangga dan Eky sibuk berdebat dimana saat ini mereka berdua sedang berada di dekat bandara, mereka berdua datang ke bandara untuk menjemput seseorang.

"Ah, lobet!" ujar Eky.

"Eky, kamu telpon Daffa sekarang dia dimana," kata Rangga.

"Caranya gimana Rangga hp aku kan lowbet, apa kamu tidak dihubungi Daffa?" tanya Eky.

"Aku lupa bawa hp," ujarnya sambil menggaruk tengkunya yang pastinya tidak gatal.

"kamu itu betul-betul!" kata Eky

Tiba-tiba Rangga melihat ada kerumunan di tempat pos satpam dekat bandara.

"Eky?" panggil Rangga

"Hm!" gumam eky, saat ini eky sibuk dengan benda pipih yang berbentuk persegi itu.

"Coba kamu lihat disana kok rame banget ya," kata Rangga sambil menunjuk kearah tempat kerumunan itu.

"Mungkin ada artis atau pak presiden ada disana," ujar Eky dengan asal tampa mengalihkan pandangannya.

"Ayo kita kesana!" mereka berduapun berjalan ke tempat keramaian itu yang dipenuhi banyak orang.

"Permisi," ujar mereka berdua.

"Diandra?" kata Eky, sekan dia mengenal perempuan yang kini duduk di tempat post satpam itu.

"Itu teman saya pak." ujar Rangga kepada satpam yang sedang berdiri dihadapan mereka.

Wanita itu berbalik menatap kedua cowok yang tadi memanggilnya. Ya, wanita yang kejambret di bandara itu bernama Diandra Putri Pratama.

"Rangga, Eky kalian ngapain disini?" kata Diandra  sambil menatap kedua cowok yang kini berdiri dihadapannya.

"Kamu sudah jadi artis ya! Fansmu banyak sekali" ujar Eky sambil menujuk kearah tempat dimana banyak orang yang berdiri.

"Saya kejambret bodoh!" pekiknya sambil menatap kesal kearah dua cowok itu.

"Cepat update status di Facebook-mu, nanti kamu beri emotika sedih dan nagis darah," ujar eky dengan muka polosnya. Rangga hanya menuput jidanya melihat bagaimana begonya temannya itu.

"Bisa-bisanya kamu Ky, kenapa kamu nyuruh Diandra update status sih dia kan lagi kejambret," ujar Rangga dengan kesal sambil menatap Eky yang hanya memperlihatkan senyuman polosnya.

"tunggu sebentar, saya telpon adik saya dulu!" ujar Diandra sambil berjalan menjauhin Rangga dan Eky.

***

Tiba-tiba seorang cowok menghampiri Rangga dan Eky sambil membawa tas cewek.

 "Hai! Hai Daffa!" ujar Rangga dan Eky secara bersamaan sambil memeluk cowok itu.

Ya, cowok tampa itu bernama Daffa Dirgantara. Cowok yang menghajar jambret itu sampai babak belur.

"Dari tadi saya menelpon kalian, kenapa nomor kalian berdua tidak aktif?" kata Daffa sambil menatap kedua temannya dengan kesal.

"Maaf Daf hp kami lowbet" ujar Eky

"Nanti malam ingat ketempat nongkron Daf," ujar Rangga sambil merangkul pundak Eky.

 "kamu makin jelek ya!" kata Eky sambil menunjuk Daffa.

Tiba-tiba Diandra datang menghampiri mereka dan tatapanya bertemu dengan cowok yang kini tengah menatapnya juga.

 "Diandra?" tanya Daffa sambil menunjuk wanita yang tengah berdiri dihadapannya.

 "Daffa?" ucap Diandra sambil merampas tas yang tadinya berada digengaman Daffa.

Diandra menjauh pergi dari ketiga cowok itu tapi tiba-tiba  tangannya dicekal oleh seseorang, siapa lagi pelakunya kalau bukan Daffa.

"Dulu kenapa kau pergi?" Kata Eky sambil menatap Rangga.

"Aku tidak pergi, Maaf!" kata Rangga.

"Tapi waktu itu..." ucapan Eky terpotong karena teriakan Daffa yang menyuruh mereka berdua untuk diam.

"kalian berdua sedang apa?" tanya Daffa, tangannya masih setia mencekal tangan Diandra.

"Gara-gara kamu sih Ran," kata Eky seakan yang bersalah adalah Rangga.

"Thank's ya!" ucap Diandra sambil melepaskan tangannya dari cekalan Daffa.

"Iya," ujar Rangga.

"Aku duluan ya," kata Diandra sambil berjalan menjauh.

Diandra merasa jantungnya akan melompat keluar dari tempatnya dia tidak habis pikir kenapa rasa gugup menghampirinya saat berada didekat laki-laki itu.

Tiba-tiba dia berhenti dan menepuk jidatnya seakan diamelupakan sesuatu. Diandra langsung berbalik dan berkata.

"Mobil saya terparkir disana." ucapnya sambil berjalan menunduk untuk menutupi rasa malunya.

Daffa bersyukur akhirnya dia dipertemukan dengan wanita itu lagi, wanita dimasa lalunya dan akhirnya Daffa, Rangga, dan Eky memilih pergi dari tempat itu.

                            ****

Tunggu kisah selanjutnya ya, votemennya di tunggu 😊

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 06, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Daffa DiandraStories to obsess over. Discover now