Mereka akan terbang besok pagi sekali, jadi mereka harus menginap di sebuah hotel yang letaknya di tengah-tengah danau Sailo. Karena letak danau tidak terlalu jauh dengan gunung dimana Akademi Sihir berada, maka mereka bisa menaiki lift sihir dari sekolah.
Beberapa menit Einar dan Elena terhuyung-huyung di dalam lift sihir menuju ke danau, mereka sepertinya sudah terbiasa menyeimbangkan diri di dalam lift tersebut. Ketika sampai suara 'kling' berbunyi dan pintu terbuka dengan sendirinya. Mereka keluar dari lift sihir dan seperti berada di dalam kamar mandi usang dan bau.
"Bau sekali disini", Einar terganggu dengan bau busuk, membuat mereka ingin bergegas keluar dari wc bau tersebut. Egaz sudah menunggu di luar wc.
"Hey, ada yang salah?". Tanya Egaz melihat kedua adiknya menutupi hidungnya.
"Siapa yang seharusnya tanya? Ada apa dengan kamar mandi busuk ini??", suara Elena terdengar sengau karena harus menutupi hidungnya. Einar menertawai mereka lalu sambil berjalan ia menerangkan kepada mereka bahwa wc tersebut sengaja diberi bau busuk oleh para penyihir agar manusia tidak masuk ke dalam. Danau Sailo terlihat menghampar di depan mereka, danau ini kotor seperti tidak terurus dan diselubungi kabut tebal di siang hari, yang mungkin manusia tidak akan tertarik berkunjung di sini.
Mereka menaiki perahu kecil untuk menuju ke pulau di tengah danau, perahu tersebut bisa melaju sendiri tanpa mendayungnya. Selang beberapa menit mereka sudah sampai di pinggir pulau tersebut, yang diberi nama pulau Betoma. Anehnya, ketika sampai di pulau tersebut tiba-tiba kabut tebal tadi menghilang dan cuaca menjadi cerah serta air danau menjadi jernih, pemandangan danau menjadi bertolak belakang ketika berada di pinggir danau tadi, begitu indah sehingga Elena tidak bisa berhenti menoleh kebelakang ketika sudah mendarat di pulau.
"Hey hati-hati dengan jalanmu Elena", seru Egaz, Elena kembali berjalan dengan normal. Pulau ini menyerupai sebuah kota kecil, terdapat banyak bangunan berjajar sepanjang pulau, berjajar toko makanan, kedai kopi, toko baju, toko perangkat sihir, serta sampai ke dalam gang terlihat masih banyak toko kecil di sana. Orang-orang ramai berlalu-lalang sambil membawa barang belanjaan mereka. Beberapa dari mereka memandang aneh ke arah Elena dan Einar karena mungkin mereka masih mengenakan baju manusia, sangat kontras dengan mereka yang memakai baju seperti gaun panjang untuk wanita, dan celana dan jas untuk pria, mereka memaka pakaian yang hampir sama hanya saja berbeda warna.
Akhirnya mereka sampai di hotel yang mereka tuju, ibu mereka sudah menunggu di luar Hotel. Hotel tersebut kecil sekali jika dilihat dari luar, terdapat tiga lantai. Ibu mereka mempersilahkan mereka masuk ke dalam gedung hotel. Sudah ada banyak orang di dalam.
"Einar, Elena, kalian masuk ke kamar kalian dulu ya, barang-barang kalian sudah ada di atas, ini kunci kamar kalian", ujar Bu Erika kepada kedua anak kembarnya, mereka hanya mengangguk namun tatapan mereka fokus terhadap orang-orang yang ada di lobby hotel ini, mereka duduk memutar di lantai seolah hendak mengadakan rapat atau pertemuan penting. Karena Elena sudah terlalu lelah, ia mengajak Einar segera naik ke kamar mereka.
*****
Elena bangun dengan suara Einar yang memanggilnya, "Elena... Elena bangun!!".
"Hmmm?", dengan hanya satu mata yang terbuka dan mungkin setengah sadar Elena berusaha bangun. Einar terlihat girang sekali sambil berlari ke jendela. "Elena, lihat".
Dengan sedikit lemas Elena berjalan menuju Einar di Jendela, Einar menunjukkan kepada Elena pemandangan yang ada di danau, ternyata langit sudah gelap. Elena bisa melihat pemandangan danau yang gelap diterangi oleh lampu lampion yang melayang bebas di atasnya, juga ada lampion yang berjajar di pinggiran danau dan sepanjang jalan setapak, di danau terlihat banyak sekali seperti benda berwarna warni yang memancarkan cahaya di dalam gelapnya danau, mereka tidak bisa melihat dengan jelas apa benda tersebut.
YOU ARE READING
Penyihir Kembar & Misteri Atlantis
Adventure"Di sebelah selatan pulau jawa ini, tepatnya di samudra Hindia ada sebuah pulau yang disembunyikaan para penyihir dari manusia sekitar 500 tahun yang lalu, namun suatu ketika sudah di tangan para penyihir, pulau ini semakin dirusak karena sumber day...
